Bogor  

Belum Genap Tiga Tahun, Babang Sudah Jatuh Hati pada Speaker

Ketertarikan Xavier Nicholas Hidayah terhadap berbagai jenis speaker membuat keluarga takjub. Di usia balita, ia justru lebih senang mengamati perangkat audio dibandingkan bermain mainan yang umum disukai anak seusianya.

Pecinta Speaker Cilik – Xavier Nicholas Hidayah atau "Babang" berpose bersama sejumlah speaker koleksinya di rumahnya di Jalan Mulya Residence, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jumat (12/6/2026) malam. Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya yang gemar bermain mobil-mobilan atau robot, Babang justru menghabiskan waktunya untuk mengamati berbagai jenis speaker dan perangkat audio yang menjadi benda favoritnya. (Foto: Annisa/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Di usia yang baru menginjak tiga tahun, Xavier Nicholas Hidayah atau yang akrab disapa “Babang” sudah menunjukkan kegemaran yang tidak lazim bagi seorang balita.

Ketika sebagian besar anak seusianya sibuk memainkan mobil-mobilan, robot, atau menyusun balok warna-warni, Babang justru terpikat pada benda yang bagi banyak orang dewasa hanya dianggap sebagai perangkat elektronik biasa: speaker.

Kecintaan Babang terhadap speaker bukan sekadar ketertarikan sesaat. Balita yang tinggal di Jalan Mulya Residence, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, itu bahkan dapat menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk memperhatikan bentuk, lampu, dan suara yang keluar dari berbagai jenis speaker.

Yang membuat keluarga semakin heran, ketertarikan itu muncul secara alami sejak usianya masih sangat kecil. Tidak ada yang mengajarinya secara khusus. Namun setiap kali melihat speaker, perhatian Babang langsung tertuju pada perangkat tersebut.

Ia sering mendekati speaker yang ada di rumah, mengamati tombol-tombolnya, bahkan menunjukkan antusiasme yang berbeda ketika melihat model atau merek baru. Baginya, speaker bukan sekadar benda elektronik, melainkan “mainan favorit” yang selalu menarik untuk dijelajahi.

Mengenali Speaker Seperti Mengenali Mainan

Keunikan Babang tidak berhenti di situ. Ia mampu mengenali berbagai bentuk speaker, mulai dari speaker portabel hingga perangkat audio berukuran besar.

Saat berkunjung ke rumah kerabat atau pusat perbelanjaan, matanya sering langsung mencari speaker yang berada di sekitarnya. Ia bahkan lebih tertarik mendekati perangkat audio daripada melihat deretan mainan anak.

Kebiasaan itu membuat kedua orang tuanya, Arif Hidayah dan Syafitri Wulandari, merasa kagum. Mereka tidak menyangka putra keduanya menunjukkan minat yang begitu besar terhadap dunia audio sejak usia dini.

Jadi Perbincangan Keluarga Besar

Hobi unik Babang kemudian menjadi cerita menarik di lingkungan keluarga besar. Tante-tante, Mbah Kakung, Mbah Putri, Oppung Doli, hingga Oppung Boru sering membicarakan kegemaran balita tersebut.

Mereka kerap tersenyum saat melihat Babang duduk di dekat speaker. Ia tampak menikmati suara, lampu, dan bentuk perangkat audio yang menarik perhatiannya.

“Sapoyo si tukang speaker, ditunggu bang konsernya. Waddidawww”, canda salah seorang tante yang diamini Oppung Boru ketika melihat Babang asyik berada di dekat speaker kesayangannya.

Ucapan itu memang terdengar sederhana. Namun bagi keluarga, kalimat tersebut menggambarkan kekaguman mereka terhadap hobi unik Babang yang berbeda dari kebanyakan anak seusianya.

Tak hanya itu, keluarga juga melihat bahwa Babang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Setiap kali menemukan speaker baru, ia langsung mendekat dan mengamatinya dengan penuh antusias.

Ketertarikan yang Muncul Sejak Dini

Meski usianya baru tiga tahun, Babang sudah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap perangkat audio. Keluarga menilai kegemaran itu menjadi salah satu keunikan yang membedakannya dari anak-anak lain seusianya.

Dengan wajah polos dan tingkah yang menggemaskan, Babang menghadirkan cerita menarik bagi orang-orang di sekitarnya. Saat banyak balita menghabiskan waktu dengan mobil-mobilan atau robot, ia justru memilih mengenal dunia speaker.

Kisah Babang membuktikan bahwa setiap anak memiliki minat yang berbeda. Ketertarikan sederhana terhadap speaker itu kini menjadi warna tersendiri dalam masa tumbuh kembangnya. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *