Mataredaksi.com, BOGOR – Associazione Calcio Firenze Fiorentina atau ACF Fiorentina meraih kemenangan penting usai menundukkan Società Sportiva Lazio dengan skor 1-0 pada pekan ke-32 Serie A Italia 2025/2026. Laga berlangsung di Stadion Artemio Franchi, Firenze, Selasa (14/4/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Robin Gosens memastikan tiga poin bagi tuan rumah sekaligus menjauhkan mereka dari ancaman degradasi. Viola kini unggul delapan poin dari zona merah dan semakin dekat mengamankan posisi mereka di papan tengah klasemen.
Namun, hasil ini tak lepas dari kontroversi. Lazio melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit yang dinilai merugikan mereka dalam momen krusial pertandingan.
Fiorentina Bangkit di Tengah Tekanan
Fiorentina datang ke laga ini dengan tekanan setelah kalah 0-3 dari Crystal Palace pada leg pertama perempat final UEFA Conference League. Meski begitu, tim asuhan Vincenzo Italiano tetap tampil fokus dan disiplin sepanjang pertandingan.
Sejumlah pemain absen karena sanksi dan cedera. Albert Guðmundsson dan Nicolò Fagioli menjalani larangan bermain. Sementara itu, Moise Kean, Fabiano Parisi, Marco Brescianini, Niccolò Fortini, Luca Lezzerini, dan Tariq Lamptey masih berkutat dengan cedera.
Di sisi lain, Lazio juga tidak dalam kondisi ideal. Tim tamu kehilangan beberapa pemain penting akibat cedera, seperti Adam Marušić, Ivan Provedel, Mario Gila, Samuel Gigot, dan Nicolò Rovella.
Gol Gosens Jadi Pembeda
Lazio langsung menekan sejak awal. Mattia Zaccagni hampir membuka keunggulan pada menit ketiga, tetapi David De Gea mampu menepis peluang tersebut dengan refleks cepat.
Matteo Cancellieri dan Roberto Piccoli juga sempat mengancam, namun lini belakang Fiorentina tetap solid dan disiplin menjaga area pertahanan.
Fiorentina akhirnya memecah kebuntuan lewat skema sederhana. Jack Harrison mengirim umpan silang dari sisi kanan, lalu Robin Gosens menyambutnya dengan sundulan terarah dari jarak dekat. Bola gagal dijangkau kiper Lazio dan mengubah skor menjadi 1-0.
VAR Picu Kontroversi
Pertandingan memanas pada menit ke-64. Tijjani Noslin terjatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Rolando Mandragora dalam situasi yang cukup intens.
Wasit Michael Fabbri justru memberi kartu kuning kepada Noslin karena ia menilai sang pemain melakukan simulasi. Ia tetap mempertahankan keputusannya meski VAR menunjukkan adanya kontak antara kedua pemain.
Lazio pun bereaksi keras. Mereka menilai wasit seharusnya memberikan penalti dalam situasi tersebut, yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
De Gea Jadi Tembok Terakhir
Lazio terus menekan di sisa laga. Noslin, Petar Ratkov, hingga Pedro mencoba memecah kebuntuan, tetapi David De Gea tampil gemilang di bawah mistar.
Kiper asal Spanyol itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan Fiorentina hingga peluit panjang berbunyi. Ia menjadi salah satu faktor kunci yang memastikan kemenangan tipis namun sangat berharga bagi tim tuan rumah.
Hasil ini memberi napas lega bagi Fiorentina dalam upaya menjauh dari degradasi, sementara Lazio harus pulang dengan kekecewaan akibat keputusan kontroversial. (MR-03)






