Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, mengakui timnya kalah kelas saat menghadapi Bayern München pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan mengubah pendekatan taktiknya jika harus memainkan pertandingan tersebut kembali.
Atalanta dipermalukan 1-6 oleh Bayern di Stadion New Balance Arena, Bergamo, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. Enam gol tim tamu dicetak oleh Josip Stanišić (12′), Michael Olise (22′, 64′), Serge Gnabry (25′), Nicolas Jackson (52′), dan Jamal Musiala (67′). Sementara itu, tuan rumah hanya mampu membalas lewat Mario Pašalić.
Menurut Palladino, kualitas individu para pemain Bayern menjadi faktor utama di balik kekalahan telak tersebut. “Pertama-tama saya ingin memberi selamat kepada Bayern. Mereka adalah tim yang sangat kuat dan terkadang benar-benar sulit dihentikan”, kata Palladino kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan.
Pengalaman Berharga bagi Atalanta
Kekalahan besar tersebut tidak membuat Palladino kehilangan kepercayaan terhadap timnya. Pelatih asal Italia itu justru menilai pertandingan melawan Bayern akan menjadi pengalaman penting bagi perkembangan Atalanta.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendukung yang tetap memberikan dukungan hingga akhir laga. “Bagi kami, pemain terbaik malam ini adalah para penggemar. Saya ingin berterima kasih kepada mereka karena tetap menyemangati tim sampai akhir meskipun hasilnya tidak memihak”, ujarnya.
Menurutnya, pengalaman menghadapi tim sekelas Bayern akan membantu para pemain berkembang. “Pertandingan seperti ini akan membuat kami tumbuh. Jika laga yang sama dimainkan lagi, saya tetap akan melakukannya dengan cara yang sama”, tambah Palladino.
Pelatih berusia 41 tahun tersebut menilai mentalitas tim menjadi kunci keberhasilan Atalanta menembus fase ini. “Atalanta bisa mencapai tahap ini, masuk semifinal Coppa Italia, dan tetap bersaing di liga karena mentalitas tim. Itu sebabnya saya tidak akan mengubah cara bermain kami”, jelasnya.
Atalanta Tetap Bertahan dengan Sistem yang Sama
Palladino menegaskan Atalanta tidak akan meninggalkan sistem permainan man-to-man yang selama ini menjadi identitas tim. Pendekatan tersebut memang membuat Atalanta kesulitan menghadapi kecepatan dan kualitas lini serang Bayern.
“Kami tahu mereka bisa menempatkan kami dalam situasi sulit dengan pemain depan yang sangat kuat dan pergerakan yang cepat”, ujarnya.
Meski demikian, Palladino menegaskan filosofi permainan timnya tidak akan berubah. “Kami menerima kualitas mereka. Atalanta sampai sejauh ini karena mentalitas tersebut dan kami tidak akan mengubahnya. Kami tidak akan bertahan secara zonal. Kami menerima hasilnya—kami menang atau kami belajar”, tegasnya.
Kualitas individu para pemain Bayern juga meninggalkan kesan kuat bagi sang pelatih. “Jarang sekali saya melihat pemain dengan kualitas seperti itu. Mereka selalu memberikan bola dengan kecepatan dan akurasi yang tepat kepada rekan setimnya”, kata Palladino.
Fokus Bangkit di Serie A
Setelah kekalahan ini, Atalanta langsung mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Mereka akan menghadapi ujian berat dengan bertandang ke San Siro untuk melawan pemimpin klasemen Inter pada akhir pekan.
Palladino yakin timnya mampu bangkit dari kekalahan tersebut. “Tim ini biasanya bereaksi dengan baik setelah kekalahan dan saya percaya kami akan melakukannya lagi pada Sabtu”, ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Atalanta tampil tanpa beberapa pemain penting dalam pertandingan melawan Bayern. “Kami kehilangan empat pemain utama dan tidak memiliki banyak opsi di lini depan. Meski begitu, kami memilih tetap bermain dengan cara yang sama seperti saat menghadapi Udinese”, jelasnya.
Terlepas dari kekalahan telak tersebut, Palladino tetap melihat sisi positif dari perjuangan timnya. “Para pemain terus berjuang sampai akhir pertandingan. Kami bisa sampai di titik ini setelah mengalahkan tim seperti Chelsea dan Borussia Dortmund. Pada akhirnya, perbedaan terbesar memang terletak pada kualitas pemain”, pungkasnya. (MR-02)







