Mataredaksi.com, BOGOR – Keraguan yang sempat mengiringi absennya Christian Pulisic langsung terjawab di atas lapangan. Tim nasional Amerika Serikat membuktikan mereka tidak bergantung pada satu pemain setelah menundukkan Australia 2-0 pada laga kedua Grup D Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Lumen Field di Seattle, Washington, Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut memastikan langkah The Yanks ke babak 32 besar. Amerika Serikat menjadi tim kedua yang mengamankan tiket fase gugur setelah tuan rumah lainnya, Meksiko.
Sebelum pertandingan, perhatian publik tertuju pada kondisi Pulisic yang mengalami masalah cedera betis. Kapten Amerika Serikat itu akhirnya tidak masuk susunan pemain utama, sehingga pelatih Mauricio Pochettino harus mencari alternatif di lini serang.
Namun absennya sang bintang tidak mengurangi efektivitas permainan tuan rumah. Amerika Serikat justru tampil dominan sejak menit-menit awal dan mengendalikan jalannya pertandingan.
Gol Bunuh Diri Buka Jalan Kemenangan
Australia sebenarnya hampir membuat kejutan saat laga baru berjalan kurang dari satu menit. Mohamed Touré memperoleh peluang emas dari sudut sempit, tetapi kiper Matt Freese mampu melakukan penyelamatan penting yang menjaga gawangnya tetap aman.
Setelah terhindar dari ancaman tersebut, Amerika Serikat mulai mengambil alih kendali permainan. Tekanan yang mereka bangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-11.
Folarin Balogun melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang berbahaya ke depan gawang. Ricardo Pepi gagal menjangkau bola dengan sempurna, tetapi bek Australia Cameron Burgess justru mengarahkan bola ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri itu membuat kepercayaan diri para pemain Amerika Serikat meningkat. Tim Ream dan kolega terus menekan pertahanan Socceroos yang kesulitan keluar dari tekanan. Australia sempat mencoba membalas melalui Mathew Leckie. Namun upayanya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Freeman Muncul Sebagai Pembeda di Lapangan
Menjelang turun minum, Amerika Serikat menggandakan keunggulan melalui Alex Freeman. Gol berawal dari percobaan Sergiño Dest yang diblok pertahanan Australia. Bola kemudian melambung di area penalti dan dimanfaatkan Freeman dengan sundulan terarah ke gawang kosong.
Asisten wasit sempat mengangkat bendera tanda offside. Namun pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan Freeman berada dalam posisi sah saat bergerak menyambut bola. Wasit Felix Zwayer pun mengesahkan gol tersebut.
Gol pemain untuk klub La Liga Spanyol, Villarreal CF itu menjadi momen penting yang mengukuhkan dominasi tuan rumah sekaligus mempersulit langkah Australia untuk bangkit.
Ukir Sejarah Baru Sejak Piala Dunia 1994
Freeman juga mencatatkan namanya dalam sejarah. Ia menjadi bek kedua Amerika Serikat yang mencetak gol di putaran final Piala Dunia sejak 1994 setelah John Brooks melakukannya saat menghadapi Ghana pada edisi 2014.
Kedalaman Skuad Jadi Senjata Rahasia USMNT
Pada babak kedua, Australia berusaha meningkatkan intensitas serangan melalui sejumlah pergantian pemain. Cristian Volpato dan Connor Metcalfe sempat menciptakan peluang, tetapi pertahanan Amerika Serikat tetap tampil disiplin.
Peluang terbaik Australia datang menjelang akhir laga ketika Alessandro Circati mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Namun usahanya gagal menembus rapatnya barisan pertahanan tuan rumah.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Meski kehilangan Pulisic, sejumlah pemain lain mampu mengambil peran penting.
Skenario Kelolosan Fase Gugur Grup D
Balogun tampil aktif dalam membangun serangan, Dest terus memberi ancaman dari sektor sayap, sementara Freeman muncul sebagai pahlawan lewat gol yang memastikan kemenangan.
Tambahan tiga poin membuat Amerika Serikat mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan tempat di fase gugur. Mereka kini mengincar posisi juara Grup D saat menghadapi Turki pada laga terakhir.
Hasil ini sekaligus memperpanjang awal sempurna Amerika Serikat yang selalu meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama fase grup.
Sementara itu, Australia harus berjuang hingga pertandingan terakhir melawan Paraguay untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Kekalahan di Seattle membuat jalan Socceroos menuju fase gugur menjadi semakin terjal. (MR-02)







