BI Lepas Emas
Mataredaksi.com, JAKARTA – Di tengah tren akumulasi emas oleh bank-bank sentral dunia, Bank Indonesia memilih langkah berbeda. Hingga Agustus 2025, BI melepas 11 ton emas dari cadangannya. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang justru menjual emas sementara mayoritas bank sentral global menambah kepemilikan.
Bank Dunia Tambah Cadangan
Menurut data Kitco News, bank-bank sentral secara kolektif menambahkan 15 ton emas bersih ke cadangan global pada Agustus 2025. Laporan tersebut bersumber dari Dana Moneter Internasional (IMF) serta masing-masing bank sentral. Analis Senior World Gold Council (WGC), Krishan Gopaul, menilai tren ini menandakan kembalinya pola pembelian setelah cadangan global stagnan pada Juli.
“Pergerakan harga emas yang terus menguat memengaruhi keputusan pembelian beberapa bank sentral. Meski beberapa melakukan penjualan, minat terhadap emas tetap tinggi”, ujar Gopaul.
Negara Lain Bergerak Aktif
Kazakhstan mencatat pembelian emas terbesar, menambah 8 ton sehingga total cadangannya menjadi 316 ton, atau 32 ton lebih tinggi dibanding akhir 2024. Bulgaria meningkatkan cadangan sebesar 2 ton, pencapaian bulanan terbesar sejak Juni 1997, sehingga total kini mencapai 43 ton.
Turki menambah 2 ton, membawa total cadangannya naik menjadi 639 ton. Di sisi lain, China menambahkan 2 ton, menjadikan kepemilikan emasnya lebih dari 2.300 ton atau sekitar 7% dari cadangan internasional. Uzbekistan turut menambah 2 ton, sehingga cadangan resmi menjadi 366 ton, meski turun 17 ton dibanding akhir 2024.
Ceko memperpanjang program akumulasi emasnya dengan tambahan 2 ton, sehingga cadangan resmi meningkat menjadi 65 ton. Ghana juga menambah 2 ton, sehingga total pembelian tahun ini mencapai 5 ton dan cadangan nasional naik menjadi 36 ton.
Strategi Cadangan Indonesia
Selain BI, Rusia tercatat menurunkan cadangan emas, diduga terkait program pencetakan koin logam mulia. Polandia menambah 67 ton sepanjang 2025, sehingga total cadangan mencapai 515 ton. El Salvador melaporkan pembelian 13.999 ons atau kurang dari 0,5 ton pada September.
“Langkah BI melepas 11 ton emas berbeda dari tren global, namun bersifat strategis dan tidak mengurangi minat bank sentral lain terhadap logam mulia”, kata Gopaul.
(MR-02)






