Mataredaksi.com, BOGOR – Kekalahan 0-1 dari Manchester United pada pekan ke-33 Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB, semakin memperburuk situasi Chelsea FC. Hasil di Stadion Stamford Bridge, London, itu memperpanjang tren negatif The Blues sekaligus memicu gelombang protes dari para pendukung mereka.
Suporter Chelsea meluapkan kekecewaan melalui spanduk dan nyanyian bernada protes yang menggema di sekitar stadion. Mereka menyoroti performa tim yang terus menurun sejak ditangani Liam Rosenior.
Chelsea kini menelan empat kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak satu gol pun. Catatan tersebut menjadi salah satu periode terburuk klub dalam beberapa musim terakhir.
Chelsea Kehilangan Momentum
Krisis produktivitas lini depan menjadi sorotan utama. Chelsea sudah menjalani hampir enam setengah jam pertandingan liga tanpa mencetak gol.
Situasi itu membuat peluang mereka untuk menembus zona UEFA Champions League semakin berat. Setelah kalah dari Manchester United, Chelsea tertinggal empat poin dari posisi lima besar dan telah memainkan satu laga lebih banyak dari beberapa pesaingnya.
Rosenior mengakui timnya sedang menghadapi tekanan besar di sisa musim. “Ini bukan hal yang mustahil, tetapi kami seperti sedang mendaki gunung. Kami harus pergi ke markas Brighton dengan mentalitas wajib menang untuk menjaga peluang kami”, ujar Rosenior.
Suporter Mulai Kehilangan Kesabaran
Kekecewaan suporter semakin terlihat setelah kelompok fans menyuarakan protes terbuka terhadap arah klub. Mereka mempertanyakan keputusan manajemen, termasuk kebijakan pemilik klub Todd Boehly dan Clearlake Capital.
Menariknya, aksi protes itu juga mendapat dukungan dari kelompok suporter RC Strasbourg Alsace. Mereka ikut menyuarakan ketidakpuasan terhadap model kepemilikan multi-klub yang dijalankan pemilik Chelsea.
Selain itu, keputusan manajemen menunjuk Liam Rosenior dari Strasbourg pada Januari lalu belum memberi perubahan berarti. Sebaliknya, performa Chelsea justru terus menurun pada fase penting musim ini.
Ancaman Gagal ke Liga Champions
Jika gagal finis di zona lima besar, Chelsea FC akan kembali absen dari UEFA Champions League untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir.
Akibatnya, Chelsea bisa kehilangan pemasukan besar dari bonus UEFA dan hak siar. Selain itu, klub juga akan menghadapi tantangan lebih besar untuk menarik pemain top pada bursa transfer musim panas.
Padahal, target minimal klub pada awal musim adalah finis di zona Liga Champions. Kini, dengan lima pertandingan tersisa, tekanan besar berada di pundak Rosenior dan para pemain.
Karena itu, Chelsea harus segera menemukan solusi jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kegagalan besar. (MR-01)







