Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Maurizio Sarri menyebut kemenangan SS Lazio atas AC Milan sebagai malam yang emosional dan tak terlupakan. Atmosfer di Stadio Olimpico dinilai menjadi faktor penting dalam kemenangan 1-0 pada laga pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026, Senin (16/3/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Gustav Isaksen memastikan tiga poin bagi Lazio setelah penyerang Denmark itu memanfaatkan umpan panjang dan menaklukkan kiper Milan Mike Maignan dalam situasi satu lawan satu. Namun bagi Sarri, kemenangan tersebut bukan hanya soal hasil di lapangan.
Dukungan Suporter Ubah Atmosfer Pertandingan
Pertandingan sudah terasa spesial bahkan sebelum kick-off. Para pendukung Lazio akhirnya kembali ke stadion setelah sebelumnya melakukan boikot sebagai bentuk protes terhadap presiden klub Claudio Lotito.
Kembalinya suporter membuat atmosfer Olimpico kembali hidup dan memberikan dorongan besar bagi para pemain.
“Seluruh malam itu emosional. Melihat Olimpico dengan suasana spektakuler dan dukungan luar biasa dari para penggemar sangat mengesankan”, kata Sarri kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi.
“Saya senang tim bisa memberi mereka kemenangan, tetapi malam ini tetap akan menjadi kenangan luar biasa terlepas dari hasilnya”, lanjutnya.
Lazio Dinilai Layak Unggul Lebih Awal
Sarri menilai timnya sebenarnya pantas menutup babak pertama dengan keunggulan lebih besar. Ia merasa Lazio tampil lebih dominan pada periode tersebut.
“Saya merasa kami seharusnya menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol. Jika ada kritik terhadap performa kami, mungkin hanya itu”, ujarnya.
Meski demikian, Sarri mengakui timnya kesulitan mempertahankan intensitas permainan sepanjang laga. Terbatasnya opsi pemain di bangku cadangan membuat Lazio harus mengatur ritme permainan dengan hati-hati.
Krisis Cedera Uji Kedalaman Skuad
Musim ini menjadi tantangan besar bagi Lazio karena banyak pemain inti harus menepi akibat cedera. Beberapa nama seperti Danilo Cataldi, Alessio Romagnoli, Ivan Provedel, Toma Bašić, Nicolò Rovella, dan Samuel Gigot masih berada di ruang perawatan.
Situasi itu memaksa Sarri mencoba berbagai solusi taktis, termasuk menempatkan Patric di lini tengah sebagai alternatif. “Saya tidak ingin membandingkan pertandingan ini dengan laga lain musim ini. Para pemain mendapat motivasi tambahan karena kembalinya para penggemar”, tegas Sarri.
Sarri Sebut Musim Ini Paling Berat di Serie A
Sarri juga sempat menerima kartu merah pada masa injury time setelah memprotes durasi tambahan waktu yang diberikan wasit. Menurutnya, musim ini menjadi salah satu periode tersulit dalam kariernya di Serie A.
Selain krisis cedera, Lazio juga menghadapi berbagai persoalan di luar lapangan, mulai dari embargo transfer hingga ketegangan antara suporter dan manajemen klub.
“Ini mungkin bukan musim tersulit dalam karier saya secara keseluruhan, karena saya pernah melalui masa sulit di Serie C. Namun di Serie A, ini jelas yang paling berat”, kata Sarri.
Meski begitu, ia memuji sikap para pemain yang tetap menjaga profesionalisme sepanjang musim. “Skuad ini layak mendapat pujian. Mereka bisa saja kehilangan fokus, tetapi mereka tetap berlatih dengan sikap yang benar dan mempertahankan karakter tim”, ujarnya.
Sarri Harap Hubungan Klub dan Suporter Membaik
Kemenangan atas Milan juga memunculkan harapan baru bagi Lazio menjelang akhir musim. Sarri berharap hubungan antara klub dan para suporter bisa kembali membaik. Lazio masih memiliki agenda penting, termasuk semifinal Coppa Italia melawan Atalanta BC.
Namun Sarri mengaku belum yakin apakah atmosfer positif di Olimpico akan terus berlanjut dalam pertandingan berikutnya. “Saya tidak tahu apakah situasinya akan berubah. Para penggemar mengatakan ini hanya satu kali aksi mereka kembali ke stadion”, ujarnya.
“Saya berharap suasana indah seperti malam ini bisa membuat semua pihak berpikir ulang dan memperbaiki situasi, meski saya tidak tahu seberapa cepat itu bisa terjadi”. (MR-02)






