Mataredaksi.com, BOGOR – Liverpool Football Club kembali meraih kemenangan dramatis di laga perdana Liga Champions UEFA 2025/2026. The Reds menaklukkan Atlético de Madrid 3-2 di Stadion Anfield, Kamis (18/9/2025) WIB, berkat gol Virgil van Dijk pada menit ke-90+2 yang memastikan tiga poin perdana.
Kemenangan Dramatis di Anfield
Liverpool tampil dominan sejak awal. Andy Robertson dan Mohamed Salah membawa The Reds unggul cepat lewat dua gol dalam enam menit pertama. Gol pertama tercipta setelah tendangan bebas Salah mengenai Robertson, sedangkan gol kedua lahir dari aksi solo Salah yang melewati tiga pemain lawan sebelum menuntaskan umpan Ryan Gravenberch.
Namun, kelemahan pertahanan membuat Marcos Llorente mampu menyamakan skor dengan dua gol balasan. Situasi itu hampir mengulang sejarah kelam 2020 ketika Atlético pernah membalikkan keadaan di Anfield. Baru di masa tambahan waktu Van Dijk menyundul bola hasil umpan sudut Dominik Szoboszlai untuk memastikan kemenangan Liverpool.
Slot Gerah dengan Akhir Laga
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengaku mulai tidak nyaman timnya terlalu sering mengandalkan gol di menit akhir. Dari lima laga terakhir di Liga Primer Inggris maupun Liga Champions, seluruh kemenangan datang setelah menit ke-80. Slot menilai hal ini menunjukkan masalah dalam memanfaatkan dominasi sejak awal.
“Pertandingan ini seharusnya sudah selesai jauh sebelum tambahan waktu”, kata Slot. “Kami menciptakan banyak peluang emas untuk mencetak gol ketiga, tetapi tidak menuntaskannya. Tim ini tidak boleh terus bergantung pada akhir laga untuk memastikan kemenangan”, tegasnya.
Debut Alexander Isak dan Trio Baru
Alexander Isak menjalani debut bersama Liverpool setelah menjadi pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris. Kehadirannya melengkapi trio lini depan anyar bersama Florian Wirtz dan Hugo Ekitiké. Kehadiran trio ini sempat membuat peran Mohamed Salah terlihat menurun, meski pemain asal Mesir itu tetap menampilkan kualitas tinggi.
Salah hampir menambah gol ketiganya setelah menerima umpan terobosan Wirtz, tetapi penyelesaiannya masih gagal. Liverpool menciptakan banyak peluang emas, namun Atletico memanfaatkan celah ketika Llorente mencetak dua gol balasan.
Celah dan Konsistensi
Meski mempertahankan catatan sempurna, celah dalam permainan Liverpool tetap terlihat. Tim besutan Slot tercatat kebobolan dua gol atau lebih dalam empat dari enam pertandingan awal musim, termasuk kekalahan di Community Shield melawan Crystal Palace. Slot menekankan perlunya meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir untuk menjaga konsistensi sepanjang musim. (MR-01)






