Mataredaksi.com, BOGOR – Upaya Fútbol Club Barcelona membangun lini serang baru pada bursa transfer musim panas belum menunjukkan tanda berhenti. Setelah hampir menyelesaikan perekrutan Anthony Gordon, kini fokus Blaugrana beralih kepada striker Atlético Madrid, Julián Álvarez.
Secara finansial, kedua transfer tersebut tampak serupa. Barcelona harus mengeluarkan dana besar untuk membayar biaya transfer dan gaji pemain. Namun, situasi Julián Álvarez diyakini jauh lebih rumit dibanding negosiasi dengan Newcastle United untuk mendapatkan Anthony Gordon.
Barcelona Sudah Ajukan Tawaran Fantastis
Laporan terbaru menyebut Barcelona telah mengajukan tawaran awal senilai 100 juta euro atau sekitar 116 juta dolar AS demi memboyong Julián Álvarez ke Camp Nou.
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, proposal tersebut murni berupa uang tunai tanpa tambahan bonus maupun skema pertukaran pemain.
Meski nilainya sangat besar, Atlético Madrid disebut belum tergoda untuk membuka negosiasi serius. Situasi ini berbeda dengan Newcastle United yang lebih terbuka menjual Anthony Gordon setelah gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Atlético Madrid Mulai Gerah dengan Barcelona
Atlético justru memperlihatkan sikap keras terhadap pendekatan Barcelona dalam beberapa bulan terakhir. Media Spanyol melaporkan manajemen Atlético Madrid mulai merasa kesal terhadap berbagai rumor dan manuver Barcelona terkait Julián Álvarez.
Sumber internal klub bahkan menegaskan bahwa pemain asal Argentina tersebut “tidak dijual” pada musim panas ini. Ketegangan meningkat setelah rumor mengenai ketertarikan Barcelona terus berkembang di media.
Dalam laporan yang dikutip Diario AS, pihak Atlético disebut muak dengan berbagai spekulasi, termasuk isu pembelian rumah Julián Álvarez di Barcelona hingga berbagai pertanyaan yang terus diarahkan kepada sang pemain.
“Barcelona bertindak seperti klub kecil dalam urusan Julián ini”, bunyi pernyataan anonim dari sumber klub.
Atlético Madrid berada dalam posisi yang cukup nyaman karena tidak memiliki tekanan finansial untuk melepas pemain bintangnya. Selain itu, Julián Álvarez masih terikat kontrak panjang selama empat tahun.
Permintaan Sang Pemain Bisa Jadi Penentu
Meski Atlético Madrid bersikap keras, situasi bisa berubah apabila Julián Álvarez benar-benar meminta hengkang secara resmi.
Striker Timnas Argentina itu bergabung dari Manchester City dua tahun lalu lewat transfer bernilai sekitar 95 juta euro. Namun, performanya pada musim 2025/2026 dinilai menurun dibanding musim debutnya.
Di kompetisi La Liga, Álvarez hanya mencetak delapan gol dari 29 pertandingan. Jumlah tersebut kalah menonjol dibanding catatan produktivitasnya di Liga Champions.
Beberapa laporan di Spanyol juga menyebut adanya ketegangan internal terkait janji kontrak baru yang belum terpenuhi. Situasi itu disebut membuat Julián Álvarez mulai mempertimbangkan masa depannya di Riyadh Air Metropolitano.
Rivalitas Bisa Bikin Harga Semakin Mahal
Jika akhirnya bersedia melepas Julián Álvarez, Atlético Madrid diperkirakan akan meminta harga jauh lebih tinggi kepada Barcelona dibanding klub lain.
Rivalitas panjang antara kedua klub diyakini menjadi faktor utama. Atlético disebut lebih nyaman bernegosiasi dengan klub seperti Arsenal FC atau Paris Saint-Germain dibanding memperkuat rival domestik mereka.
Situasi tersebut membuat Barcelona menghadapi tantangan besar jika benar-benar ingin menjadikan Julián Álvarez sebagai proyek utama lini depan mereka musim depan. (MR-02)






