Mataredaksi.com, BOGOR – AC Milan membuka tahun 2026 dengan kemenangan penting. Gol tunggal Rafael Leão membawa Rossoneri menaklukkan Cagliari Calcio 1-0 pada pekan ke-17 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Sant’Elia, Sardinia, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengantar tim asuhan Massimiliano Allegri naik ke puncak klasemen sementara.
Leão langsung memberi dampak besar dalam laga comeback-nya setelah cedera. Penyerang sayap asal Portugal itu mencetak gol penentu di awal babak kedua dan memastikan AC Milan membawa pulang tiga poin dari Sardinia. Meski begitu, posisi puncak Milan masih berpotensi berubah karena Inter Milan baru akan menjamu Bologna FC 1909, pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB.
Cagliari Tampil Agresif di Awal Laga
Tuan rumah memulai pertandingan dengan percaya diri. Marco Palestra beberapa kali merepotkan sisi kanan pertahanan Milan, termasuk lewat sebuah tembakan awal yang melebar tipis. Selain itu, Michel Ndary Adopo juga sempat menguji Mike Maignan melalui sundulan, meski bola mengarah tepat ke pelukan kiper Milan.
AC Milan membutuhkan waktu untuk menemukan ritme. Ruben Loftus-Cheek gagal memaksimalkan peluang emas di babak pertama, sementara Youssouf Fofana kesulitan melepaskan tembakan bersih di tengah padatnya kotak penalti Cagliari. Namun, perlahan Rossoneri mulai mengontrol permainan menjelang turun minum.
Gol Leão Jadi Pembeda
Lima menit setelah babak kedua dimulai, Milan akhirnya memecah kebuntuan. Youssouf Fofana mengirim umpan terukur kepada Adrien Rabiot di dalam kotak penalti. Rabiot lalu menyodorkan bola ke Rafael Leão, yang langsung melepaskan tembakan. Bola sempat membentur pemain lawan sebelum meluncur ke atap gawang Cagliari.
Gol tersebut membuat Milan bermain lebih pragmatis. Rossoneri memilih menurunkan tempo dan menjaga kedalaman pertahanan. Strategi itu terbukti efektif karena Cagliari kesulitan menciptakan ancaman berarti. Sepanjang babak kedua, tuan rumah hanya mampu mencatatkan satu tembakan.
Data Bicara: Efektivitas Khas Allegri
Secara statistik, AC Milan memang tidak mendominasi penguasaan laga. Namun, Rossoneri tampil jauh lebih efisien. Mereka menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,89 dari 10 tembakan. Sebaliknya, Cagliari hanya mencatatkan xG 0,38 dari enam percobaan.
Di lini tengah, Ruben Loftus-Cheek tampil menonjol. Gelandang asal Inggris itu memenangi tujuh dari 13 duel, termasuk dua duel udara. Selain itu, ia merebut bola empat kali dan menyelesaikan 15 dari 18 operan dengan akurat.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kekuatan Milan saat bermain tandang. Rossoneri kini menjadi satu dari hanya tiga tim di lima liga top Eropa musim 2025/2026—bersama Real Betis dan Bayern München—yang belum menelan kekalahan di laga tandang, dengan catatan lima kemenangan dan tiga hasil imbang.
Lebih jauh, AC Milan juga mencatatkan delapan laga awal Serie A tanpa kekalahan untuk kedua kalinya dalam 20 musim terakhir. Sebelumnya, catatan serupa terjadi pada musim 2020/2021 di bawah asuhan Stefano Pioli, ketika Milan membuka musim dengan 10 pertandingan tanpa kalah.
Hasil di Sardinia ini semakin menegaskan ambisi Rossoneri dalam perburuan gelar. Dengan konsistensi permainan dan efektivitas racikan Massimiliano Allegri, AC Milan kini tampil sebagai kandidat kuat juara Serie A musim ini. (MR-03)






