Mataredaksi.com, BOGOR – Cagliari Calcio mengejutkan Associazione Calcio Firenze (ACF) Fiorentina dengan kemenangan 2-1 pada pertandingan pekan ke-22 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Artemio Franchi, Minggu (25/1/2026) dini hari WIB.
Gol dari Semih Kılıçsoy (31’) dan sundulan Marco Palestra (47’) memberi tim Sardinia kemenangan kedua berturut-turut, setelah sebelumnya menaklukkan US Cremonese dan Bologna FC 1909. Kemenangan ini menegaskan performa Cagliari di tengah perjuangan degradasi.
Penghormatan untuk Rocco Commisso
Pertandingan ini menjadi laga kandang pertama ACF Fiorentina sejak wafatnya Presiden Rocco Commisso. Sebelum kick-off, para pemain akademi muda menyajikan mawar putih, dipadukan dengan video momen penting Commisso, serta satu menit tepuk tangan sebagai penghormatan. Atmosfer emosional ini menambah intensitas pertandingan sejak peluit pertama, dan memotivasi pemain untuk tampil penuh semangat.
MERAYAKAN GOL – Semih Kılıçsoy penyerang Cagliari Calcio merayakan setelah mencetak gol kedua timnya pada pertandingan Serie A melawan ACF Fiorentina, di Stadion Artemio Franchi di Florence, pada Senin (25/1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Cagliari Memimpin dengan Serangan Balik
Gli Isolani – julukan Cagliari Calcio – membuka keunggulan melalui serangan balik cepat. Zé Pedro mengirim umpan kepada Marco Palestra, yang kemudian menyeberang ke tiang belakang.
Sundulan Semih Kılıçsoy memanfaatkan defleksi Pietro Comuzzo, membuat kiper David de Gea tak mampu menahan bola. Sebelum gol kedua, Albert Guðmundsson dan Marin Pongračić nyaris mencetak gol, namun tembakan mereka melebar tipis.
Palestra menggandakan keunggulan tim dengan tendangan dari jarak 13 yard ke sudut bawah gawang, gol pertamanya di Serie A. Para ‘Penghuni Pulau’ tampil efektif dengan serangan balik, memaksimalkan kelemahan pertahanan ACF Fiorentina, termasuk kesalahan tendangan bebas yang buruk.
SPANDUK – Untuk mengenang Rocco Commisso selama pertandingan Serie A antara ACF Fiorentina dan Cagliari Calcio, di Stadion Artemio Franchi di Florence ditempelin spanduk, pada Senin (25 /1/2026). (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Fiorentina Berjuang dan Mencetak Gol
Fiorentina mencoba bangkit. Debutan baru Giovanni Fabbian memanfaatkan umpan rendah Dodô untuk mencetak gol dan memperkecil ketertinggalan. Jack Harrison menunjukkan agresivitas tinggi melalui dribel dan duel, menciptakan beberapa peluang berbahaya. Yerry Mina tampil heroik dengan tekel geser dan pembersihan sundulan dari garis gawang, sementara Elia Caprile menahan beberapa tembakan krusial Cagliari.
Statistik dan Analisis
Cagliari memanfaatkan serangan balik dengan efisien, menekan pertahanan Fiorentina setiap kali mendapatkan bola. Debutan seperti Jack Harrison dan Giovanni Fabbian tampil agresif, melakukan dribel, duel, dan menciptakan peluang nyata.
Sementara itu, Fiorentina terlalu mengandalkan penguasaan bola tanpa menembus pertahanan lawan. Beberapa pemain inti seperti Moise Kean, Fabiano Parisi, dan Tariq Lamptey absen karena cedera, membuat tim sulit mencetak gol. Cagliari berhasil mengeksekusi peluang matang lebih efektif, menegaskan bahwa ketepatan finishing dan serangan balik cepat menentukan hasil laga.
BERAKSI – Cher Ndour gelandang tengah ACF Fiorentina (kanan) beraksi selama pertandingan Serie A melawan Cagliari Calcio, di Stadion Artemio Franchi di Florence, pada Senin (25 /1/2026) dini hari WIB. (Sumber foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)
Dampak Kemenangan
Kemenangan 2-1 membuat Cagliari Calcio naik ke posisi lebih aman di papan bawah dan menambah motivasi tim untuk menghadapi sisa musim. ACF Fiorentina, meski kalah, terus berusaha memperbaiki performa dan konsistensi.
Keberhasilan skuad asuhan Fabio Pisacane menunjukkan bahwa pertahanan solid, serangan balik cepat, dan kontribusi pemain debutan bisa menjadi penentu kemenangan di Serie A. Momentum ini memberi kepercayaan diri bagi Sardinia untuk pertandingan berikutnya. (MR-03)






