Mataredaksi.com, BOGOR – Rekor tak terkalahkan Fußball-Club Bayern München di Bundesliga Jerman musim 2025/2026 berakhir setelah mereka kalah 2-1 dari Fußball-Club Augsburg 1907 di Stadion Allianz Arena, di Distrik Fröttmaning, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.
Bayern Unggul Dulu, Tapi Kesulitan Menjaga Skor
Die Roten – julukan Bayern München – memulai laga dengan semangat. Luis Fernando Díaz dan Lennart Karl beberapa kali mengancam pertahanan FC Augsburg 19007, tetapi penyelesaian mereka kurang akurat.
Pada menit ke-23, Michael Olise mengirim sepak pojok melengkung yang disundul Hiroki Ito. Die Bayern unggul 1-0. Allianz Arena bergemuruh, tetapi Fuggerstädter – julukan FC Augsburg 1907 – segera menunjukkan ancaman. Robin Fellhauer membentur tiang gawang menjelang akhir babak pertama.
Babak Kedua: Augsburg Balikkan Keadaan
Bayern München kehilangan ritme di babak kedua. Pada menit ke-75, kiper Jonas Urbig gagal mengantisipasi sepak pojok Mert Kömür. Arthur Chaves menyundul bola ke gawang kosong dan menyamakan skor.
Enam menit kemudian, Han-Noah Massengo menyelesaikan peluang dekat gawang setelah menerima umpan Dimitrios Giannoulis. FC Augsburg 1907 asuhan Manuel Baum memimpin 2-1. Bayern mencoba membalas, tetapi tendangan melengkung Olise membentur mistar gawang di menit akhir.
Statistik & Analisis Data
FC Augsburg 1907 menekan dengan efektif meski hanya menguasai 29,7% bola. Keven Schlotterbeck dan kawan-kawan melepaskan 16 tembakan dengan xG 0,94. Bayern München mencetak 1,48 xG dari 15 tembakan.
Dimitrios Giannoulis menciptakan lima peluang sekaligus memberikan tujuh umpan silang. Olise mencatat delapan umpan silang. Statistik ini menegaskan efektivitas Augsburg dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Bayern München memainkan skuad termuda musim ini, rata-rata 26 tahun dan 125 hari. Hal ini mungkin memengaruhi kedewasaan permainan Harry Kane dan kawan-kawan di momen krusial.
Dampak Kekalahan

Kekalahan ini menandai kekalahan pertama Bayern München di liga sejak Maret tahun lalu. Suporter Allianz Arena menyaksikan laga dengan tegang, tetapi FC Augsburg membuktikan setiap tim di Bundesliga dapat mengejutkan lawan besar bila bermain efektif.
Kemenangan FC Augsburg juga menegaskan strategi serangan balik dan disiplin pertahanan mereka. Bayern München besutan Vincent Kompany harus belajar dari laga ini jika ingin mempertahankan ambisi juara. (MR-01)






