Mataredaksi.com, BOGOR – Didier Deschamps belum menutup lembar terakhir bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, penghormatan kepada pelatih berusia 57 tahun itu sudah mengalir deras dari berbagai penjuru dunia sepak bola.
Laporan media L’Équipe menyebutkan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pamungkas Deschamps sebagai arsitek Les Bleus. Momentum ini sekaligus menandai akhir pengabdian panjangnya selama 14 tahun sejak menduduki kursi pelatih pada 2012 silam.
Meski Prancis masih berpeluang melangkah jauh, sejumlah pelatih tim nasional sudah curi start memberikan apresiasi atas pencapaian dan pengaruh besar Deschamps dalam sepak bola modern.
Warisan Emas yang Sulit Lawan Tandingi
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan penghormatan. Menurutnya, kekuatan terbesar Deschamps terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan perubahan generasi pemain tanpa kehilangan identitas permainan Prancis.
Selama lebih dari satu dekade, Deschamps sukses menjaga keseimbangan antara organisasi pertahanan, disiplin taktik, dan kualitas individu para pemainnya. Filosofi tersebut membuat Prancis selalu menjadi kandidat kuat dalam setiap turnamen besar.
Pandangan serupa juga datang dari Mauricio Pochettino, Julian Nagelsmann, hingga Luis de la Fuente. Ketiganya menilai pelatih mana pun akan sangat sulit menyamai pencapaian magis Deschamps dalam waktu dekat.
Konsistensi Meraih Prestasi dari Klub hingga Timnas
Penghormatan juga datang dari pelatih Belgia, Rudi José Garcia. Ia mengulas kembali perjalanan panjang Deschamps sejak masih menangani level klub.
Garcia menilai keberhasilan Deschamps membawa AS Monaco FC ke final Liga Champions UEFA, mengantar Olympique de Marseille meraih gelar Ligue 1 Prancis, membangkitkan Juventus usai degradasi ke Serie B, hingga mempersembahkan gelar Piala Dunia bersama Prancis menjadi bukti sahih kualitas kepemimpinannya.
Sementara itu, pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengenang pertemuannya dengan Deschamps ketika masih sama-sama berstatus pemain pada Piala Kirin 1994 (Kirin Cup 1994). Moriyasu percaya mantan gelandang Prancis itu akan tetap memanen kesuksesan di mana pun ia melanjutkan karier setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Pujian Para Pelatih Dunia untuk Kepemimpinan Deschamps
Pelatih Irak, Graham Arnold, yang pernah menantang Prancis saat masih menangani Australia di Piala Dunia 2022, menilai hubungan Deschamps dengan para pemain menjadi salah satu kunci keberhasilannya.
Menurut Arnold, para pemain Prancis selalu menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada sang pelatih. Mereka selalu ingin mempersembahkan pencapaian terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinannya.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Faé, juga memuji kemampuan Deschamps dalam membangun tim yang sesuai dengan karakter skuad miliknya. Sementara itu, Julian Nagelsmann dan Zlatko Dalić menyoroti konsistensi sang arsitek dalam menciptakan tim yang disiplin serta sulit lawan taklukkan.
Babak Akhir Dedikasi 14 Tahun di Skuad Les Bleus
Kini, setiap pertandingan Prancis di Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi bab terakhir perjalanan Didier Deschamps bersama Les Bleus. Namun, terlepas dari hasil akhir turnamen nanti, warisan berharga yang ia ukir selama 14 tahun sudah mengantongi pengakuan luas dari para pelatih terbaik dunia. (MR-01)
Sumber: L’Équipe






