Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Bologna FC 1909, Vincenzo Italiano, mengakui peluang timnya untuk bersaing di papan atas Serie A mulai menipis, setelah kalah 0-2 dari Juventus pada pekan ke-33 Serie A Italia 2025/2026, Senin (20/4/2026) dini hari WIB.
Kekalahan di Turin memperpanjang pekan buruk I Rossoblù setelah sebelumnya tersingkir dari perempat final Liga Eropa UEFA usai kalah agregat 1-7 dari Aston Villa.
Gol cepat Jonathan David di awal laga membuat Bologna berada dalam tekanan sejak menit pertama. Khéphren Thuram kemudian menambah keunggulan Juventus di babak kedua untuk memastikan kemenangan tuan rumah.
Jadwal Padat Jadi Kendala Utama
Italiano menilai jadwal padat membuat timnya kesulitan mempersiapkan pertandingan secara maksimal. Menurutnya, Bologna hampir tidak memiliki waktu latihan setelah laga tandang di Liga Eropa UEFA.
“Ini bukan alibi, tetapi faktanya kami turun dari pesawat pada Jumat malam lalu harus langsung bepergian lagi. Kami praktis tidak sempat berlatih”, ujar Italiano.
Ia menambahkan bahwa kebobolan cepat membuat tim kehilangan bentuk permainan dan harus bekerja lebih keras untuk kembali ke ritme pertandingan.
Bologna sebenarnya sempat memperbaiki organisasi permainan setelah kebobolan cepat. Mereka mulai lebih disiplin menutup ruang dan mampu menciptakan beberapa peluang, tetapi kesulitan menjaga intensitas hingga akhir laga. Menurut Italiano, gol cepat Juventus membuat timnya harus mengejar permainan dalam kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya.
Cedera Bernardeschi Tambah Masalah
Masalah Bologna semakin bertambah setelah Federico Bernardeschi mengalami cedera paha. Italiano mengaku keputusan memainkan Bernardeschi menjadi risiko yang harus dibayar mahal.
“Saya mengatakan kepada Bernardeschi bahwa itu kesalahan saya. Saya memainkannya karena ingin memberinya momen spesial di hadapan pendukung Juventus”, kata Italiano.
Cedera tersebut membuat Bologna harus mengakhiri laga dengan 10 pemain karena seluruh jatah pergantian pemain telah habis.
Situasi itu semakin menunjukkan beratnya beban yang harus dihadapi Bologna dalam beberapa pekan terakhir. Jadwal padat antara Serie A dan Liga Eropa UEFA memaksa rotasi pemain terus dilakukan, sementara kondisi kebugaran skuad tidak selalu ideal.
Fokus ke Sisa Musim
Italiano mengakui musim Bologna pada dasarnya telah selesai dari sisi target utama. Namun, ia tetap meminta timnya memanfaatkan sisa laga untuk berkembang.
“Musim pada dasarnya sudah selesai bagi kami sekarang. Kami harus mencoba menggunakan laga-laga tersisa untuk berkembang dan menjadi lebih baik”, ujarnya.
Menurutnya, Bologna tetap ingin mengakhiri musim dengan hasil maksimal meski jadwal tersisa sangat berat.
Jadwal Berat Menanti Bologna
Bologna masih menghadapi serangkaian pertandingan berat melawan tim papan atas. Karena itu, Italiano ingin memanfaatkan sisa musim sebagai fase evaluasi untuk membangun fondasi yang lebih kuat menghadapi musim berikutnya.
Bologna Siapkan Evaluasi
Bologna masih harus menghadapi AS Roma, SSC Napoli, Atalanta, dan Inter Milan di sisa musim. Italiano menegaskan timnya akan mencoba beberapa penyesuaian taktik dan memberi kesempatan kepada pemain lain.
“Kami akan mencoba beberapa eksperimen taktis dan menguji pemain baru. Setidaknya kami ingin mengamankan posisi delapan besar”, tutupnya.
Meski peluang untuk bersaing di papan atas semakin kecil, Bologna masih memiliki kesempatan menutup musim dengan catatan positif.
Italiano berharap para pemain tetap menjaga motivasi agar tim dapat mengakhiri kompetisi dengan performa yang lebih stabil dan menjadi modal penting menghadapi musim berikutnya. Tim pelatih juga ingin menjaga daya saing skuad hingga laga terakhir musim ini. (MR-02)






