Mengelola Tantangan Pasca-Musim Panas
Mataredaksi.com, BOGOR – Kemenangan Chelsea FC Wanita 4-0 atas Paris FC pada Phase League kedua Liga Champions Wanita UEFA musim 2025/2026, di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis (16/10/2025) dini hari WIB, bukan hanya soal performa di lapangan.
Pelatih Sonia Bompastor menekankan pentingnya mengelola fisik dan mental pemain setelah musim panas yang padat dengan turnamen internasional.
“Bahkan kehilangan 5-10% energi atau fokus bisa berakibat masalah. Kami harus menjaga mentalitas dan stamina tim”, kata Bompastor. Tim menghadapi jadwal padat dan beberapa pemain kunci masih dalam proses pemulihan.
Rotasi dan Pemulihan Pemain
The Blues – julukan Chelsea FCW- tampil tanpa beberapa pemain penting. Ellie Carpenter beristirahat setelah laga ketat, Lucy Bronze mulai kembali secara bertahap, sementara Mayra Ramírez dan Naomi Girma juga absen.
Meski begitu, Bompastor berhasil menyeimbangkan rotasi pemain dan menjaga konsistensi tim. Ia menyebut kemenangan 4-0 sebagai bukti bahwa tim mampu tampil solid meski kondisi belum 100%.
“Kami memberi waktu bagi pemain untuk pulih dari turnamen. Kemenangan ini menegaskan bahwa kami bisa mengamankan poin meski belum dalam kondisi terbaik”, ujar Bompastor.
Momentum Menjelang Pertandingan Berikutnya
Kemenangan ini memberi Chelsea dorongan penting menjelang empat pertandingan Liga Champions berikutnya sebelum fase sistem gugur. Tim menembakkan 26 kali dengan sembilan tepat sasaran, mencetak empat gol yang menegaskan dominasi mereka.
Bompastor menilai momentum ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim. Pemain muda seperti Alyssa Thompson dan bintang lama Sam Kerr menunjukkan kapasitas mereka untuk memberikan dampak besar bahkan dalam jadwal yang menuntut.
Fokus ke Liga Super Wanita
Setelah jeda internasional, Chelsea FCW akan kembali ke Liga Super Wanita Inggris. Millie Bright dan kawan-kawan akan menghadapi London City Lionesses dan Arsenal. Bompastor yakin strategi manajemen pemain dan pemulihan yang tepat akan menjaga konsistensi tim.
“Kami terus bekerja keras, menyeimbangkan rotasi dan menjaga mentalitas. Dengan cara ini, tim bisa tampil maksimal dalam setiap pertandingan”, tutup Bompastor. (MR-01)







