Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester United gagal memanfaatkan peluang naik ke empat besar Liga Premier setelah ditahan imbang Leeds United 1-1 dalam duel rival lama pada matchday ke-20, di Stadion Elland Road, Minggu (4/1/2026) malam WIB. Matheus Cunha muncul sebagai penyelamat The Red Devils (Setan Merah) lewat gol penyeimbang di babak kedua.
Manchester datang dengan ambisi besar, namun justru Leeds yang lebih dulu memberi ancaman. Tim asuhan Daniel Farke tampil agresif sejak awal dan sempat hampir unggul pada babak pertama. Dominic Calvert-Lewin mendapat peluang emas lewat sundulan menyambut umpan silang, tetapi bola hanya membentur tiang jauh gawang André Onana.
Skuad Rúben Amorim sebenarnya sempat bersorak delapan menit setelah jeda ketika Cunha mencetak gol melalui situasi kemelut. Namun, selebrasi itu buyar karena bendera offside sudah terangkat lebih dulu.
Leeds tak mengendurkan tekanan. Intensitas tinggi yang mereka peragakan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-62. Brenden Aaronson dengan tenang menuntaskan peluang setelah memanfaatkan bola liar hasil sentuhan Pascal Struijk, mengarahkan sepakan ke sudut kanan bawah gawang Manchester United.
Gol tersebut memaksa Amorim bereaksi cepat. Ia langsung memasukkan Joshua Zirkzee untuk menambah daya gedor di lini depan. Keputusan itu terbukti tepat. Zirkzee memberi kontribusi instan lewat umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambut Cunha. Penyerang asal Brasil itu meluncur dan mengarahkan bola melewati Lucas Perri untuk menyamakan skor.
Setelah gol penyeimbang, laga berjalan semakin terbuka. Leeds mendapat dua peluang terbaik di menit-menit akhir melalui Noah Okafor dan Joël Piroe, namun keduanya gagal mengubah kans menjadi gol. Di sisi lain, Cunha hampir mencetak gol kemenangan pada menit ke-81, tetapi sepakannya hanya mengenai kaki tiang.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. Hasil ini membuat The Red Devils kembali kehilangan momentum dalam persaingan papan atas, sementara The Peacocks memperpanjang tren positif mereka.
Debrief Data: Konsistensi Leeds, Masalah Efektivitas United
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Leeds United di Liga Premier menjadi tujuh pertandingan. Dalam periode tersebut, Leeds mencatat dua kemenangan dan lima hasil imbang. Tim asuhan Daniel Farke juga mengoleksi 11 poin, mendekati raihan mereka dari 13 laga awal musim 2025/26.
Rekor ini menjadi yang terpanjang bagi Leeds di kasta tertinggi sejak era David O’Leary pada 2001. Performa Brenden Aaronson ikut menonjol dalam periode tersebut. Gelandang asal Amerika Serikat itu telah mencetak dua gol dan terlibat langsung dalam lima gol Leeds musim ini. Catatan tersebut melampaui kontribusinya pada musim 2022/23.
Di sisi lain, Manchester United kembali menghadapi persoalan efektivitas. Setan Merah mencatat expected goals (xG) sebesar 1,46, lebih tinggi dibanding Leeds yang hanya 0,92. Namun, United hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran dari total 15 percobaan. Hasil ini membuat United mencatat enam hasil imbang dari 11 pertandingan liga terakhir mereka. (MR-02)







