Mataredaksi.com, BOGOR – Kekalahan 0-2 dari klub Hungaria, Ferencvárosi Torna Club pada pertandingan keempat League Phase Liga Eropa UEFA 2026/2027, Jumat (6/11/2026) dini hari WIB, membuat AC Milan kembali terpuruk di kompetisi Eropa.
Brace Lenny Joseph pada menit ke-52 dan 66, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Italia, memperpanjang catatan buruk Rossoneri sekaligus memicu kekecewaan Rúben Amorim terhadap performa anak asuhnya.
Pelatih asal Portugal tersebut secara terbuka mengakui AC Milan tampil jauh di bawah harapan. Amorim bahkan menegaskan kali ini dirinya tidak memiliki alasan untuk membela tim, terutama setelah melihat penampilan buruk pada babak pertama.
Amorim Soroti Ambisi dan Sikap Pemain
Rúben Amorim tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya setelah AC Milan tumbang di hadapan pendukung sendiri. Ia menilai persoalan utama timnya bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan kurangnya ambisi, konsentrasi, dan keinginan untuk bertarung di lapangan.
Dalam wawancara seusai pertandingan, Amorim mengaku kesulitan menjelaskan penampilan Rossoneri. Ia bahkan tidak mampu mengingat kapan terakhir kali timnya menjalani babak pertama seburuk itu.
“Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama mengenai babak pertama. Saya tidak ingat pernah melihat babak pertama seperti ini. Ini tentang ambisi, konsentrasi, dan keinginan”, ujar Rúben Amorim.
Ia juga menyoroti kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan para pemain. AC Milan terlalu mudah kehilangan penguasaan bola dan memberikan kesempatan kepada Ferencvárosi untuk membangun serangan.
Menurut Rúben Amorim, timnya tidak menunjukkan kesiapan yang dibutuhkan untuk menjalani pertandingan penting di kompetisi Eropa. Situasi tersebut membuatnya sulit memberikan pembelaan terhadap performa Rossoneri.
“Kami memberikan peluang kepada lawan, melakukan kesalahan-kesalahan bodoh, dan tidak siap bermain sepak bola malam ini”, tegas Rúben Amorim yang dikutip Mataredaksi dari Sky Sports.
Derby della Madonnina Tak Boleh Jadi Alasan
Kekalahan dari Ferencvárosi terasa semakin mengecewakan bagi AC Milan. Sebab, Rossoneri sebelumnya meraih kemenangan dalam Derby della Madonnina melawan Inter Milan pada akhir pekan.
Hasil positif tersebut sempat meningkatkan kepercayaan diri tim. Namun, Rúben Amorim menilai para pemain gagal menjaga kesiapan ketika harus beralih dari pertandingan derby ke kompetisi Eropa.
Ia menegaskan bahwa status AC Milan sebagai klub besar membawa tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan. Amorim pun mengingatkan para pemain agar tidak mengulangi penampilan buruk seperti saat menghadapi Ferencvárosi.
“Sulit menjelaskannya. Kami tidak siap beralih dari derby ke kompetisi lain. Ketika bermain untuk AC Milan, kalian memiliki tanggung jawab. Kalian tidak bisa tampil seperti itu”, ungkap Amorim.
Mantan pelatih Manchester United tersebut juga tidak hanya menyalahkan para pemain. Ia turut mengakui tanggung jawabnya sendiri karena belum memastikan tim tampil dengan kesiapan yang seharusnya. “Saya mungkin juga tidak memastikan tim tampil dengan kesiapan yang seharusnya”, tambahnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Amorim memahami persoalan AC Milan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyalahkan individu. Ia harus memperbaiki pendekatan tim terhadap pertandingan, terutama ketika jadwal kompetisi menuntut konsistensi.
Amorim Akui Milan Belum Siap Bersaing di Dua Kompetisi
Masalah konsistensi menjadi perhatian besar bagi Rúben Amorim. AC Milan mampu tampil meyakinkan ketika menghadapi Inter Milan, tetapi kemudian kesulitan menunjukkan performa serupa saat melawan Ferencvárosi.
Pelatih Rossoneri itu mengakui timnya belum siap bersaing secara kompetitif di dua ajang sekaligus. Ia menilai para pemain perlu mengubah cara memandang sepak bola sekaligus memperbaiki pendekatan terhadap setiap pertandingan.
“Kami belum siap untuk bersaing di dua kompetisi. Kami perlu bekerja pada cara kami memandang sepak bola dan bagaimana kami menghadapi pertandingan”, kata Amorim.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat menutupi hasil buruk tersebut. Bahkan, Amorim mengaku biasanya memiliki banyak hal untuk membela timnya, tetapi kali ini ia memilih tidak melakukannya.
“Biasanya saya memiliki banyak hal untuk membela tim, tetapi malam ini tidak. Kami harus lebih rendah hati dan memahami apa yang telah terjadi”, tutur Amorim.
Kekalahan dari Ferencvárosi menjadi peringatan bagi AC Milan. Amorim menuntut para pemain segera memahami tanggung jawab mereka dan menunjukkan perubahan nyata dalam pertandingan berikutnya.
Pavlović Jadi Contoh Etos Kerja yang Diinginkan Amorim
Di tengah kekecewaan terhadap performa tim, Amorim menyebut Strahinja Pavlović sebagai salah satu pemain yang dapat menjadi contoh bagi rekan-rekannya.
Bek tengah asal Serbia tersebut memiliki etos kerja dan semangat yang sesuai dengan tuntutan pelatih. Amorim ingin seluruh pemain menunjukkan kesungguhan serupa, baik saat menjalani latihan maupun ketika bertanding.
“Saya ingin semua pemain berlatih seperti Strahinja Pavlović. Dia siap mati dalam latihan. Dia merupakan contoh yang baik”, ujar Amorim.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bagi para pemain AC Milan. Amorim menilai beberapa pemain kesulitan menerima situasi ketika tidak masuk dalam susunan starter. Namun, kondisi itu tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas permainan.
Menurutnya, AC Milan seharusnya tetap mampu meraih kemenangan meskipun melakukan rotasi pemain. Amorim menegaskan bahwa kesempatan bermain harus diikuti dengan tanggung jawab dan performa yang memadai.
“Tidak ada alasan. Kami seharusnya bisa menang, bahkan dengan pemain-pemain yang menjadi starter”, tegasnya. Amorim juga menyoroti pentingnya memenangkan perebutan bola kedua. Ia melihat AC Milan terlalu sering kehilangan momentum karena gagal menguasai situasi setelah duel awal.
Karena itu, timnya harus memperbaiki aspek tersebut agar dapat tampil lebih kompetitif. Perbaikan tersebut juga penting untuk mencegah Rossoneri kembali menghadapi persoalan serupa dalam pertandingan berikutnya.
Amorim Tak Menyerah di Liga Europa UEFA
Meski AC Milan kini berada di luar zona playoff setelah hanya mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan, Amorim belum menyerah terhadap peluang timnya di Liga Europa UEFA.
Pelatih yang sempat menukangi Sporting Clube de Portugal tersebut mengakui situasi Rossoneri semakin sulit. Namun, ia menegaskan timnya tetap harus berjuang selama peluang secara matematis masih terbuka.
“Saya harus fokus pada liga, tentu saja. Namun, kami juga harus tampil baik di Liga Europa. Kami harus dan bisa memenangkan pertandingan meskipun melakukan rotasi”, katanya.
Amorim menilai AC Milan belum memiliki kesiapan untuk bermain dan meraih kemenangan setiap tiga hari. Karena itu, ia menuntut perbaikan menyeluruh agar tim mampu menghadapi jadwal padat di dua kompetisi. “Kami harus siap bermain dan menang setiap tiga hari. Saat ini, kami belum siap”, ungkapnya.
Meski demikian, Amorim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan perjuangan di Liga Eropa UEFA. Ia tetap ingin membawa AC Milan bersaing selama peluang untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi tersebut masih tersedia.
“Saya tidak akan menyerah pada kompetisi ini. Selama secara matematis kami belum tersingkir, kami akan terus berjuang di kompetisi ini seperti halnya di kompetisi lainnya”, pungkas Amorim.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa AC Milan masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki perjalanan mereka di Eropa. Namun, Rossoneri harus segera membenahi ambisi, konsentrasi, dan sikap bertanding jika ingin menghindari kegagalan lebih jauh. (MR-02)
Sumber: skysports.com






