Mataredaksi.com, BOGOR – Sam Kerr dipastikan meninggalkan Chelsea Football Club Women pada akhir musim Barclays Women’s Super League (BWSL) 2025/2026, setelah enam setengah tahun penuh kesuksesan di Stamford Bridge, London.
Pemain internasional Australia berusia 32 tahun itu akan meninggalkan klub dengan status legenda. Sejak bergabung pada Januari 2020, Sam Kerr mencatat 90 gol dan 28 assist dalam 116 penampilan di semua kompetisi.
Selain itu, pemilik nama lengkap Samantha May Kerr itu juga menjadi bagian penting era dominasi Chelsea di sepak bola wanita Inggris. Ia membantu The Blues meraih enam gelar liga beruntun, tiga Piala FA, dua Piala Kontinental, serta satu Community Shield.
Bahkan, Sam Kerr tercatat sebagai satu-satunya striker dalam sejarah liga yang mampu mencetak 20 gol atau lebih dalam musim beruntun. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi luar biasa yang ia tunjukkan sejak awal kedatangannya di London Barat.
Sam Kerr Resmi Akhiri Perjalanan di Chelsea
Sementara itu, keputusan kepergian Sam Kerr menandai berakhirnya salah satu era paling dominan dalam sejarah Chelsea FC Women. Ia mengakhiri perjalanan panjang yang dimulai sejak kedatangannya dari Chicago Red Stars pada paruh musim 2019/2020.
Tak lama setelah debutnya, ia langsung mencetak gol ke gawang Arsenal hanya dua pekan setelah laga pertamanya melawan Reading FC. Selain itu, ia langsung mempersembahkan gelar BWSL dan Piala Liga pada musim debutnya di tengah pandemi Covid-19.
Sejak saat itu, Sam Kerr terus berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Chelsea. Bahkan, banyak pendukung menilai dirinya sebagai simbol kesuksesan klub dalam beberapa musim terakhir.
Statistik dan Rekor di Stamford Bridge
Selanjutnya, performa Sam Kerr terus meningkat dari musim ke musim. Ia mencetak 21 gol dalam 22 pertandingan liga pada musim berikutnya. Catatan itu membuatnya menjadi pemain pertama yang meraih Sepatu Emas di tiga liga berbeda.
Di sisi lain, ia membangun duet mematikan bersama Fran Kirby. Berdasarkan catatan BBC Sport, keduanya mencetak 12 gol gabungan dalam satu musim, rekor yang masih bertahan hingga kini.
Selama memperkuat Chelsea, Sam Kerr juga beberapa kali masuk dalam daftar pemain terbaik liga berkat konsistensinya di lini depan. Selain produktif mencetak gol, ia rutin membantu rekan setim melalui assist dan pergerakan tanpa bola.
Karena itu, banyak pelatih lawan kesulitan menghentikan pengaruhnya di dalam pertandingan. Bahkan, Sam Kerr sering menjadi pembeda saat Chelsea menghadapi laga besar di kompetisi domestik maupun Eropa.
Cedera ACL dan Kebangkitan
Namun demikian, perjalanan Sam Kerr tidak selalu mulus. Pada 2024, ia mengalami cedera ligamen anterior (ACL) yang membuatnya absen panjang hingga 18 bulan.
Cedera ACL yang dialami Sam Kerr sempat memunculkan kekhawatiran besar di kalangan pendukung Chelsea. Sebab, banyak pemain membutuhkan waktu panjang untuk kembali ke performa terbaik setelah mengalami cedera serupa.
Meski begitu, ia tetap menunjukkan mentalitas kuat selama masa pemulihan. Selain itu, tim medis Chelsea terus memantau perkembangan kondisinya selama masa rehabilitasi berlangsung. Pelatih Sonia Bompastor juga tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Sam Kerr selama proses comeback.
Kembali Bersinar di Musim Terakhir
Setelah pulih, Sam Kerr kembali menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak enam gol dari empat kali starter penuh pada musim 2025/2026. Catatan tersebut memperlihatkan kualitas penyelesaian akhirnya masih berada di level tertinggi.
Gol ke-100 bersama Chelsea juga ia cetak setelah kembali dari cedera panjang. Momen itu menjadi simbol kebangkitan dirinya setelah melewati periode sulit selama pemulihan cedera. “Saya jelas merasa sedikit sedih”, tutur Sam Kerr.
“Ini tentang meninggalkan Chelsea, meninggalkan klub tempat saya menghabiskan waktu sangat lama, meninggalkan rekan setim dan para penggemar”.
Meski demikian, Sam Kerr mengaku bahagia saat mengenang perjalanan panjangnya bersama The Blues. “Saya hanya merasa bahagia. Saya senang semuanya terjadi dan sangat bersyukur bisa bermain untuk klub ini selama enam tahun serta memenangkan banyak trofi”, lanjutnya.
Sosok Penentu di Laga Besar
Di sisi lain, Sam Kerr dikenal sebagai pemain yang selalu muncul di momen penting. Ia mencetak gol menit ke-92 melawan Aston Villa Women pada musim 2021/2022 untuk menjaga peluang gelar Chelsea.
Selain itu, ia juga mencetak gol kemenangan di Wembley yang membantu Chelsea meraih Piala FA secara beruntun. Berkat kontribusi tersebut, Sam Kerr semakin dicintai para pendukung The Blues.
Menurut jurnalis Emma Sanders, Sam Kerr memiliki paket lengkap sebagai penyerang modern. Ia menggabungkan finishing, visi bermain, kekuatan fisik, dan pergerakan tanpa bola dalam satu paket lengkap.
Tak hanya itu, Sam Kerr juga dikenal memiliki kemampuan membaca ruang dengan sangat baik. Oleh sebab itu, ia kerap menciptakan peluang penting pada situasi pertandingan ketat.
Di samping itu, pengalaman panjangnya di level internasional membuat Sam Kerr mampu tampil tenang dalam tekanan besar. Karena itu, banyak suporter Chelsea menganggapnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Warisan Besar di Chelsea Women
Selanjutnya, Sam Kerr meninggalkan warisan besar di Chelsea Women. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membantu membangun era dominasi Chelsea di sepak bola wanita Inggris.
Selain itu, kehadirannya ikut meningkatkan popularitas kompetisi wanita di level domestik maupun Eropa. Banyak pemain muda menjadikan Sam Kerr sebagai inspirasi karena kerja keras, mentalitas, dan konsistensinya selama berkarier di level tertinggi.
Perpisahan Emosional di Stamford Bridge
Pada akhirnya, perpisahan ini menjadi momen emosional bagi klub dan suporter. Banyak pihak menilai kontribusi Sam Kerr akan sulit digantikan oleh generasi berikutnya. Selain itu, jejaknya di Chelsea akan tetap menjadi bagian penting sejarah klub.
Sementara itu, kepergian Sam Kerr juga menandai berakhirnya generasi emas Chelsea Women dalam beberapa musim terakhir. Sebelumnya, sejumlah pemain senior lebih dulu meninggalkan klub setelah membantu membangun dominasi The Blues di kompetisi domestik.
Dengan demikian, Chelsea kini menghadapi tantangan baru untuk membangun kembali kekuatan tim pada era berikutnya tanpa kehadiran striker asal Australia tersebut. “Senang bahwa semuanya terjadi”, ucap Sam Kerr menutup perjalanannya bersama Chelsea. (MR-01)






