Piala Dunia 2026: Setan Merah Frustrasi! 10 Pemain Belgia Gagal Jinakkan Iran

Penyelamat Krusial– Kiper Belgia Thibaut Courtois menepis peluang penyerang Iran Mehdi Taremi pada laga Grup G Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Kiper Real Madrid tersebut tampil gemilang untuk menjaga gawang Setan Merah tetap aman dalam pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol atas Team Melli. (Sumber foto: @ConnexionF15706/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Belgia kembali gagal meraih kemenangan di Piala Dunia FIFA 2026. The Red Devils harus puas bermain imbang tanpa gol 0-0 melawan Iran dalam laga kedua Grup G, di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ketat dan sarat peluang ini berjalan di bawah kepemimpinan wasit asal Argentina, Darío Herrera. Belgia sebenarnya mendominasi penguasaan bola serta menciptakan banyak kesempatan.

Namun, kokohnya pertahanan Iran dan penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand membuat Les Diables Rouges (Setan Merah) mandul hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini menjadi skor imbang kedua beruntun bagi Belgia setelah sebelumnya tertahan oleh Mesir. Di sisi lain, satu poin berharga ini menjaga asa Iran untuk lolos dari fase Grup G.

Iran Mengancam Lebih Dulu

Meski Belgia tampil dominan sejak menit awal, peluang berbahaya pertama justru datang dari kubu Iran. Hossein Kanaanizadegan melepaskan tembakan keras yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

https://images.fotmob.com/images/pulse/4667793/imago1078735050_960x640_1782075743.jpg

Dari situasi sepak pojok, Saeid Ezatolahi berhasil menyundul bola di tiang jauh. Beruntung bagi Belgia, arah bola masih tipis melebar dari sasaran.

Belgia merespons melalui Youri Tielemans yang mencoba peruntungannya dari sudut sempit. Namun, Alireza Beiranvand mampu menutup ruang tembak dengan sangat baik.

Iran sempat bersorak pada menit ke-25 saat Mehdi Taremi menaklukkan Courtois dalam situasi satu lawan satu. Akan tetapi, wasit membatalkan gol tersebut setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan Taremi sudah berdiri dalam posisi offside.

Beiranvand dan Courtois Sama-Sama Tangguh

Belgia berusaha meningkatkan intensitas serangan menjelang turun minum. Kevin De Bruyne dan Maxim De Cuyper memperoleh peluang emas melalui tendangan voli, tetapi Beiranvand tampil sigap mengamankan gawang Iran.

Selepas jeda, tekanan Belgia kembali meningkat. Alexis Saelemaekers hampir memecah kebuntuan saat menyambut sepak pojok De Bruyne di tiang jauh, namun bola hanya menghantam jala samping gawang.

Di sisi lain, Courtois juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Penjaga gawang Real Madrid itu melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tendangan voli Taremi yang mengarah ke sudut gawang.

Tak lama kemudian, Alireza Beiranvand kembali menjadi penyelamat Iran dengan menepis tembakan keras De Cuyper.

https://images.fotmob.com/images/pulse/4667793/imago1078474761_960x640_1782074525.jpg

Kartu Merah Kelengahan Nathan Ngoy

Momen krusial pertandingan ini terjadi pada menit ke-66. Nathan Ngoy melakukan kesalahan fatal saat menguasai bola di area pertahanan sendiri. Mehdi Taremi memanfaatkan kelengahan tersebut dan berlari kencang menuju gawang Belgia.

Demi menghentikan bahaya, Ngoy terpaksa menjatuhkan striker Iran tersebut. Wasit Darío Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung untuk Ngoy karena menganggapnya menggagalkan peluang emas mencetak gol.

Bermain dengan 10 orang membuat Belgia harus bekerja ekstra keras pada sisa pertandingan. Iran berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi Courtois tampil tenang saat menepis tembakan jarak jauh Saeid Ezatolahi.

Belgia sendiri masih sempat menciptakan peluang lewat De Cuyper dan Dodi Lukébakio. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat gol tak kunjung tercipta.

Tumpulnya Lini Depan Setan Merah

Hasil imbang ini memperpanjang tren kurang meyakinkan Belgia di turnamen. Absennya Jérémy Doku karena sakit terbukti mengurangi kreativitas serangan tim asuhan Rudi José Garcia. Meski Leandro Trossard dan De Bruyne mampu menciptakan sejumlah peluang, barisan penyerang Belgia gagal memaksimalkannya menjadi gol.

https://images.fotmob.com/images/pulse/4667793/imago_1078734187_960606444_1782073113.jpg

Romelu Lukaku juga belum menemukan ketajamannya kembali. Striker berpengalaman itu kini telah menjalani delapan pertandingan Piala Dunia tanpa mencetak gol sejak terakhir kali melakukannya pada edisi 2018.

Secara statistik, Belgia melepaskan 23 tembakan dengan nilai expected goals (xG) mencapai 1,82. Namun, performa lini depan mereka belum cukup untuk mengakhiri puasa kemenangan yang kini berlangsung dalam empat laga Piala Dunia berturut-turut.

Sebaliknya, Iran menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam bertahan. Bermodal skuad senior dengan rata-rata usia di atas 32 tahun, Team Melli mampu menjaga disiplin organisasi permainan demi mengamankan satu poin. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *