Medali Dunia Perkuat Jalan Panjat Tebing Indonesia ke Asian Games 2026

Dua Peraih Medali – Dua climber Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri) meraih medali emas, dan Rajiah Sallsabillah, meraih medali Perunggu berpose usai upacara penghormatan pemenang pada World Climbing Series Krakow 2026, di Polandia. Hasil rangkaian seri dunia menjadi modal tim panjat tebing Indonesia dalam menyiapkan kekuatan menuju Asian Games 2026. (Sumber foto: Slobodan Miskovic/World Climbing)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim panjat tebing Indonesia menjadikan rangkaian World Climbing Series sebagai bagian penting dari persiapan menuju Asian Games 2026. Hasil pada setiap seri dunia menjadi tolok ukur sekaligus sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri para atlet.

Pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Indonesia meraih empat medali, termasuk satu emas. Sekretaris Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai hasil tersebut memberi energi positif bagi tim.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan beberapa medali. Tentunya, hasil ini menjadi poin penting dan menambah kepercayaan diri para atlet”, kata Wahyu dalam keterangannya yang diterima Mataredaksi, Kamis (9/7/2026).

Lanjut Berburu Prestasi di Chamonix

Usai tampil di Krakow, Polandia, para climber Indonesia langsung melanjutkan perjalanan ke Prancis. Mereka akan mengikuti World Climbing Series Chamonix 2026 pada 10-12 Juli.

Wahyu berharap pencapaian di Polandia dapat memacu semangat atlet untuk kembali tampil maksimal. Menurutnya, dua seri tersebut menjadi bagian dari agenda uji coba tim sebelum menghadapi target yang lebih besar.

“Semoga seri berikutnya di Chamonix menjadi bagian dari dua tryout kami. Kami berharap seluruh atlet dapat menghasilkan pencapaian maksimal”, ujarnya.

PP FPTI mengirim 10 atlet ke Chamonix. Tujuh atlet akan turun pada nomor speed adalah Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Antasyafi Robby Al Hilmi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Raji’ah Sallsabillah.

Sedangkan tiga atlet lainnya berlaga pada nomor lead yakni, Putra Tri Ramadani/Srondeng, Ravianto Ramadhan dan Alma Ariella Tsany.

Andalkan Speed dan Lead

Tim Indonesia juga menaruh harapan pada nomor lead. Optimisme itu muncul setelah Putra Tri Ramadani atau Srondeng meraih emas pada World Climbing Series Praha 2026 di Ceko pada Juni lalu.

Wahyu berharap prestasi Srondeng dapat memantik hasil positif bagi atlet lain. Ia ingin tim speed dan lead sama-sama memberi penampilan terbaik di Chamonix.

“Di nomor lead, kami sudah melihat potensi dari Srondeng. Semoga di Chamonix, nomor speed dan lead dapat tampil maksimal”, terang Wahyu.

Fokus Menuju Asian Games

PP FPTI memakai setiap seri dunia untuk mengasah kesiapan atlet. Selain itu, pemerintah mendukung program tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.

Karena itu, Wahyu meminta atlet menjaga performa pada setiap kejuaraan. Dengan begitu, tim dapat membawa modal positif menuju agenda utama tahun ini.

Target Puncak Tim Indonesia

Selanjutnya, Wahyu menegaskan Asian Games menjadi sasaran utama tim panjat tebing Indonesia. Oleh sebab itu, tim pelatih terus memantau perkembangan atlet pada nomor speed dan lead.

“Asian Games menjadi momentum puncak kami. Target kami adalah meraih hasil maksimal. Karena itu, seluruh program ini menjadi bagian dari persiapan menuju ke sana”, pungkas Wahyu. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *