KPII Bidik Pasar Rumah Tapak Terjangkau di Kawasan Penyangga Jakarta

ILUSTRASI - Kawasan perumahan rumah tapak di wilayah penyangga Jakarta. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, JAKARTA – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) melihat kawasan penyangga Jakarta sebagai sumber pertumbuhan baru sektor residensial pada 2026. Perseroan menyiapkan proyek rumah tapak terjangkau untuk menyasar pembeli rumah pertama di wilayah pinggiran ibu kota.

KPII mengembangkan hunian berbasis end user untuk memanfaatkan tingginya permintaan rumah tapak di tengah keterbatasan lahan dan kenaikan harga properti di Jakarta. Perseroan mengusung konsep kawasan terencana dengan fasilitas penunjang dan harga yang kompetitif.

Pengembangan proyek ini berjalan melalui PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) yang kini berada di bawah kendali KPII. Perusahaan membidik wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan sebagai lokasi utama pengembangan.

Permintaan Rumah Tapak Masih Kuat

Direktur PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk Bayu Setiawan menilai pasar rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta masih menunjukkan permintaan yang solid. Menurut dia, segmen end user terus mendorong pertumbuhan sektor residensial.

“Kebutuhan hunian end user terus meningkat. Rumah tapak dengan konsep kawasan terencana dan harga terjangkau tetap menjadi pilihan utama masyarakat”, ujar Bayu.

Kawasan Terencana Jadi Daya Tarik

Bayu menjelaskan, KPII tidak hanya menjual unit rumah, tetapi juga membangun kawasan hunian dengan nilai tambah. Perseroan menyiapkan tata kawasan yang tertata, desain rumah yang fungsional, serta fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.

Pendekatan ini menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin memperhatikan kualitas lingkungan tinggal dan kemudahan akses fasilitas di sekitar hunian.

Strategi Perkuat Bisnis Residensial

KPII menjadikan pengembangan rumah tapak sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat kontribusi bisnis residensial terhadap kinerja perseroan. Bayu menilai segmen ini mampu memberikan pendapatan berkelanjutan karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat. “Kami merancang pengembangan hunian tapak sebagai bagian dari penguatan sinergi usaha di dalam grup”, katanya.

Dukungan Modal Percepat Proyek

Komisaris PKSI Bahrudin menyatakan, dukungan dari KPII memperkuat struktur permodalan perusahaan dan mempercepat realisasi proyek rumah tapak yang sedang dan akan berjalan. “Kami optimistis pengembangan ke depan berjalan lebih cepat dengan peningkatan kualitas kawasan dan jangkauan pasar yang lebih luas”, ujar Bahrudin.

Ia menambahkan, PKSI menitikberatkan pengembangan ke depan pada penciptaan lingkungan hunian yang berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menciptakan kawasan tinggal yang nyaman dan bernilai jangka panjang. “Kami ingin menghadirkan hunian yang relevan untuk kebutuhan saat ini dan masa depan”, tuturnya.

Prospek Rumah Tapak Tetap Menjanjikan

KPII menilai prospek bisnis rumah tapak pada 2026 tetap menjadi salah satu penggerak utama sektor residensial. Tingginya kebutuhan hunian, meningkatnya kesadaran terhadap kualitas lingkungan tinggal, serta harga lahan yang lebih kompetitif di wilayah penyangga Jakarta membuat segmen ini terus diminati, terutama untuk pasar rumah terjangkau.

Sebelumnya, KPII memperluas portofolio bisnis rumah tapak dengan mengakuisisi 99,9% saham PT Pejaten Niaga Inovasi Bersama di PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI). Akuisisi tersebut setara 17.825 lembar saham dengan nilai nominal Rp174,82 miliar. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *