Napoli Imbang 0-0 Lawan Eintracht Frankfurt, Conte Sebut Tim Jerman Belajar Catenaccio

PELATIH kepala SSC Napoli, Antonio Conte terlihat gusar selama pertandingan keempat fase liga Liga Champions UEFA 2025/26 melawan Eintracht Frankfurt, di Stadio Diego Armando Maradona di Naples, Italia, pada Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Partenopei ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh Die Adler. (Sumber foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Società Sportiva Calcio Napoli harus puas bermain imbang 0-0 melawan Eintracht Frankfurt pada matchday keempat Phase League Liga Champions UEFA 2025/2026, di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Hasil ini membuat Partenopei mengumpulkan empat poin di fase liga dan memperlihatkan tantangan menghadapi jadwal padat.

Conte Puji Semangat Pemain

Pelatih Antonio Conte menilai Eintracht Frankfurt mempelajari taktik Catenaccio Italia. “Orang-orang berbicara tentang sepak bola menyerang, tapi tim Jerman bermain dengan sangat hati-hati. Mereka belajar Catenaccio, dan itu menunjukkan rasa hormat maksimal”, kata Conte kepada Sky melalui TMW.

https://icdn.football-italia.net/wp-content/uploads/2025/11/Napoli-sad-Eintracht.jpgPARA pemain SSC Napoli menunjukkan kekecewaan usai pertandingan pada Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. (Sumber foto: Francesco Pecoraro/Getty Images)

Ia menegaskan para pemain tetap menunjukkan komitmen tinggi meski Napoli kehilangan beberapa pilar. Romelu Lukaku, Alex Meret, Kevin De Bruyne, Leonardo Spinazzola, dan Billy Gilmour cedera, sedangkan Lorenzo Lucca diskors. “Kami memiliki peluang besar, terutama di babak kedua. Jika gol tercipta, kami bisa menang 3-0”, lanjut Conte.

Musim Lebih Berat bagi Napoli

Conte menekankan jadwal padat membuat adaptasi lebih sulit bagi pemain, tetapi tim harus tetap fokus dan mengambil pengalaman dari setiap laga. Napoli akan menghadapi Qarabağ Futbol Klubu, Sport Lisboa e Benfica, Football Club Copenhagen, dan Chelsea FC dalam empat pertandingan terakhir fase liga Liga Champions. Para pemain muda dipuji atas dedikasi mereka, sementara manajemen terus memantau kebugaran skuad agar tetap kompetitif. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *