Mataredaksi.com, BOGOR – Luka Modrić kembali membuktikan kelasnya di panggung dunia. Gelandang veteran berusia 40 tahun itu mencetak Sejarah, setelah menjadi pemain tertua yang mencatatkan assist di Piala Dunia FIFA 2026, sekaligus membawa Kroasia menaklukkan Ghana 2-1 pada laga terakhir Grup L, di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan Kroasia finis di posisi kedua klasemen Grup L dan memastikan tiket ke babak 32 besar. Sementara itu, Ghana harus puas menempati peringkat ketiga meski tetap lolos ke fase gugur.
Kroasia Pecah Kebuntuan
Pertandingan berlangsung hati-hati sejak menit awal. Kedua tim gagal melepaskan tembakan selama 15 menit pertama sebelum Kroasia mulai mengambil alih kendali permainan.
Nikola Vlašić hampir membuka keunggulan ketika tembakan jarak jauhnya membentur tiang gawang. Tak lama berselang, sundulan Ivan Perišić juga masih mampu diamankan kiper Ghana, Benjamin Asare.
Kroasia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-30. Berawal dari pergerakan cerdas Mateo Kovačić, Petar Sučić melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Ghana.
Di sisi lain, Ghana hanya menciptakan sedikit peluang pada babak pertama. Antoine Semenyo sempat mengancam lewat tembakan dari sudut sempit, tetapi bola melenceng tipis dari sasaran.
Modrić Ukir Rekor Bersejarah
Selepas turun minum, Ghana tampil lebih agresif. Tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-73 ketika Derrick Luckassen memanfaatkan umpan tendangan bebas Ernest Nuamah untuk menaklukkan Dominik Livaković dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membangkitkan semangat Kroasia. Mario Pašalić hampir membawa timnya kembali unggul, tetapi Benjamin Asare mampu menepis bola ke atas mistar.
Gol kemenangan akhirnya lahir tujuh menit sebelum laga usai. Luka Modrić mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Nikola Vlašić untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Assist itu mengukir sejarah bagi Modrić. Pada usia 40 tahun 291 hari, kapten Kroasia tersebut menjadi pemain tertua yang mencatatkan assist di putaran final Piala Dunia.
Pencapaian tersebut semakin menegaskan peran penting Modrić di lini tengah Kroasia. Selain mencatat assist, ia juga menjadi motor permainan dengan menciptakan empat peluang sepanjang pertandingan. Pengalaman dan visi bermainnya kembali menjadi pembeda ketika tim membutuhkan gol kemenangan pada fase krusial.
Kroasia Tantang Portugal
Selain mencatatkan assist bersejarah, Modrić juga mendominasi jalannya pertandingan. Gelandang Real Madrid itu menciptakan empat peluang, membukukan 102 sentuhan bola, serta menorehkan 82 umpan akurat, terbanyak dibandingkan pemain lain di lapangan.
Performa Impresif Baturina
Martin Baturina juga tampil impresif. Gelandang Como 1907 tersebut memenangi delapan duel, melakukan enam kali perebutan bola. Bahkan, lawan paling sering melanggar gelandang Kroasia ini hingga menorehkan lima pelanggaran.
Kebangkitan Vatreni ke Babak Gugur
Kemenangan atas Ghana juga menunjukkan karakter Kroasia yang tidak mudah menyerah. Setelah membuka turnamen dengan kekalahan dari Inggris, tim asuhan Zlatko Dalić mampu bangkit dan menyapu dua laga berikutnya untuk mengamankan tiket ke fase gugur sebagai runner-up Grup L.
Kroasia menutup fase grup dengan dua kemenangan beruntun setelah sempat kalah dari Inggris pada laga pembuka. Hasil itu mengantarkan tim asuhan Zlatko Dalić menghadapi Portugal pada babak 32 besar.
Di sisi lain, Ghana tetap lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka berpeluang menghadapi Kolombia, meski penentuan lawan mereka masih bergantung pada hasil pertandingan lain. (MR-01)






