Mataredaksi.com, BOGOR – Società Sportiva Calcio Napoli gagal memperlebar jarak dari para pesaing setelah kalah 0-2 dari Società Sportiva Lazio pada pekan ke-33 Serie A 2025/2026 di Estadio Diego Armando Maradona, Naples, Sabtu (18/4/2026) malam WIB.
Kekalahan ini membuat Napoli gagal memanfaatkan peluang untuk unggul 11 poin dari Como 1907 yang berada di posisi kelima. Hasil itu juga menghentikan tren positif tim asuhan Antonio Conte dalam persaingan mengamankan tiket UEFA Champions League musim depan.
Lazio Unggul Cepat di Babak Pertama
Lazio langsung menekan sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan pada menit keenam. Matteo Cancellieri memanfaatkan umpan silang Kenneth Taylor untuk membobol gawang Napoli.
Napoli mencoba bangkit, tetapi justru hampir kembali kebobolan saat Lazio mendapat hadiah penalti pada menit ke-31 setelah Stanislav Lobotka melanggar Tijjani Noslin di kotak terlarang.
Beruntung bagi Napoli, kiper Vanja Milinković-Savić berhasil menggagalkan eksekusi penalti Mattia Zaccagni. Penjaga gawang asal Serbia itu kembali tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang Lazio hingga babak pertama berakhir.
Gol Kedua Lazio Pastikan Kemenangan
Memasuki babak kedua, tekanan Lazio belum mereda. Pada menit ke-57, Toma Bašić menggandakan keunggulan tim tamu setelah memanfaatkan umpan silang Nuno Tavares.
Setelah gol tersebut, Lazio terus tampil dominan. Nuno Tavares kembali menciptakan peluang, namun Tijjani Noslin gagal memaksimalkan umpan rendah dari sisi kiri.
Napoli tidak mampu memberikan respons berarti hingga pertandingan berakhir. Kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di posisi atas, tetapi gagal menjauh dari tekanan tim-tim pesaing.
Statistik Tunjukkan Dominasi Lazio
Secara statistik, SS Lazio tampil jauh lebih efektif. Tim tamu mencatat 14 tembakan dengan expected goals (xG) sebesar 2,27. Sementara SSC Napoli hanya mampu menghasilkan 12 tembakan dengan xG 0,55, tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Nuno Tavares menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan ini. Ia aktif membangun serangan dari sisi kiri dan mencatat kontribusi besar dalam distribusi bola maupun duel bertahan.
Napoli Harus Segera Bangkit
Di sisi lain, meski Napoli kalah, Vanja Milinković-Savić tetap tampil impresif. Dalam lima musim terakhir di lima liga top Eropa, ia kini tercatat sebagai salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan penalti terbanyak.
Kemenangan ini menjaga harapan Lazio untuk menembus zona Eropa, sementara Napoli harus segera bangkit agar posisi mereka di papan atas tidak semakin terancam. (MR-03)






