Mataredaksi.com, BOGOR – Club Brugge KV bermain imbang 3-3 melawan Atlético Madrid pada leg pertama babak play-off Liga Champions UEFA 2025/2026, di Stadion Jan Breydel, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat persaingan menuju fase berikutnya tetap terbuka dan akan ditentukan sepenuhnya pada leg kedua di Riyadh Air Metropolitano pekan depan.
Penalti Cepat dan Kontrol Atlético
Atlético langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Wasit menunjuk titik putih pada menit kedelapan setelah Joaquin Seys melakukan handball. Julián Álvarez menjalankan tugasnya dengan tenang dan membawa tim tamu unggul.
Tim asuhan Diego Simeone terus menekan lewat permainan cepat di sisi sayap. Pada menit ke-13, Ademola Lookman menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan terukur Antoine Griezmann dari situasi sepak pojok. Atlético mengontrol tempo, memaksa Brugge bertahan lebih dalam dan membatasi ruang gerak lini tengah tuan rumah sepanjang babak pertama.
Respons dan Kebangkitan Brugge
Memasuki babak kedua, Brugge tampil lebih agresif dan berani menaikkan garis pertahanan. Tekanan tersebut membuahkan hasil ketika Raphael Onyedika memperkecil ketertinggalan melalui bola muntah dari penyelamatan Jan Oblak terhadap tembakan Nicolò Tresoldi. Gol itu mengubah momentum pertandingan dan meningkatkan intensitas serangan tuan rumah.
Pada menit ke-60, Christos Tzolis menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tembakan akurat setelah menerima umpan Onyedika. Atmosfer Stadion Jan Breydel berubah drastis, dengan dukungan penuh publik tuan rumah yang mendorong timnya terus menyerang.
Drama Akhir dan Gol Penentu
Atlético kembali unggul pada menit ke-79 ketika tembakan Alexander Sørloth membentur tiang dan bola mengenai Joel Ordóñez sebelum masuk ke gawang sendiri. Meski tertinggal, Brugge tidak kehilangan fokus.
Menit ke-89 menjadi klimaks laga saat Tzolis mencetak gol ketiga timnya melalui sepakan rendah yang menembus sisi kiri gawang Oblak. Gol tersebut memastikan skor 3-3 dan menjaga peluang Brugge tetap hidup.
Statistik dan Gambaran Leg Kedua
Brugge mencatatkan 17 tembakan dengan nilai expected goals (xG) sebesar 2,22, sementara Atlético sedikit unggul dengan 2,36 xG. Angka tersebut menunjukkan duel berlangsung terbuka dan kedua tim sama-sama mampu menciptakan peluang berkualitas tinggi sepanjang 90 menit.
Meski Atlético dua kali memimpin, mereka kesulitan menjaga stabilitas lini belakang, terutama saat menghadapi tekanan cepat Brugge di babak kedua. Transisi bertahan tim asuhan Diego Simeone terlihat kurang rapi, yang akhirnya dimanfaatkan tuan rumah untuk menyamakan kedudukan.
Leg kedua di Madrid diprediksi berjalan lebih taktis. Los Rojiblancos – julukan Atlético Madrid – kemungkinan akan bermain lebih disiplin dengan kontrol tempo yang lebih kuat, memanfaatkan pengalaman mereka di kompetisi Eropa.
Di sisi lain, Les Gazelles – julukan Club Brugge – datang dengan modal mental positif setelah menunjukkan karakter pantang menyerah. Jika mampu menjaga efektivitas serangan balik dan ketenangan di lini pertahanan, peluang mereka untuk mencuri hasil di kandang lawan tetap terbuka. (MR-01)







