Mataredaksi.com, BOGOR – Associazione Calcio Milan atau AC Milan tampil perkasa saat menjamu rival sekotanya, Football Club Internazionale Milano (FC Inter Milan) dalam Derby della Madonnina pekan ke-10 Serie A 2026/2027.
Bintang Belgia, Diego Moreira, menjadi aktor utama kemenangan Rossoneri setelah menyumbangkan satu gol dan dua assist untuk membawa tim asuhan Rúben Amorim menang 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Inter pada awal musim ini. Sebaliknya, Milan sukses mengamankan kemenangan penting sekaligus memperpanjang tren positif saat menghadapi rival sekotanya.
Gelandang sayap yang dikenal juga sebagai Moreira Jr langsung menunjukkan pengaruh besar sejak awal pertandingan. Pemain berusia 22 tahun itu mengirim umpan matang yang diselesaikan Christian Pulisic melalui sundulan pada menit keempat.
Bola mengarah ke sudut kiri bawah gawang Josep Martínez dan membawa Milan unggul 1-0. Enam menit berselang, Moreira kembali berperan dalam gol kedua tuan rumah. Ia mengirim sepak pojok mendatar ke arah Adrien Rabiot.
Gelandang asal Prancis itu menyambutnya dengan sentuhan cerdik yang membuat bola meluncur melewati kerumunan pemain dan masuk ke gawang Inter. Milan pun unggul 2-0 ketika pertandingan baru berjalan 10 menit.
Bastoni Perkecil Ketertinggalan, Moreira Kembali Mengguncang Inter
Inter berusaha mengejar ketertinggalan setelah Alessandro Bastoni mencetak gol pada menit ke-22. Bek Nerazzurri itu menyambut sepak pojok Hakan Çalhanoğlu dengan sundulan setelah Manuel Akanji menyentuh bola lebih dahulu. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1.
Inter kemudian meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang. Djed Spence hampir menyamakan kedudukan, tetapi Mike Maignan tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut melalui penyelamatan gemilang.
Milan kembali memperlebar jarak menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Diego Moreira maju mengambil tendangan bebas dari jarak sekitar 25 yard. Pemain berusia 22 tahun itu mengarahkan tembakan melengkung dengan kaki kirinya, melewati pagar hidup, dan menaklukkan Josep Martínez.
Gol indah tersebut membawa Milan unggul 3-1 sekaligus melengkapi kontribusi Moreira dalam ketiga gol Rossoneri pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, Inter mencoba bangkit dan kembali menekan pertahanan tuan rumah. Carlos Augusto sempat mengancam melalui sundulan pada menit ke-56, tetapi bola melenceng dari sasaran.
Skuad asuhan Cristian Chivu kemudian memperoleh peluang untuk memperkecil skor. Wasit Marco Guida sempat menunjuk titik putih setelah melihat dugaan handball Mario Gila. Namun, pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) mengubah keputusan tersebut.
Tayangan ulang memperlihatkan bola mengenai dada bek asal Spanyol itu, bukan tangannya. Setelah keputusan VAR tersebut, Inter semakin kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Ange-Yoan Bonny sempat mencoba peruntungan melalui tendangan voli, tetapi barisan pertahanan Milan mampu menggagalkan upayanya.
Hingga Marco Guida meniup peluit panjang, Milan terus menjaga keunggulan 3-1. Para Milanisti, pendukung Rossoneri, di San Siro pun merayakan kemenangan penting atas rival sekotanya.
Diego Moreira Cetak Sejarah Lewat Tendangan Bebas
Diego Moreira menjadi pusat perhatian dalam Derby della Madonnina kali ini. Ia tidak hanya menyumbangkan dua assist pada awal pertandingan, tetapi juga mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas langsung.
Data Opta mencatat gol tersebut sebagai gol tendangan bebas langsung ketiga pemain Milan dalam Derby della Madonnina sejak musim 2004/2005, ketika penyedia statistik itu mulai mengumpulkan data.
Andrea Pirlo lebih dahulu mencetak gol melalui skema serupa saat menghadapi Inter dalam pertandingan Serie A pada Desember 2007. Theo Hernández kemudian mengikuti jejaknya ketika kedua tim bertemu pada ajang Supercoppa Italiana, Januari 2025.
Dengan golnya kali ini, Moreira menambah namanya dalam catatan spesial tersebut. Ia juga menjadi pemain Milan pertama yang mencetak gol tendangan bebas langsung dalam derby Serie A pada periode pencatatan Opta itu.
Rabiot Ikuti Jejak Kaká dan Çalhanoğlu
Adrien Rabiot turut menorehkan catatan istimewa dalam kemenangan Milan. Gelandang asal Prancis itu kini selalu mencetak gol atau menyumbangkan assist dalam lima pertandingan Serie A terakhirnya. Rinciannya, empat gol dan dua assist.
Menurut data Opta, Rabiot menjadi gelandang ketiga Milan yang mampu mencatatkan kontribusi gol dalam lima pertandingan liga secara beruntun sejak musim 2004/2005. Sebelumnya, Kaká dan Hakan Çalhanoğlu lebih dahulu mengukir pencapaian tersebut.
Kemenangan atas Inter juga mempertegas dominasi Milan dalam beberapa pertemuan terakhir. Rossoneri kini mengantongi tiga kemenangan derby beruntun di Serie A. Mereka terakhir kali mencapai catatan serupa pada era Carlo Ancelotti, yang membawa Milan meraih empat kemenangan atas rival sekotanya antara 2002 dan 2004.
Bahkan, Milan memperpanjang catatan tanpa kekalahan menjadi delapan pertandingan di seluruh kompetisi saat menghadapi Inter. Dalam rentang tersebut, Rossoneri meraih enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Kemenangan 3-1 di Giuseppe Meazza, San Siro, menjadi pernyataan kuat Milan dalam persaingan Serie A Italia 2026/2027. Sebaliknya, Inter harus segera berbenah setelah menelan kekalahan pertama mereka di liga musim ini. (MR-02)






