Mbappé Abaikan Kritik dan Pecahkan Rekor saat Prancis Taklukkan Senegal 3-1

Penuh Semangat – Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappé menunjukkan ekspresi penuh semangat usai laga Grup I Piala Dunia FIFA 2026 melawan Senegal, di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) WIB. Dwi gol yang dicetaknya mengantar Les Bleus menang 3-1 sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah “Tim Ayam Jago”. (Sumber foto: @KMbappe/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kylian Mbappé kembali menjadi sorotan setelah membawa Prancis meraih kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga pembuka Grup I Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) WIB.

Namun, penyerang berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak datang ke turnamen ini untuk membungkam para pengkritik. Mbappé memilih memusatkan perhatian pada target yang lebih besar, yakni membawa Les Bleus kembali mencapai final dan merebut trofi Piala Dunia.

Dua gol yang ia cetak ke gawang Senegal tidak hanya memastikan kemenangan Prancis, tetapi juga mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Prancis dengan koleksi 58 gol. Catatan tersebut melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud.

Fokus pada Prancis, Bukan Para Pengkritik

Nama Mbappé sempat menjadi bahan perdebatan menjelang Piala Dunia 2026. Meski mengoleksi 43 gol di semua kompetisi bersama Real Madrid musim lalu, sejumlah penggemar dan pengamat tetap melontarkan kritik terhadap performanya pada akhir musim.

Namun, Mbappé memastikan komentar negatif tersebut tidak mengganggu konsentrasinya. “Saya bermain untuk mencatat sejarah bagi negara saya dan memastikan tim ini mencapai final serta memenangkan Piala Dunia”, kata Mbappé kepada media Prancis setelah pertandingan.

Ia juga menepis anggapan bahwa penampilannya di turnamen ini merupakan upaya membalas kritik yang datang kepadanya. “Tidak ada balas dendam. Jika saya harus bermain untuk membungkam setiap orang yang mengkritik saya, mungkin saya harus bermain sampai usia 80 tahun”, ujarnya.

Bagi Mbappé, setiap gol selalu ia persembahkan kepada keluarga dan sahabat terdekatnya. “Setelah mencetak dua gol, saya memikirkan keluarga, kerabat, dan teman-teman dekat yang hadir di stadion. Setiap gol yang saya cetak saya persembahkan untuk mereka”, katanya.

Rekor Mbappé Terus Bertambah

Penampilan melawan Senegal kembali menegaskan status Mbappé sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.

Selain memecahkan rekor Giroud, ia juga masuk daftar eksklusif pemain Prancis yang mencetak gol pada tiga edisi Piala Dunia berbeda, yakni 2018, 2022, dan 2026.

Sebelum Mbappé mencatat prestasi tersebut, Michel Platini dan Dominique Rocheteau lebih dulu melakukannya. Dua gol ke gawang Senegal membuat koleksi gol Mbappé di Piala Dunia bertambah menjadi 14 gol.

Koleksi gol itu sempat mengangkatnya melewati Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen sebelum kapten Argentina tersebut mencetak hat-trick ke gawang Aljazair. Kini, Mbappé hanya membutuhkan dua gol lagi untuk menyamai rekor 16 gol milik Miroslav Klose.

Deschamps Akui Prancis Sempat Kesulitan

Meski meraih kemenangan meyakinkan, Didier Deschamps mengakui anak asuhnya tidak tampil maksimal sepanjang pertandingan.

Prancis hanya menghasilkan satu tembakan pada babak pertama. Catatan itu menjadi yang terendah bagi Les Bleus dalam pertandingan fase grup Piala Dunia sejak 1966.

Menurut Deschamps, perubahan posisi sejumlah pemain setelah jeda membantu timnya menemukan ritme permainan. “Kami sedikit tegang pada awal pertandingan. Senegal juga tim yang sangat bagus”, kata Deschamps kepada RMC dilansir Mataredaksi.

“Kami bermain lebih lepas setelah mengubah posisi Ousmane Dembélé dan Michael Olise. Bradley Barcola juga memberi ancaman besar bagi lawan”, lanjut teknisi berusia 57 tahun tersebut.

Gol Mbappé pada menit ke-66 membuka jalan kemenangan Prancis. Bradley Barcola kemudian menambah keunggulan sebelum Mbappé melengkapi kemenangan lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti.

Kemenangan tersebut memperpanjang catatan impresif Prancis yang selalu memenangi tujuh laga pembuka terakhir di turnamen besar internasional.

Senegal Diminta Segera Bangkit

Di sisi lain, Senegal menyesali kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang pada babak pertama. Kiper Édouard Mendy mengakui timnya gagal menjalankan rencana permainan secara konsisten ketika menghadapi kualitas pemain Prancis. “Kami tidak menjalankan rencana permainan dengan baik”, kata Mendy.

Menurutnya, Senegal perlu meningkatkan kualitas permainan pada babak kedua dan tampil lebih efektif saat menyerang. Namun, timnya hanya mampu melakukannya dalam beberapa fase pertandingan.

Mendy juga menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi penuh ketika menghadapi tim dengan kualitas seperti Prancis. “Anda tidak boleh menyia-nyiakan peluang ketika menghadapi tim dengan bakat luar biasa seperti ini. Pelajaran dari pertandingan ini akan kami bawa saat menghadapi Norwegia”, ujarnya.

Meski kalah, Senegal tetap menunjukkan potensi untuk bersaing di Grup I. Namun, mereka harus segera meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya agar peluang lolos ke fase gugur tetap terjaga.

Sementara itu, Prancis membawa pulang modal berharga untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Mbappé terus menorehkan rekor demi rekor dan kembali memperlihatkan alasan mengapa Les Bleus masuk jajaran kandidat kuat juara dunia.

Hasil itu memperkuat ambisi Prancis untuk melangkah jauh di turnamen empat tahunan edisi ke-23 yang pertama kalinya digelar bersama oleh tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *