AC Milan Terkapar di San Siro, Cremonese Ukir Sejarah

Baschirotto dan Bonazzoli Bawa Grigiorossi Raih Kemenangan Perdana di Kandang Rossoneri

PARA pemain Cremonese berselebrasi dengan penuh suka cita usai pertandingan berlari ke arah tribun untuk menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung setia usai pertandingan pekan perdana, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Milan, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB. Kemenangan 2-1 atas Rossoneri menambah motivasi Le Tigri. (Sumber Foto: X/@USCremonese)

Mataredaksi.com, BOGOR – Laga perdana Serie A Italia 2025/2026 jadi mimpi buruk bagi AC Milan. Bermain di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Milan, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB, Rossoneri harus mengakui keunggulan tamunya, Cremonese, dengan skor 1-2. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Grigiorossi sepanjang sejarah di markas Milan.

Cremonese tampil berani sejak awal. Tekanan mereka membuahkan hasil lewat gol Federico Baschirotto. Milan sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Strahinja Pavlović yang memanfaatkan umpan Estupiñán, namun tim tamu memastikan kemenangan lewat eksekusi dingin Federico Bonazzoli di babak kedua.

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memuji mentalitas anak asuhnya. “Datang ke Giuseppe Meazza, San Siro dan pulang dengan tiga poin bukan hal mudah. Kami bermain dengan hati, organisasi, dan kerendahan hati. Itu kunci kemenangan”, ujarnya kepada DAZN Italia.

Sebaliknya, kekecewaan meliputi kubu Milan. Massimiliano Allegri, yang baru saja memulai periode keduanya di Rossoneri, mengakui timnya masih rapuh. “Kami punya banyak peluang, tapi kurang tekad. Dua gol yang kami kebobolan seharusnya bisa dihindari. Ini pelajaran penting bahwa di Serie A, setiap kelengahan akan dihukum lawan”, ucap Allegri.

Kekalahan ini menodai pesta comeback Allegri ke bangku cadangan Milan. Sang allenatore menekankan perlunya peningkatan konsentrasi, terutama dalam bertahan. “Kami tidak boleh kebobolan dengan cara seperti itu. Pertandingan pertama memang selalu rumit, tapi kami harus segera memperbaiki detail”, tegasnya.

Kemenangan bersejarah ini memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi Cremonese untuk menatap musim baru, sementara Milan harus cepat bangkit jika tak ingin tertinggal sejak awal dalam persaingan Scudetto. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *