Mataredaksi.com, BOGOR – Racing Club de Lens akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka setelah sukses menjuarai Coupe de France atau Piala Prancis musim 2025/2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kepastian itu diraih klub berjuluk Les Sang et Or usai menundukkan Olympique Gymnastie Club de Nice-Côte d’Azur dengan skor 3-1 pada partai final, di Stade de France, Sabtu (23/5/2026) dini hari WIB.
Florian Thauvin tampil sebagai aktor utama kemenangan Lens. Pemain berpengalaman asal Prancis itu mencetak satu gol dan satu assist untuk membawa tim asuhan Pierre Sage mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini juga menjadi gelar mayor pertama RC Lens racikan Pierre Sage sejak terakhir kali menjuarai Ligue 1 Prancis pada 1998.
Final Berlangsung Sengit Sejak Awal
Pertandingan berjalan terbuka sejak menit awal. OGC Nice lebih dulu mengancam melalui Allan Saint-Maximin yang melepaskan tendangan melengkung, tetapi bola masih melayang di atas mistar.
Di sisi lain, Lens hampir membuka keunggulan saat Elye Wahi mendapatkan peluang emas memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Nice. Namun, penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.
Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-25. Kiper Lens, Robin Risser, memulai serangan cepat lewat umpan panjang kepada Matthieu Udol. Bola kemudian diteruskan ke Florian Thauvin yang sukses menaklukkan penjaga gawang Nice untuk membawa Lens unggul 1-0.
Tak berhenti sampai di situ, Thauvin kembali berperan penting menjelang akhir babak pertama. Mantan pemain Marseille itu mengirim umpan matang yang berhasil disundul Odsonne Édouard menjadi gol kedua Lens pada menit ke-42.
Namun, OGC Nice asuhan Claude Puel belum menyerah. Djibril Coulibaly memperkecil ketertinggalan sesaat sebelum turun minum melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Jonathan Clauss.
Sima Pastikan Gelar Bersejarah Lens
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap tinggi. Nice beberapa kali mengancam demi memburu gol penyama kedudukan.
Antoine Mendy nyaris mencetak gol setelah sundulannya membentur mistar gawang. Sementara Elye Wahi juga memaksa Robin Risser melakukan penyelamatan penting pada awal babak kedua.
Saat Nice terus menekan, Lens justru berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-78. Berawal dari umpan panjang lini belakang, Dante gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga Abdallah Sima berhasil lolos dan menaklukkan Maxime Dupé.
Gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 untuk RC Lens sekaligus menutup laga final dengan penuh suka cita bagi pendukung mereka.
Thauvin Jadi Pembeda
Performa Florian Thauvin kembali menjadi sorotan dalam laga final tersebut. Selain mencetak gol dan assist, ia juga tampil dominan sepanjang pertandingan.
Sejak Februari 2026, Thauvin tercatat sudah terlibat langsung dalam 16 gol di semua kompetisi, dengan rincian sembilan gol dan tujuh assist.
Di final Coupe de France, ia tak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga aktif membangun serangan dengan menciptakan tiga peluang penting untuk timnya.
Ketajaman penyelesaian akhir Lens menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini, meski secara statistik Nice juga tampil cukup agresif sepanjang laga. (MR-02)






