Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Società Sportiva Lazio, Maurizio Sarri, melontarkan kritik tersirat kepada manajemen klub setelah kemenangan 2-1 atas Pisa Sporting Club pada pekan terakhir Serie A Italia 2025/2026 di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (24/5/2026) dini hari WIB.
Sarri mengaku tidak merasa didengarkan sepanjang musim ini dan membuka kemungkinan mengakhiri kontraknya lebih cepat bersama Lazio. “Saya tidak terlalu senang karena musim ini saya merasa tidak didengarkan”, ujar Sarri kepada Sky Sport Italia dilansir Mataredaksi.
Meski demikian, pelatih asal Italia itu tetap memberikan apresiasi besar kepada para pemainnya yang dinilai mampu bertahan di tengah situasi sulit sepanjang musim. “Saya berterima kasih kepada para pemain atas musim yang sangat melelahkan ini. Kami memang membuat beberapa kesalahan, tetapi tim tidak pernah menyerah”, katanya.
Sarri bahkan menyebut skuad Lazio musim ini sebagai salah satu tim dengan karakter terbaik yang pernah ia latih selama karier kepelatihannya. “Mereka mungkin bukan tim paling berbakat secara teknis, tetapi bisa jadi tim dengan nilai moral terbesar yang pernah saya latih”, tegas mantan pelatih Chelsea FC dan Juventus itu.
Frustrasi Sepanjang Musim
Musim 2025/2026 memang berjalan sulit bagi Lazio. Klub ibu kota Italia itu harus menghadapi embargo transfer, konflik internal, hingga boikot suporter terhadap laga kandang.
Sarri beberapa kali secara terbuka menunjukkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan klub, termasuk soal penjualan pemain dan minimnya dukungan dalam membangun skuad. “Ini cerita panjang dan saya pikir hal pertama yang harus dilakukan adalah berbicara langsung dengan klub”, ujarnya.
Sarri juga mengaku musim ini menjadi salah satu periode paling berat sepanjang kariernya di Serie A. “Ini musim tersulit saya di Serie A karena banyak alasan. Namun, melihat semua yang terjadi, kami masih mampu menutup musim dengan hasil yang cukup bermartabat”, katanya.
Lazio mengakhiri musim di posisi kesembilan klasemen Serie A dan kembali gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk musim kedua secara beruntun. Meski begitu, Le Aquile sempat mencapai final Coppa Italia sebelum kalah 0-2 dari Inter Milan.
Kemenangan atas Pisa sendiri ditentukan oleh gol Pedro Rodríguez dalam laga perpisahannya bersama Lazio. Sarri juga memberikan pujian khusus kepada pemain veteran asal Spanyol tersebut yang dinilai tetap tampil profesional hingga akhir.
Menurut Sarri, pengalaman dan mentalitas Pedro memberi pengaruh besar bagi ruang ganti Lazio, terutama saat tim berada dalam tekanan sepanjang musim.
Di tengah rumor ketertarikan Atalanta dan Napoli, Sarri belum ingin memastikan masa depannya. “Saya masih memiliki kontrak di sini, jadi sulit menjawab pertanyaan soal masa depan. Jika beberapa hari lagi situasinya berubah, mungkin baru bisa dibicarakan”, pungkasnya. (MR-02)






