Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Hancurkan Curaçao 7-1, Kai Havertz Tampil Memukau

Selebrasi – Penyerang Timnas Jerman, Kai Havertz melakukan selebrasi setelah berhasil mengeksekusi penalti ke gawang Curaçao pada pertandingan pembuka Grup E Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Die Mannschaft menang telak 7-1 atas Blue Wave. (Sumber foto: @SpieltagIndo/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Jerman membuat pernyataan tegas pada laga pembuka Grup E Piala Dunia FIFA 2026. Die Mannschaft mencatatkan kemenangan fantastis 7-1 atas tim debutan Curaçao. Laga seru ini berlangsung di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Hasil luar biasa ini mengulang memori manis mereka. Ini menjadi kemenangan terbesar Jerman sejak mereka menghancurkan Brasil 7-1 pada semifinal Piala Dunia 2014 silam.

Kejutan Kilat Babak Pertama

Wasit Jalal Jayed memimpin laga malam itu. Skuad asuhan Julian Nagelsmann sebenarnya sempat menghadapi momen menegangkan pada babak pertama. Curaçao memberikan perlawanan yang sangat gigih.

Namun, kualitas mental juara Jerman berbicara. Joshua Kimmich dan kawan-kawan langsung menggebrak sejak menit awal pertandingan.

Felix Nmecha membuka keran gol pada menit keenam. Ia melakukan umpan satu-dua yang elegan bersama Florian Wirtz. Nmecha kemudian melepaskan tembakan melengkung indah ke gawang lawan.

Gol kilat pada menit 05:17 ini mengukir sejarah baru. Nmecha menjadi pencetak gol tercepat bagi debutan Jerman sejak Philipp Lahm pada tahun 2006.

Curaçao sempat mengejutkan publik Houston pada menit ke-21. Livano Comenencia menyambar bola liar hasil blokade lini pertahanan Jerman. Ia lalu sukses menaklukkan kiper Manuel Neuer. Pendukung Curaçao menyambut gembira gol bersejarah yang sangat emosional ini.

Dominasi Total Tim Panser

Sayangnya, momentum emas tim debutan tidak bertahan lama. Skuad Jerman terus melancarkan tekanan bertubi-tubi. Upaya mereka membuahkan hasil manis pada menit ke-37.

Bek Nico Schlotterbeck mengembalikan keunggulan Jerman lewat sundulan akurat. Ia memanfaatkan umpan sepak pojok dari Nathaniel Brown.

Sebelum jeda, Riechedly Bazoer melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Nmecha di kotak terlarang. Kai Havertz maju sebagai eksekutor penalti. Ia dengan sangat dingin mengecoh kiper Eloy Room. Gol tersebut mengubah papan skor menjadi 3-1.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Jerman tidak mengendur sama sekali. Dua menit pasca-turun minum, bintang muda Jamal Musiala menambah penderitaan lawan. Ia mencetak gol cerdik dari sudut sempit.

Curaçao sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Leandro Bacuna. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside. Jerman justru semakin menggila di sisa laga. Nathaniel Brown menandai debut manisnya dengan gol voli indah. Ia memanfaatkan umpan matang dari Deniz Undav pada menit ke-68.

Pesta Gol Bersejarah

Tidak lama berselang, giliran Undav yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyambar bola liar tepat di garis gawang. Kai Havertz akhirnya menutup pesta gol malam itu. Ia mengonversi umpan terobosan cerdas Joshua Kimmich menjadi gol keduanya.

Berdasarkan statistik performa, dominasi Jerman memang sangat mutlak. Mereka melepaskan total 26 tembakan dengan nilai expected goals (xG) mencapai 3,9. Pasukan Nagelsmann mencatatkan 12 tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Curaçao hanya mampu membuat delapan percobaan dengan nilai 0,4 xG.

Kemenangan impresif ini memperpanjang rekor kemenangan Jerman menjadi 10 pertandingan beruntun. Bagi Curaçao, hasil minor ini menjadi kekalahan terberat tim debutan sejak Korea Selatan kalah 0-9 dari Hungaria pada 1954.

Selanjutnya, Jerman akan menghadapi tantangan berat dari Pantai Gading, pada Minggu (21/6/2026) pukul 03.00 WIB, di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada. Sementara itu, skuad Curaçao harus segera bangkit saat bersua Ekuador, di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri, Minggu pagi pukul 07.00 WIB. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *