Survei LS Vinus: Kepuasan Masyarakat Kabupaten Bogor 83,29 Persen di Tahun Pertama Rudy Susmanto–Jaro Ade

Fokus – Founder LS Vinus Nusantara, Yusfitriadi, memaparkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat Kabupaten Bogor dalam satu tahun kepemimpinan Rudy Susmanto–Jaro Ade kepada sejumlah wartawan, di Bogor, Kamis (19/2/2026). Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 83,29 persen dari 16 sektor yang diukur. (Foto: Adi Sitorus/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Lembaga Survei Vinus Nusantara (LS Vinus) mencatat tingkat kepuasan masyarakat Kabupaten Bogor mencapai 83,29 persen pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade).

LS Vinus Nusantara menggelar survei pada 5–15 Februari 2026. Survei tersebut mengukur 16 sektor pembangunan di Kabupaten Bogor.

Sektor yang disurvei meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, ketenagakerjaan, pertanian, sosial, pelayanan publik, keamanan, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, tata kelola pemerintahan, tata kelola lingkungan hidup, kebudayaan, dan komunikasi publik.

Hasilnya, masyarakat paling puas pada sektor infrastruktur dengan angka 92,19 persen. Kepuasan tinggi juga terlihat pada sektor kebudayaan sebesar 91,50 persen.

Namun, beberapa sektor masih mencatat angka lebih rendah. Pertanian memperoleh 72,88 persen. Ekonomi 72,94 persen. Ketenagakerjaan 73,56 persen. Transportasi 74,25 persen. Pemberantasan korupsi 79,38 persen. Penegakan hukum 79,75 persen.

Sektor lainnya berada pada kategori puas. Keamanan mencapai 84,44 persen. Kesehatan 85,94 persen. Pendidikan 86,44 persen. Tata kelola pemerintahan 86,25 persen. Pelayanan publik 86,94 persen. Komunikasi publik 88,94 persen. Tata kelola lingkungan hidup 89,13 persen.

Founder LS Vinus Nusantara, Yusfitriadi, menegaskan hanya dua sektor yang masuk kategori sangat puas.

“Dari 16 bidang, dua bidang sangat puas, delapan bidang puas, dan enam bidang lainnya kurang puas. Ini harus menjadi perhatian pada sisa masa kepemimpinan Rudy Susmanto–Jaro Ade”, ujar Yusfitriadi, Kamis (19/2/2026).

Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat sektor pertanian, ekonomi, ketenagakerjaan, dan transportasi. Ia juga mendorong ketegasan dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

“Saya melihat program di sektor pertanian, ekonomi khususnya penyediaan lapangan kerja, dan transportasi belum berjalan maksimal. Kebijakan terkait pemberantasan korupsi dan penegakan hukum juga belum tegas di mata masyarakat”, katanya. (MR-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *