Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Timnas Belgia, Rudi José Garcia, membela habis-habisan para pemainnya, setelah Setan Merah memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Menurut Garcia, kritik yang sempat mengiringi penampilan Belgia pada dua laga awal turnamen sudah keterlaluan dan tidak mencerminkan kualitas sebenarnya dari skuadnya.
Belgia akhirnya menunjukkan performa terbaik dengan menghancurkan Selandia Baru 5-1 pada laga terakhir Grup G, di Stadion BC Place, Vancouver, British Columbia, Kanada, Sabtu (27/6/2026) WIB. Kemenangan tersebut mengantarkan Belgia finis sebagai juara grup setelah sebelumnya hanya bermain imbang melawan Mesir dan Iran.
Garcia Puji Mental Para Pemain
Manajer asal Prancis berumur 62 tahun tersebut mengaku bangga dengan respons yang ditunjukkan anak asuhnya di tengah derasnya kritik dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya selalu percaya kepada para pemain dan para pemimpin di tim ini. Mereka mendapat kritik yang sangat keras dan menurut saya itu tidak adil”, kata Rudi Garcia kepada RTBF dilansir Mataredaksi.
Menurutnya, para pemain telah memberikan jawaban terbaik melalui performa di atas lapangan. “Mereka membuktikan bahwa mereka adalah pemain-pemain hebat. Semua warga Belgia seharusnya bangga memiliki tim seperti ini”, ujarnya.
Pelatih berusia 62 tahun itu menegaskan satu-satunya cara membungkam kritik adalah lewat hasil pertandingan. “Hanya ada satu tempat untuk menjawab semuanya, yaitu di lapangan. Kali ini kami bermain jauh lebih efektif dibanding pertandingan sebelumnya melawan Iran”, katanya.
Garcia menilai keberhasilan memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama dibanding dua pertandingan sebelumnya. “Mencetak gol mengubah segalanya. Kami bermain lebih efisien dan cukup cerdas untuk memenangkan pertandingan dengan selisih yang meyakinkan”, lanjutnya.
Statistik Menunjukkan Dominasi Mutlak Setan Merah
Meski mengawali turnamen dengan dua hasil imbang, Belgia tetap mampu mengakhiri fase grup tanpa menelan kekalahan. Pelatih Garcia menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi timnya sebelum memasuki fase gugur.
“Semua pertandingan di grup berlangsung ketat. Namun kami mampu finis di posisi pertama. Target utama kami adalah lolos ke babak berikutnya dan itu berhasil kami capai”, tuturnya.
Ia menolak anggapan bahwa Belgia sudah mencapai performa terbaiknya saat ini. “Saya belum mengatakan Piala Dunia kami benar-benar dimulai, tetapi saya berharap mulai sekarang perjalanan kami akan semakin baik”, ucap Garcia.
Dominasi Belgia atas Selandia Baru juga terlihat jelas dari statistik pertandingan. Skuad “Setan Merah” melepaskan 35 tembakan, yang menjadi salah satu jumlah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Catatan ini sekaligus menegaskan kebangkitan lini serang mereka setelah tampil kurang tajam pada dua laga sebelumnya.
Selandia Baru Fokus Bangun Masa Depan
Di kubu lawan, kekalahan telak membuat Selandia Baru harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen Grup G dengan koleksi satu poin saja. Meski kecewa, pelatih Darren Bazeley memilih melihat turnamen akbar ini sebagai pengalaman berharga bagi skuad mudanya.
“Kami sebenarnya berharap memiliki peluang saat menghadapi Belgia. Namun, kami gagal memaksimalkan dua pertandingan pertama sehingga berada dalam posisi sulit”, ujar Bazeley.
Ia menegaskan para pemainnya tetap berusaha bangkit meski dalam posisi tertinggal. “Kami tidak ingin sekadar menerima kekalahan begitu saja. Skuad mencoba mencetak gol dan kembali ke pertandingan, tetapi lawan beberapa kali justru menghukum kami lewat serangan balik cepat”, katanya.
Skuad Muda Selandia Baru Petik Pelajaran Berharga
Bazeley optimistis pengalaman tampil di Piala Dunia 2026 akan mempercepat perkembangan performa para pemainnya. Kompetisi sepak bola level tertinggi ini ia nilai mampu mematangkan mentalitas bertanding anak asuhnya.
“Sebagian besar pemain ini masih akan berada di tim empat tahun lagi. Mereka akan belajar dari pengalaman berharga ini dan menjadi lebih kuat. Kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi rasa sakit itu akan membantu mereka berkembang untuk masa depan”, tutupnya. (MR-01)






