Mataredaksi.com, BOGOR – Asisten pelatih Inter Milan, Aleksandar Kolarov, melontarkan sindiran kepada rival klub saat konferensi pers usai laga penentu Scudetto. Ia menyinggung tim yang gagal bersaing di Liga Champions musim lalu dengan kalimat tajam.
“Dalam sepakbola, itu terjadi. Tim lain berada di sofa menonton apa yang akan dilakukan Inter”, ujar Kolarov pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Inter Kunci Scudetto ke-21 di San Siro
Inter Milan memastikan gelar Scudetto ke-21 setelah menang 2-0 atas Parma Calcio 1913 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Minggu malam waktu setempat atau Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Nerazzurri sejatinya hanya membutuhkan satu hasil imbang dari tiga laga tersisa untuk mengunci gelar. Namun, mereka tetap tampil maksimal dan mengamankan kemenangan melalui gol Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan.
Kolarov Soroti Mentalitas Tim
Pelatih kepala Cristian Chivu tidak memberikan pernyataan panjang kepada media. Ia menyerahkan sesi konferensi pers kepada staf, termasuk Kolarov, yang menjawab hampir seluruh pertanyaan wartawan. “Kami percaya pada pekerjaan kami sejak awal. Para pemain sangat baik menerima instruksi”, kata Kolarov.
Ia menilai tim mampu bangkit setelah beberapa hasil negatif sebelumnya. “Mudah bekerja dengan mereka. Mereka cepat bereaksi setelah beberapa kekalahan”, lanjutnya.
Sindiran untuk Kritik Final Liga Champions
Kolarov kemudian menyinggung kekalahan Inter di final Liga Champions musim lalu. Ia juga menolak anggapan bahwa hasil tersebut bisa disebut kegagalan total.
“Banyak jurnalis menyebut itu bencana, tetapi tim lain bahkan tidak sampai ke final. Mereka hanya di sofa menonton Inter bermain”, ujarnya.
Selain itu, Inter musim lalu menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih setelah berpisah dengan Simone Inzaghi usai kekalahan 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions UEFA.
Respons dari Dalam Tim
Sementara itu, bek Federico Dimarco juga ikut menanggapi kritik dengan nada emosional. Ia kemudian memberikan respons tegas setelah memastikan gelar Scudetto bersama Inter.
Bahkan, Dimarco mendedikasikan gelar tersebut kepada pihak-pihak yang sempat meragukan dirinya sepanjang musim. “Saya persembahkan ini untuk mereka yang bilang saya sudah selesai”, ujarnya. (MR-02)






