Mataredaski.com, LONDON – Manajer Liverpool Arne Slot menegaskan, gangguan saat momen hening mengenang Diogo Jota dan Andre Silva sebelum laga Community Shield bukan aksi sengaja dari pendukung Crystal Palace.
Keheningan itu berlangsung di Wembley, Minggu. Namun wasit Chris Kavanagh memotongnya setelah sorakan terdengar dari tribun timur yang dipenuhi fans Palace.
Jota, mantan penyerang Liverpool, dan saudaranya Andre Silva meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol utara bulan lalu. Mereka masing-masing berusia 28 dan 25 tahun.
Slot, seusai timnya kalah 3-2 lewat adu penalti, menyebut insiden tersebut murni ketidaksengajaan.
“Saya tidak berpikir itu direncanakan. Mungkin dia tidak sadar itu momen hening. Dia hanya senang dan mencoba menyemangati timnya. Fans Palace lain berusaha menenangkan, tapi malah terdengar berisik. Fans kami bereaksi. Namun saya yakin tidak ada niat buruk”, kata Slot.
Slot menambahkan, fans Palace selalu menghormati Jota dan Andre. Ia percaya laga kandang Liverpool melawan Bournemouth pada Jumat nanti akan menunjukkan penghormatan yang sesungguhnya.
Hasil Pertandingan dan Momen Mengharukan
Palace dua kali membalas ketertinggalan sebelum menutup laga dengan kemenangan 3-2 lewat adu penalti. Hugo Ekitiké dan Jeremie Frimpong membawa Liverpool unggul, sedangkan Jean-Philippe Mateta serta Ismaila Sarr membalas untuk Palace.
Frimpong mencetak gol pada menit 20 detik 20, angka yang sama dengan nomor punggung Jota di Liverpool.
“Luar biasa, seolah sudah ditakdirkan,” ujar komentator Darren Fletcher di TNT Sports.
Liverpool memensiunkan nomor punggung 20 untuk menghormati Jota. Sebelum laga, legenda Ian Rush, ketua Palace Steve Parish, dan ketua FA Debbie Hewitt meletakkan karangan bunga di depan tribun Liverpool. Penonton lalu menyanyikan “You’ll Never Walk Alone” dengan penuh penghayatan. (MR-01)






