Al-Khelaifi Sebut PSG Kini Punya Para Pejuang

Diwawancarai – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, bersama pelatih Luis Enrique saat menjalani wawancara dengan stasiun televisi CBS Sports usai PSG memastikan tiket ke final UEFA Champions League 2025/2026 setelah menyingkirkan FC Bayern München di babak semifinal, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, di Stadion Allianz Arena. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua membuat Les Parisiens lolos dengan agregat 6-5. (Sumber foto: @PSG_Report/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, memuji semangat juang skuadnya setelah memastikan tiket ke final UEFA Champions League 2025/2026 usai menyingkirkan FC Bayern München di babak semifinal.

PSG lolos ke final setelah bermain imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat wakil Prancis itu unggul agregat 6-5 dan akan menghadapi Arsenal pada partai puncak.

Al-Khelaifi Puji Mentalitas Tim

Menurut Al-Khelaifi, keberhasilan PSG tidak hanya lahir dari kualitas individu para pemain. Ia menilai semangat juang dan kerja keras seluruh skuad menjadi faktor utama di balik pencapaian tersebut.

“Ini luar biasa. Dua final. Kami ingin meraih bintang kedua”, ujar Al-Khelaifi kepada Canal+ seusai pertandingan.

“Kami tidak memiliki pemain, kami memiliki para pejuang. Kami memiliki tim yang solid”, lanjutnya.

Ia juga memuji penampilan Bayern yang dinilainya memberikan perlawanan sengit sepanjang laga semifinal. Namun, Al-Khelaifi merasa PSG kembali menunjukkan karakter kuat saat menghadapi tekanan besar.

“Bayern adalah tim hebat dengan pemain-pemain hebat. Itu pertandingan luar biasa bagi kami. Kami ingin terus menulis sejarah PSG”, katanya.

PSG menjadi tim pertama yang mencapai final Liga Champions secara beruntun sejak Liverpool pada 2018 dan 2019. Selain itu, PSG juga menjadi juara bertahan pertama yang kembali lolos ke final sejak Real Madrid pada 2018.

Lini Serang PSG Tampil Tajam

Ketajaman lini depan PSG kembali terlihat saat menghadapi Bayern. Ousmane Dembélé hanya membutuhkan tiga menit untuk membawa PSG unggul setelah menerima umpan dari Khvicha Kvaratskhelia.

Gol cepat tersebut membuat Dembélé mencetak gol dalam tiga laga Liga Champions berturut-turut bersama PSG. Dalam tiga pertandingan terakhir di kompetisi tersebut, pemain asal Prancis itu terlibat langsung dalam enam gol.

Kvaratskhelia juga kembali menunjukkan peran pentingnya di lini serang PSG. Torehan assist pada laga semifinal membuat pemain asal Georgia tersebut mencatat sejarah baru di Liga Champions.

Catatan itu menjadikannya pemain pertama yang mampu mencetak gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur secara beruntun dalam satu musim.

Sejak bergabung dengan PSG pada Februari lalu, Kvaratskhelia sudah terlibat dalam 21 gol Liga Champions dengan rincian 13 gol dan delapan assist. Jumlah tersebut hanya kalah dari Harry Kane yang mencatat 22 keterlibatan gol.

Produktivitas PSG sepanjang musim ini juga terlihat sangat impresif. Klub asal Paris tersebut telah mencetak 44 gol di Liga Champions 2025/2026. Jumlah itu menjadi catatan gol terbanyak kedua dalam satu musim kompetisi setelah FC Barcelona yang mencetak 45 gol pada musim 1999/2000.

Doué Soroti Kerja Keras PSG

Selain tajam ketika menyerang, PSG mampu tampil disiplin saat bertahan. Désiré Doué dan Kvaratskhelia menjadi dua pemain yang paling aktif melakukan tekanan di area permainan lawan sepanjang babak pertama.

Pemain muda asal Prancis tersebut bahkan hampir mencetak gol individu spektakuler pada babak kedua setelah melewati sejumlah pemain Bayern. Namun, lini pertahanan tuan rumah masih mampu menggagalkan peluang itu. “Itu pertandingan yang luar biasa, malam ajaib lainnya di Munchen melawan tim hebat”, ujar Doué.

“Sekarang kami akan menikmati momen ini bersama-sama. Namun, kami tetap rendah hati karena masih ada pekerjaan yang harus dilakukan di Ligue 1 dan Liga Champions”, lanjutnya.

PSG Incar Gelar Kedua

Menurut Doué, kekuatan utama PSG musim ini terletak pada keseimbangan permainan saat menyerang maupun bertahan. Ia pun mengaku sudah menantikan duel melawan Arsenal di partai final. “Final melawan Arsenal pasti sangat sulit karena mereka juga tim yang sangat bagus”, katanya.

Kesempatan mempertahankan gelar kini terbuka lebar bagi PSG. Luis Enrique semakin dekat membawa klub asal Paris tersebut mencatat sejarah baru di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Les Parisiens kini memburu gelar kedua secara beruntun di Liga Champions. Keberhasilan melewati tekanan besar sepanjang fase gugur juga meningkatkan rasa percaya diri skuad PSG menjelang partai final. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *