Respons Sempurna Setelah Kekalahan di Liga
Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, meminta respons langsung dari skuadnya setelah kekalahan 1-3 dari Hellas Verona akhir pekan lalu. Ia menuntut penampilan yang sempurna, dan timnya menjawab tepat seperti itu pada kemenangan penting 2-1 atas Chelsea pada laga keenam Phase League Liga Champions UEFA 2025/2026 di Stadion Atleti Azzurri d’Italia di Bergamo, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB.
Chelsea membuka skor lebih dulu lewat João Pedro. Gol itu sempat dianulir karena dugaan offside, namun Video Assistant Referee (VAR) memastikan Reece James berada sejajar saat memberikan assist.
Atalanta tidak panik. Charles De Ketelaere memberi umpan akurat untuk Gianluca Scamacca, yang menanduk bola ke gawang untuk menyamakan skor. De Ketelaere kemudian membawa Atalanta berbalik unggul setelah tendangannya mengenai Malo Gusto dan berbelok masuk.
Palladino: Tim Bermain Sempurna
Raffaele Palladino menegaskan bahwa kemenangan ini datang dari mentalitas yang tepat. “Saya sangat senang. Ini malam yang ajaib di depan para penggemar kami. Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dengan kualitas teknik dan kecepatan luar biasa. Hasil ini memberi nilai ekstra pada kerja keras kami”, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi. “Kami tidak boleh tampil naik turun. Saya ingin percaya kekalahan dari Hellas Verona hanya sebuah slip. Tim bermain sempurna malam ini meskipun hanya memiliki satu hari untuk mempersiapkan diri”, katanya.
Atmosfer di Stadion Atleti Azzurri d’Italia turut mengangkat mental tim. Suporter Atalanta mendorong setiap duel, terutama saat Chelsea meningkatkan intensitas lewat Mykhailo Mudryk dan Cole Palmer. La Dea merespons dengan transisi cepat yang menjaga tempo tetap stabil.
Raffaele Palladino menilai kemenangan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri jelang laga Serie A berikutnya. Atalanta kini memimpin perolehan poin wakil Italia di tabel Liga Champions dengan 13 angka dari enam pertandingan.
Kerja Taktis yang Terbayar
Palladino mengakui jadwal padat membuatnya belum bisa menerapkan seluruh ide taktikal, namun ia puas dengan respons pemain. “Kami mencoba menekan tombol yang tepat. Mereka bekerja keras dan mengikuti instruksi”, ujarnya.
Scamacca juga menegaskan bahwa kemenangan ini lahir dari keberanian tim.
“Kami tidak membiarkan Chelsea mengontrol laga. Umpan Charles (De Ketelaere) memberi energi besar buat kami”, katanya.
Ia turut menyoroti kontribusi pemain yang tidak tampil. “Saya berterima kasih kepada Marco Brescianini, Lazar Samardžić, Isak Hien, dan Daniel Maldini. Walaupun tidak bermain, mereka bekerja keras dalam persiapan. Kemenangan ini milik seluruh skuad”, tegasnya.
Belajar dari Gaya Chelsea
Palladino sempat menghabiskan waktu belajar di London untuk mengamati sesi latihan Enzo Maresca. Pengetahuan itu membuatnya memahami karakter permainan Chelsea.
“Chelsea bergerak cepat, mereka mengalirkan bola dengan cara yang berbeda. Saya tahu keunggulan mereka, jadi saya meminta anak-anak tampil sempurna, dan mereka melakukannya”, ujarnya.
Ia memuji barisan bertahan Atalanta yang memenangi banyak duel satu lawan satu. “Odilon Kossounou, Sead Kolašinac, dan Berat Djimsiti tampil kuat. Honest Ahanor memberi dampak besar ketika masuk. Kami memilih menekan daripada duduk terlalu rendah, karena jika bertahan dalam, Chelsea akan mengurung kami”, katanya.
Bidik Delapan Besar, Fokus Tetap Serie A
Atalanta kini menjadi wakil Italia dengan peringkat terbaik di Liga Champions dan berpeluang besar lolos langsung ke babak 16 besar. Namun Palladino menegaskan fokus utama tetap Serie A.
“Saya belum melihat klasemen. Kami terlalu jauh tertinggal di liga. Apa yang kami tunjukkan melawan Hellas Verona tidak boleh terjadi lagi”, katanya. “Finis di delapan besar Eropa tentu luar biasa, tetapi kami harus menjaga sikap seperti malam ini”.
Palladino juga menjanjikan hadiah untuk skuadnya jika mereka menang atas Cagliari. “Hadiah terbaik bagi mereka adalah waktu istirahat. Mereka sudah memiliki segalanya”, tutupnya. (MR-01)






