Serie A: Suporter Juventus Murka Usai Nyonya Tua Tumbang 0-2 dari Como 1907

Bereaksi - Bek Juventus Lloyd Casius Kelly berusaha mengamankan bola dari tekanan pemain Como 1907 pada laga pekan ke-26 Serie A Italia 2025/2026, di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. The Old Lady harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-2. (Sumber foto: Valerio Pennicino/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kekecewaan besar menyelimuti Allianz Stadium di Turin Piemonte, setelah Juventus FC kalah 0-2 dari Como 1907 pada laga pekan ke-26 Serie A Italia 2025/2026, Sabtu (21/2/2026) malam WIB.

Kekalahan ini bukan hanya menyakitkan dari sisi hasil, tetapi juga mengakhiri rekor 21 laga tak terkalahkan Bianconeri di kandang. Tim asuhan Luciano Spalletti tampil jauh dari ekspektasi. Sejak babak pertama, permainan Juventus terlihat lamban dan minim kreativitas.

Cemoohan Sejak Babak Pertama

Ketika Como membuka keunggulan, suasana stadion langsung berubah. Para Juventini mulai menunjukkan ketidakpuasan mereka. Saat turun minum, siulan keras terdengar dari berbagai penjuru tribun.

Atmosfer tidak membaik setelah jeda. Juventus gagal menunjukkan respons yang meyakinkan. Serangan-serangan mereka mudah dipatahkan, sementara lini tengah kesulitan mengontrol tempo permainan.

Situasi semakin panas ketika Maxence Caqueret mencetak gol kedua untuk Como. Gol tersebut memicu teriakan “tunjukkan keberanian” dari tribune, simbol frustrasi atas performa yang dianggap tanpa karakter.

Rekor Kandang Terhenti

Sebelum laga ini, Juventus tidak pernah kalah di kandang sejak Maret 2025, ketika Atalanta Bergamasca Calcio mempermalukan mereka 4-0. Kekalahan dari I Lariani – julukan Como 1907 – memutus rekor impresif tersebut dan mempertegas inkonsistensi performa musim ini.

Beberapa suporter bahkan meninggalkan stadion sebelum peluit akhir berbunyi. Setelah pertandingan selesai, para pemain kembali menerima cemoohan sebagai bentuk kekecewaan publik Turin.

Tekanan Meningkat

Hasil ini membuat Juventus menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi dan hanya meraih satu poin dari tiga laga liga terakhir. Tekanan semakin besar karena mereka akan menghadapi Galatasaray pada leg kedua play-off Liga Champions setelah kalah 2-5 di Turki, sebelum bertandang ke markas AS Roma di Olimpico.

Jika tidak segera menemukan stabilitas permainan dan mentalitas yang lebih kuat, La Vecchia Signora (The Old Lady) – julukan Juventus FC – berisiko kehilangan momentum di fase krusial musim ini. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *