Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Tim nasional Pantai Gading, Emerse Faé, melontarkan kritik terhadap Jerman setelah timnya menelan kekalahan dramatis 1-2 pada laga Grup E Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion BMO Field di Exhibition Place, Toronto, Ontario, Kanada, Minggu (21/6/2026) WIB.
Emerse Faé menilai, Die Nationalelf tidak menunjukkan sikap fair play dalam sebuah insiden yang terjadi saat pertandingan masih berlangsung ketat.
Kontroversi bermula ketika bek Pantai Gading, Wilfried Singo, terjatuh dan mengalami cedera. Para pemain Pantai Gading kemudian mengeluarkan bola dari lapangan agar sang pemain mendapatkan perawatan.
Namun, menurut Faé, Jerman tidak mengembalikan penguasaan bola kepada timnya setelah lemparan ke dalam dilakukan. Nathaniel Brown justru memilih melanjutkan serangan, sebuah keputusan yang membuat kubu Pantai Gading kecewa.
Faé Kecewa dengan Sikap Jerman
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Faé mengaku tidak puas dengan tindakan yang diambil pemain Jerman tersebut. “Saya mengatakan kepadanya untuk tetap rendah hati. Dia bermain sangat baik dan tidak perlu berbicara atau menunjukkan sikap yang tidak menghormati lawan”, kata Faé.
Pelatih berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa timnya berharap mendapatkan perlakuan yang berbeda dari salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.
“Kami mengharapkan lebih banyak fair play dari Jerman. Ketika Singo cedera dan bola keluar lapangan, kami berharap mereka mengembalikan bola kepada kami. Jerman adalah negara sepak bola besar dan banyak tim menjadikan mereka sebagai contoh. Karena itu saya cukup kecewa dengan kejadian tersebut”, ujarnya.
Tetap Bangga dengan Performa Tim
Terlepas dari kekecewaan terhadap hasil laga, Emerse Faé tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Skuad Pantai Gading sukses menyulitkan Jerman yang merupakan salah satu favorit juara.
Les Éléphants sempat memimpin pertandingan pada babak pertama dan beberapa kali mengancam sebelum akhirnya Jerman bangkit melalui dua gol Deniz Undav. Menurut Faé, hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan ketatnya jalannya pertandingan.
“Kedua tim memiliki peluang untuk memenangkan laga ini. Selamat untuk Jerman karena mereka mampu memanfaatkan pengalaman matang mereka. Namun saya bangga dengan performa para pemain saat menghadapi salah satu tim terbaik di turnamen”, katanya.
Soroti Masalah Fair Play Jerman
Meski memberikan ucapan selamat, Faé menyimpan kekecewaan mendalam terhadap sikap punggawa Jerman di atas lapangan. Ia merasa tim sekelas Jerman seharusnya bisa menunjukkan sikap yang lebih sportif.
“Selamat kepada Jerman atas kemenangan tersebut. Tapi dari bangsa yang besar seperti itu, saya mengharapkan permainan yang lebih adil (fair play)”, ujar Faé dengan nada kecewa.
Belajar dari Kegagalan Memanfaatkan Peluang
Faé juga menyoroti peluang emas yang lepas saat skor masih imbang 1-1. “Kami memiliki kesempatan untuk mencetak gol kedua, tetapi gagal memaksimalkannya. Sebaliknya, Jerman berhasil mengambil peluang yang datang. Undav menunjukkan ketenangan luar biasa saat menyelesaikan peluangnya”, lanjutnya.
Fokus Hadapi Curaçao
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Faé menegaskan bahwa Pantai Gading masih mengantongi peluang besar untuk lolos ke babak gugur. Saat ini Les Éléphants menempati posisi kedua Grup E dengan koleksi tiga poin dan masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri.
“Kami harus belajar dari kekalahan ini dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil. Kami masih menentukan nasib kami sendiri dan tidak perlu bergantung pada hasil tim lain”, kata Faé.
Pantai Gading kini mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir fase grup melawan Curaçao. Laga tersebut akan menjadi penentu utama langkah mereka di Piala Dunia FIFA 2026. (MR-02)






