Mataredaksi.com, BOGOR – Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenangan 4-2 atas Manchester City pada pertandingan kedua League Phase Liga Champions UEFA 2026/2027, di Stadion Etihad, Inggris, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB.
Juara Eropa tersebut tampil tajam pada babak pertama dengan mencetak tiga gol melalui Désiré Doué, Ousmane Dembélé, dan Vítor Machado Ferreira alias Vitinha. Manchester City kemudian berusaha mengejar ketertinggalan setelah Erling Braut Håland mencetak dua gol pada babak kedua.
Meski tuan rumah meningkatkan tekanan setelah turun minum, upaya Rúben Dias dan kawan-kawan belum cukup untuk membalikkan keadaan. Kesempatan yang terbuang dan penyelamatan penting di bawah mistar membuat Manchester City gagal menuntaskan kebangkitan.
PSG Mengamuk, Tiga Gol Warnai Babak Pertama
Manchester City sempat memperoleh peluang melalui Antoine Semenyo. Namun, tembakannya setelah bola muntah membentur mistar belum menghasilkan gol. Marc Guéhi juga mendapat hukuman setelah melakukan pelanggaran terhadap kiper PSG, Matvey Safonov.
PSG kemudian mengambil kendali pertandingan melalui serangan balik cepat. Fabián Ruiz mengirimkan umpan kepada Doué yang bergerak dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut kiri bawah gawang.
Hanya berselang 99 detik, tim berjuluk Les Rouge-et-Bleu kembali membobol gawang lawan. Doué bekerja sama dengan Dembélé, yang menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk menggandakan keunggulan tim tamu.
Vitinha kemudian menguji Gianluigi Donnarumma. Kiper Manchester City itu sempat menggagalkan upaya lawan, sedangkan Achraf Hakimi juga memperoleh peluang melalui sundulan yang membentur mistar.
Tekanan PSG asuhan Luis Enrique akhirnya menghasilkan gol ketiga pada menit ke-32. Vitinha melepaskan tembakan pertama kali dari tepi kotak penalti dan membawa timnya unggul 3-0.
Hasil tersebut menempatkan Manchester City dalam situasi sulit. Untuk pertama kalinya sejak kekalahan 1-4 dari Liverpool pada 2015, The Citizens kebobolan tiga gol pada babak pertama dalam pertandingan kandang kompetitif, berdasarkan catatan dalam materi pertandingan.
Pergantian Pemain Ubah Permainan Manchester City
Manchester City yang dikoordinir Rúben Dias berusaha bangkit sebelum jeda. Joško Gvardiol melepaskan sundulan yang melebar, sedangkan tembakan Jérémy Doku belum mampu menaklukkan Matvey Safonov.
Memasuki babak kedua, Enzo Maresca langsung mengubah komposisi tim. Matheus Nunes, Ayyoub Bouaddi, dan Iliman Ndiaye masuk untuk menambah tenaga serta daya gedor tuan rumah.
Perubahan tersebut segera memberikan dampak. Pada menit ke-53, Ndiaye mengirimkan umpan silang yang disambut Erling Håland melalui sundulan. Gol itu memperkecil ketertinggalan Manchester City menjadi 1-3.
Tekanan Tuan Rumah Belum Berbuah Maksimal
Setelah gol Håland, Manchester City meningkatkan intensitas serangan. Antoine Semenyo sempat membentur mistar, meskipun peluang tersebut terjadi dalam posisi offside. Ndiaye juga memperoleh kesempatan ketika tuan rumah terus memburu gol berikutnya.
Di tengah tekanan itu, Gianluigi Donnarumma melakukan kesalahan yang menghambat upaya timnya. Ia gagal mengamankan tembakan Maghnes Akliouche dengan sempurna sehingga bola memantul ke atas dan mengarah ke gawang.
Manchester City kembali mengancam melalui Gvardiol. Namun, pemain PSG berhasil menyapu upayanya dari garis gawang. Enzo Fernández kemudian menggetarkan mistar, sedangkan sundulan Håland juga membentur bagian atas gawang.
Håland Pangkas Jarak, Peluang Penalti Terbuang
Manchester City akhirnya kembali mencetak gol melalui Erling Håland. Penyerang asal Norwegia tersebut menyelesaikan umpan tarik Bouaddi dengan tenang, hanya 57 detik setelah peluang sebelumnya membentur mistar.
Gol itu mengubah skor menjadi 2-3 sekaligus membangkitkan harapan tuan rumah. Håland bahkan berpeluang melengkapi hat-trick pada menit ke-83, tetapi tembakannya sambil menjatuhkan badan masih mampu diamankan Safonov.
Kesempatan lain hadir melalui titik penalti setelah Matheus Nunes melakukan pelanggaran terhadap Nuno Mendes. Ferran Torres maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya terlalu lemah sehingga Donnarumma dapat menggagalkannya.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan bagi Manchester City yang sedang mengejar ketertinggalan. PSG mampu menjaga keunggulan hingga laga berakhir dengan skor 4-2, sesuai hasil yang tercantum dalam materi sumber.
Håland Ukir Rekor, PSG Tunjukkan Efektivitas
Dua gol Håland menambah catatan penting dalam kariernya bersama Manchester City di Liga Champions UEFA. Gol pertamanya dalam pertandingan ini disebut membawa penyerang Norwegia tersebut melampaui Sergio Agüero sebagai pencetak gol terbanyak Manchester City sepanjang sejarah kompetisi itu.
Gol keduanya juga membawanya mencapai 61 gol dalam 60 penampilan di Liga Champions UEFA. Dari jumlah tersebut, 38 gol tercipta bersama Manchester City hanya dalam 41 pertandingan.
Statistik Tembakan Unggulkan Manchester City
Secara keseluruhan, Manchester City melepaskan 27 tembakan dengan nilai expected goals (xG) gabungan sebesar 2,57. Sebanyak 1,78 xG di antaranya tercipta pada babak kedua, ketika tuan rumah mendominasi permainan dan terus menekan pertahanan PSG.
Erling Håland mencatatkan delapan percobaan, sedangkan Semenyo menghasilkan enam tembakan dan Ndiaye empat. Kendati menciptakan banyak peluang, Manchester City tetap kesulitan menyelesaikan serangan menjadi gol tambahan.
PSG Pertahankan Keunggulan hingga Akhir
PSG memperlihatkan efektivitas tinggi pada babak pertama dan mampu menghadapi tekanan setelah turun minum. Keunggulan tiga gol yang mereka bangun pada paruh pertama menjadi modal penting untuk menjaga hasil pertandingan.
Sebaliknya, Manchester City harus mengevaluasi penyelesaian akhir serta kesalahan yang menghambat kebangkitan mereka. Dua gol Erling Håland dan dominasi serangan pada babak kedua belum cukup untuk menghindarkan tuan rumah dari kekalahan 2-4. (MR-02)






