Mataredaksi.com, BOGOR – Erling Haaland langsung menunjukkan kelasnya di panggung terbesar sepak bola dunia. Striker andalan Norwegia itu mencetak dua gol dan membawa timnya meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Irak pada laga pembuka Grup I Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) WIB.
Penampilan gemilang penyerang Manchester City tersebut menjadi sorotan utama pertandingan. Haaland mencetak dua gol penting yang membantu Norwegia mengamankan tiga poin perdana sekaligus menyamai raihan Prancis di klasemen sementara Grup I.
Selain dua gol Haaland, Norwegia juga mendapat tambahan gol dari Leo Østigård dan satu gol bunuh diri yang dilakukan penyerang Irak, Aymen Hussein. Sementara itu, satu-satunya gol Irak juga lahir melalui Hussein.
Irak Sempat Memberikan Perlawanan
Meski kalah dengan selisih tiga gol, Irak sebenarnya tampil cukup berani sejak menit-menit awal pertandingan. Tim asuhan Graham Arnold beberapa kali mampu menekan pertahanan Norwegia dan menciptakan peluang berbahaya.
Aymen Hussein hampir membuka keunggulan lebih dulu melalui sundulan jarak dekat, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Tak lama kemudian, Ali Al Hamadi juga memperoleh kesempatan emas. Sayangnya, tembakannya dari luar kotak penalti gagal mengarah tepat ke sasaran.
Ketika Irak terlihat lebih dominan, Norwegia justru berhasil mencuri gol terlebih dahulu pada menit ke-29. David Møller Wolfe mengirim umpan silang rendah ke area tiang jauh yang langsung disambut Haaland. Striker berusia 25 tahun itu tanpa kesulitan menaklukkan kiper Jalal Hassan dan membawa Norwegia unggul 1-0.
Irak mampu memberikan respons cepat. Pada menit ke-39, Aymen Hussein menyambut umpan silang Amir Al Ammari dengan sundulan akurat yang gagal dihentikan Ørjan Nyland. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Namun, kegembiraan Irak tidak berlangsung lama. Menjelang turun minum, Haaland kembali menunjukkan insting tajamnya. Ia memanfaatkan kesalahan saat Irak membangun serangan dari belakang dan berhasil mengonversinya menjadi gol kedua yang membawa Norwegia unggul 2-1 saat jeda.
Norwegia Tampil Lebih Efektif
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun dibandingkan 45 menit pertama. Irak masih berusaha mencari gol penyama kedudukan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka membuang sejumlah peluang emas.
Sebaliknya, Norwegia tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki. Gol ketiga akhirnya hadir pada menit ke-76.
Momen ini berawal dari tendangan sudut setelah pemain lawan menghalau upaya Kristian Thorstvedt. Leo Østigård kemudian memenangkan duel udara dan menyundul bola ke dalam gawang Irak. Gol tersebut membuat Norwegia semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Peluang Emas Erling Haaland
Haaland sebenarnya memiliki peluang besar untuk mencetak hat-trick menjelang akhir laga. Ia memanfaatkan kesalahan umpan dari Zidane Iqbal dan berhadapan langsung dengan Jalal Hassan. Namun, kali ini sang kiper berhasil melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tersebut.
Meski gagal mencetak gol ketiga, Haaland tetap menginisiasi terciptanya gol keempat Norwegia. Sundulannya pada masa injury time justru mengenai Aymen Hussein. Bola kemudian berubah arah dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut menutup pertandingan dengan skor telak 4-1 untuk kemenangan Norwegia.
Haaland Ramaikan Perburuan Sepatu Emas
Dua gol ke gawang Irak membuat Haaland langsung meramaikan persaingan pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Kylian Mbappé juga mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal. Kini, kedua penyerang tersebut berada di jalur yang sama dalam perebutan Sepatu Emas.
Catatan Haaland juga semakin impresif. Ia mengukir sejarah sebagai pemain pertama Norwegia yang mencetak lebih dari satu gol pada debut Piala Dunia.
Rekor Gol Fantastis sang Penyerang
Penyerang Manchester City tersebut kini telah mencetak gol dalam 11 pertandingan kompetitif beruntun bersama tim nasional sejak November 2024. Dalam lima laga kompetitif terakhirnya untuk Norwegia, Haaland bahkan selalu mencetak lebih dari satu gol dengan total 13 gol.
Statistik tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Norwegia memiliki senjata mematikan. Mereka siap menghadapi dua laga berat berikutnya melawan Senegal dan Prancis.
Irak Tetap Punya Alasan Optimistis
Meski pulang tanpa poin, Irak masih memiliki sejumlah catatan positif dari pertandingan ini. Mereka mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya dan memberikan tekanan kepada Norwegia, terutama pada babak pertama.
Kesalahan saat membangun serangan dari lini belakang memang merugikan tim. Namun, performa keseluruhan menunjukkan bahwa Irak tetap memiliki kemampuan untuk bersaing di Grup I.
Catatan Sejarah Gol Irak
Gol Aymen Hussein juga menjadi gol kedua Irak sepanjang sejarah penampilan mereka di putaran final Piala Dunia. Irak mencetak gol pertama mereka saat menghadapi Belgia pada edisi 1986 silam.
Dengan dua pertandingan fase grup yang masih tersisa yakni melawan Prancis, Selasa (23/6/2026) pukul 04.00 WIB dan Senegal, Sabtu (27/6/2026) pukul 02.00 WIB, Irak masih membuka peluang untuk memperbaiki posisi klasemen.
Sementara itu, Norwegia mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya. Dipimpin Haaland yang langsung bersinar pada debut Piala Dunia, tim Skandinavia berjuluk Løvene tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di turnamen kali ini. (MR-01)






