Mataredaksi.com, BOGOR – Inter Milan menelan kekalahan 3-1 dari FK Bodø/Glimt pada leg pertama babak play-off Liga Champions UEFA 2025/2026, di Stadion Aspmyra, Norwegia, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Tuan rumah memanfaatkan lapangan sintetis dan suhu dingin untuk menjaga tempo tinggi sejak awal. Dua gol cepat di babak kedua mengubah jalannya laga dan membuat Nerazzurri menghadapi tekanan besar sebelum leg kedua di Giuseppe Meazza.
Chivu Akui Tantangan dan Soroti Transisi
Usai pertandingan, Cristian Chivu mengakui kondisi lapangan memberi dampak pada ritme permainan timnya. Ia menyebut Inter sudah mencoba beradaptasi, tetapi tetap kesulitan menjaga stabilitas saat bertahan.
“Kami mencoba bermain meski kondisi lapangan berbeda. Itu bukan alasan, tetapi jelas memberi tantangan”, ujar Cristian Chivu melalui FCInter1908..
Ia menilai Bodø/Glimt tampil lebih siap dalam duel dan lebih cepat saat melakukan transisi. Menurutnya, Inter kehilangan fokus pada momen krusial. “Kami meminta pemain untuk menekan lebih cepat, tetapi masalah utama muncul saat transisi. Mereka sangat cepat dalam serangan balik”, tambahnya.
Lautaro Dipastikan Menepi
Chivu juga mengonfirmasi kabar buruk terkait Lautaro Martínez. Sang kapten mengalami masalah pada betis dan kemungkinan harus absen dalam beberapa laga ke depan. “Lautaro merasakan nyeri serius. Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan, tetapi dia kemungkinan tidak tersedia dalam waktu dekat”, jelasnya.
Absennya Lautaro tentu menjadi pukulan bagi Inter, mengingat perannya sebagai motor serangan. Chivu mengakui timnya perlu mencari solusi alternatif untuk menjaga produktivitas lini depan.
Kini Inter wajib bangkit di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro. Mereka harus meningkatkan efektivitas serangan, memperbaiki koordinasi lini belakang, dan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan jika ingin membalikkan defisit dua gol dan menjaga asa di Liga Champions musim ini.
Chivu juga menegaskan bahwa timnya harus belajar dari kesalahan sendiri. Ia meminta para pemain tetap tenang dan tidak kehilangan kepercayaan diri meski tertinggal agregat. Menurutnya, pengalaman Inter di kompetisi Eropa harus menjadi modal penting saat tampil di kandang sendiri pekan depan. (MR-03)







