Edu Pidal Kritik Arbeloa, Polemik Mbappé Kembali Panaskan Ruang Ganti Real Madrid

Bersiap masuk - Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappé, bersiap masuk menggantikan Gonzalo García pada menit ke-69 saat menghadapi Real Oviedo pada pekan ke-36 La Liga EA Sports 2025/2026 di Estadio Santiago Bernabéu, Jumat (15/5/2026) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, Los Blancos meraih kemenangan 2-0 atas Los Azules di tengah sorotan terhadap hubungan Mbappé dan pelatih Álvaro Arbeloa. (Sumber foto: managingmadrid.com)

Mataredaksi.com, BOGOR – Polemik hubungan Kylian Mbappé dan Álvaro Arbeloa kembali memanaskan suasana di kubu Real Madrid Club de Fútbol jelang laga pekan ke-37 La Liga EA Sports 2025/2026 melawan Sevilla Fútbol Club.

Jurnalis olahraga Spanyol, Edu Pidal, secara terbuka mempertanyakan ketegasan Arbeloa dalam mengelola ruang ganti Los Blancos. Kritik itu muncul dalam program Radio Estadio Noche setelah situasi internal Madrid kembali menjadi bahan pembicaraan media Spanyol.

Pidal menilai Arbeloa akan kehilangan wibawa apabila tetap menurunkan Mbappé sebagai starter pada laga kontra Sevilla FC di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán, Minggu malam waktu setempat, atau Senin (18/5/2026) dini hari WIB.

“Jika setelah semua ini Mbappé tetap bermain sejak awal, maka Real Madrid menunjukkan kurangnya otoritas”, ujar Pidal. Menurut dia, ruang ganti Madrid membutuhkan sosok pelatih yang mampu mengambil keputusan tegas tanpa terpengaruh status pemain bintang.

Hubungan Arbeloa dan Mbappé Jadi Sorotan

Pidal juga menyoroti hubungan Álvaro Arbeloa dan Kylian Mbappé yang kabarnya mulai merenggang dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai ketegangan tersebut kini terlihat semakin jelas di hadapan publik.

Selain itu, Pidal membandingkan situasi sekarang dengan era Zinédine Zidane dan Carlo Ancelotti yang dinilai sukses menjaga keseimbangan ruang ganti Real Madrid.

“(Zinédine) Zidane dan (Carlo) Ancelotti mampu mengendalikan skuad bertabur bintang dengan sangat baik. Namun, Arbeloa dan Xabi Alonso belum menunjukkan hal serupa”, katanya.

Ia juga menyebut petinggi klub lebih sering menyoroti keputusan staf pelatih dibanding perilaku para pemain selama musim ini berlangsung.

Mourinho Pasang Badan untuk Arbeloa

https://platform.managingmadrid.com/wp-content/uploads/sites/103/2026/05/gettyimages-2263687462.jpg? kualitas=90&strip=all&crop=0%2C0%2C100%2C100&w=1080(Sumber foto: managingmadrid.com)

Pelatih SL Benfica, José Mourinho, ikut memberikan dukungan kepada Arbeloa saat menghadiri konferensi pers bersama klubnya, Jumat (15/5/2026).

Mourinho mengaku sedih melihat tekanan besar yang kini mengarah kepada mantan anak asuhnya tersebut. “Itu membuat saya sedih karena Arbeloa adalah teman saya. Dia memberikan jiwa dan hidupnya saat bermain untuk saya”, kata Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu menilai pekerjaan sebagai pelatih jauh lebih sulit dibanding menjadi pemain. Karena itu, ia meminta publik memberi waktu kepada Arbeloa untuk membangun otoritas di ruang ganti Real Madrid.

Mourinho Belum Bicara Masa Depan

Nama Mourinho sendiri terus masuk dalam radar Real Madrid CF untuk musim depan. Sejumlah laporan media Spanyol menyebut manajemen Los Blancos mempertimbangkan pelatih SL Benfica itu sebagai salah satu kandidat utama.

Meski begitu, Mourinho belum mau membahas peluang tersebut lebih jauh. Ia menegaskan fokusnya saat ini masih tertuju kepada Benfica hingga musim berakhir. “Saya akan memikirkan masa depan setelah musim selesai”, ujar Mourinho. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *