Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Argentina menutup fase grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan catatan sempurna. Tim Tango menaklukkan Yordania 3-1 pada laga terakhir Grup J, di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) pagi WIB.
Meski memulai pertandingan dari bangku cadangan, Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian. Kapten La Albiceleste itu mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-80 untuk memastikan kemenangan sekaligus menorehkan rekor baru di panggung Piala Dunia.
Hasil tersebut memastikan Argentina menyapu bersih tiga pertandingan Grup J dan melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup. Tim asuhan Lionel Scaloni selanjutnya akan menghadapi Tanjung Verde pada fase gugur.
Lo Celso dan Lautaro Bawa Argentina Unggul
Tanpa menurunkan Messi sejak menit pertama, Argentina tetap tampil dominan. Nicolás Otamendi memperoleh peluang pertama melalui sundulan hasil sepak pojok Giovani Lo Celso, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-19. Bek Mohannad Abu Taha menjatuhkan Giovani Lo Celso di tepi kotak penalti. Gelandang Real Betis itu kemudian bangkit dan mengeksekusi tendangan bebas yang meluncur deras ke sudut kiri atas gawang Yazeed Abulaila.
Gol Spesial dan Penalti Lautaro
Gol tersebut menjadi momen istimewa bagi Lo Celso yang langsung mencatatkan nama di papan skor pada penampilan perdananya di putaran final Piala Dunia. Ia mengikuti jejak Martín Palermo yang terakhir kali melakukannya untuk Argentina pada edisi 2010.
Argentina terus menguasai jalannya pertandingan. Lautaro Martínez hampir menggandakan keunggulan setelah menerima umpan silang Nicolás Tagliafico, tetapi bola hanya membentur mistar gawang.
Tekanan berlanjut ketika Nizar Al-Rashdan mengenai kepala Marcos Senesi saat berusaha menyapu bola di kotak penalti. Setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), wasit István Kovács langsung menunjuk titik putih.
Lautaro Martínez yang mengemban tugas sebagai algojo sukses mengecoh Abulaila dan menggandakan keunggulan Argentina. Gol tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang sang striker setelah sembilan penampilan di Piala Dunia.
Yordania Sempat Memberi Perlawanan
Otamendi dan Julián Álvarez juga nyaris menambah skor sebelum turun minum. Namun, penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat Argentina menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, Argentina kembali menciptakan sejumlah peluang. Lautaro Martínez kembali membentur mistar gawang sebelum Lionel Scaloni memutuskan memasukkan Lionel Messi pada pertengahan babak.
Masuknya sang kapten sempat berbarengan dengan kebangkitan Yordania. Tim asal Timur Tengah itu memperkecil ketertinggalan ketika pemain pengganti Mousa Al-Tamari menyelesaikan umpan matang Ehsan Haddad untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Yordania. Namun, Argentina tidak kehilangan kendali permainan dan terus menguasai penguasaan bola.
Messi Tambah Rekor Baru
Momen yang penggemar tunggu akhirnya tiba pada menit ke-80. Setelah melewati Amer Jamous, bek lawan melanggar Messi tepat di depan kotak penalti.
Messi memanfaatkan kesempatan emas itu secara sempurna. Tendangan bebas kaki kirinya melengkung melewati pagar hidup sebelum bersarang di sudut gawang Yordania tanpa mampu Abulaila jangkau.
Gol tersebut bukan sekadar memastikan kemenangan Argentina. Messi juga mencetak gol keenamnya pada Piala Dunia 2026 sehingga memperlebar persaingan dalam perebutan Sepatu Emas.
Dominasi Efektif La Albiceleste
Lebih dari itu, kapten Argentina tersebut menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh penampilan Piala Dunia secara beruntun. Koleksi golnya di putaran final juga bertambah menjadi 19 gol, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah turnamen.
Pada usia 39 tahun, Messi juga menjadi pemain Argentina kedua yang tampil di Piala Dunia pada usia tersebut setelah Ángel Labruna pada edisi 1958.
Selain kemenangan, Argentina juga menunjukkan efektivitas permainan. Tim asuhan Lionel Scaloni membukukan expected goals (xG) sebesar 2,13 dari 12 percobaan sepanjang pertandingan, jauh mengungguli Yordania yang hanya menghasilkan xG 0,74 dari lima tembakan.
Keberhasilan Lo Celso dan Messi mencetak gol melalui tendangan bebas langsung juga menempatkan Argentina dalam daftar tim yang mampu mencetak lebih dari satu gol tendangan bebas pada satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966.
Dengan modal tiga kemenangan beruntun di fase grup, La Albiceleste melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi. (MR-02)






