IHSG Turun 0,71% Jelang Libur Natal, Investor Pilih Profit Taking

ILUSTRASI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. IHSG menutup perdagangan Selasa (23/12/2025) di zona merah dengan penurunan 0,71 persen ke level 8.584,78 seiring aksi ambil untung investor menjelang libur Natal 2025. (Sumber foto: Dok. Istimewa)

Mataredaksi.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Selasa (23/12/2025) di zona merah. Tekanan jual menguat seiring investor melakukan aksi ambil untung menjelang libur dan cuti bersama Natal 2025.

IHSG melemah 61,05 poin atau 0,71 persen ke level 8.584,78. Sejalan dengan pergerakan tersebut, indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar ikut turun 10,77 poin atau 1,25 persen ke posisi 848,95.

Investor Waspada Jelang Libur Panjang

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan indeks terjadi karena pelaku pasar bersikap lebih berhati-hati menjelang periode libur panjang. “Pergerakan IHSG tertekan seiring mendekati liburan Natal dan cuti bersama”, ujar Nico di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Menurut dia, sebagian investor memilih mengamankan keuntungan setelah reli pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Isu Upah Minimum Membayangi Pasar

Selain faktor musiman, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan upah minimum di sejumlah daerah. Nico menyebut investor masih menunggu keputusan gubernur terkait penetapan upah minimum 2026. Penetapan tersebut berlangsung di tengah penolakan dari serikat pekerja dan pelaku usaha terhadap formula pengupahan yang diajukan pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru mengenai pengupahan dan meminta seluruh gubernur menetapkan besaran upah minimum paling lambat 24 Desember 2025.

Sentimen Global dari Amerika Serikat

Dari luar negeri, sentimen datang dari Amerika Serikat. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve, dinilai semakin menguat.

Data pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan perlambatan perekrutan memperbesar peluang pemangkasan suku bunga pada tahun depan. Dorongan dari Presiden AS Donald Trump agar biaya pinjaman turun turut memperkuat ekspektasi tersebut.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2025 untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Harapan Stimulus dari China

Dari Asia, investor memantau pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China. Pasar menanti langkah lanjutan pemerintah China, terutama potensi tambahan stimulus untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi.

Pergerakan Sektoral dan Saham Unggulan

Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat. Namun tekanan jual cepat muncul sehingga indeks berbalik ke wilayah negatif dan bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor mencatatkan penguatan. Sektor industri memimpin dengan kenaikan 2,32 persen. Sektor barang konsumen nonprimer menyusul dengan penguatan 2,16 persen, sementara sektor teknologi naik 0,57 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami pelemahan. Tekanan terdalam terjadi pada sektor properti yang turun 1,33 persen. Sektor keuangan dan energi juga terkoreksi masing-masing sebesar 1,12 persen dan 1,33 persen.

Di papan perdagangan, saham PADA, INET, MEDS, SDMU, dan ARKO mencatatkan penguatan terbesar. Sementara itu, saham SUPA, STAR, PJHB, PAMG, dan WEHA berada dalam daftar penurunan terdalam.

Aktivitas Perdagangan dan Bursa Regional

Aktivitas perdagangan terbilang ramai. Frekuensi transaksi mencapai 2.763.395 kali dengan volume perdagangan 41,45 miliar saham dan nilai transaksi Rp24,44 triliun. Sebanyak 275 saham menguat, 373 saham melemah, dan 157 saham bergerak stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei Jepang naik tipis 10,50 poin atau 0,02 persen ke level 50.412,89. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 27,62 poin atau 0,11 persen ke posisi 25.774,14.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite menguat 2,61 poin atau 0,07 persen ke level 3.919,97. Indeks Straits Times Singapura naik 27,06 poin atau 0,59 persen ke 4.637,35.(MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *