Chelsea Tumbang di Kandang Sendiri
Mataredaksi.com, BOGOR – Chelsea Football Club harus menelan kekalahan 1-2 dari Sunderland Association Football Club dalam pertandingan pekan ke-9 lanjutan Liga Primer Inggris 2025/2026, Sabtu (25/10/2025) malam WIB.
Tim asuhan Enzo Maresca sempat unggul cepat melalui Alejandro Garnacho, namun Sunderland AFC bangkit lewat Wilson Isidor dan gol dramatis Chemsdine Talbi di menit ke-93.
Hasil ini menghentikan tren empat kemenangan beruntun Chelsea dan membuat mereka turun ke posisi ketujuh klasemen, sedangkan Sunderland melonjak ke peringkat kedua.
GARNACHO mencetak gol pertamanya untuk Chelsea FC (kiri) saat melawan Sunderland AFC, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. (Sumber foto: X/@ChelseaFC)
Performa & Rating Pemain Chelsea
Berikut penilaian individu pemain The Blues yang disusun oleh FotMob:
GK – Robert Sánchez (6,1)
Masih sering ragu menguasai bola, meski tampil cukup percaya diri dalam distribusi. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah dua gol Sunderland.
RB – Reece James (7,5)
Sumber utama serangan Chelsea. Aktif naik ke lini tengah, meski akurasi umpannya belum maksimal. Tetap menjadi pemain paling berpengaruh di lapangan.
CB – Trevoh Chalobah (6,6)
Kehilangan momentum saat menghadapi Isidor dan Brobbey. Kurang sigap di momen penting.
CB – Josh Acheampong (7,1)
Bertahan cukup disiplin dan melakukan beberapa intersepsi penting sebelum digantikan.
LB – Marc Cucurella (6,7)
Agresif menyerang di sisi kiri namun belum efektif menutup ruang saat transisi.
DM – Enzo Fernández (7,1)
Aktif menciptakan peluang, tapi gagal memanfaatkan peluang jarak jauh.
DM – Moisés Caicedo (6,6)
Kerja keras di lini tengah patut diapresiasi meski beberapa tekel tidak efektif.
RW – Pedro Neto (7,4)
Enerjik dan menjadi ancaman konstan di sayap kanan. Kurang tajam dalam penyelesaian akhir.
AM – João Pedro (6,2)
Kurang berpengaruh di area No.10. Tidak mampu menjadi penghubung lini tengah dan depan.
LW – Alejandro Garnacho (7,2)
Mencetak gol cepat dan bermain agresif sebelum ditarik keluar. Performa menjanjikan meski hasil tak berpihak padanya.
ST – Marc Guiu (5,9)
Kurang tajam di lini depan dan kesulitan menemukan ritme permainan.
Pemain Pengganti Chelsea Tampil Efisien
Deretan pemain pengganti Chelsea berusaha memberikan dampak nyata di babak kedua. Estêvão yang masuk di menit ke-58 langsung aktif dalam serangan dan mendapat nilai 6,2. Jamie Gittens juga mencatat angka serupa setelah tampil penuh semangat di menit ke-76. Tosin Adarabioyo yang menggantikan Acheampong menambah stabilitas di lini belakang dan memperoleh nilai 6,4.
Sementara itu, dua pemain muda, Andrey Santos dan Tyrique George, mendapat kesempatan pada menit ke-85. Keduanya tampil percaya diri meski waktu bermain cukup singkat. Selain itu, Filip Jörgensen, Jorrel Hato, Wesley Fofana, dan Roméo Lavia tetap berada di bangku cadangan tanpa turun ke lapangan.
(Sumber foto: X/@SunderlandAFC)
Sunderland: Efisien dan Percaya Diri
Sunderland menunjukkan efisiensi luar biasa serta rasa percaya diri tinggi sepanjang laga. Dua gol kemenangan mereka lahir dari kerja sama cepat antara Wilson Isidor dan Chemsdine Talbi. Di bawah mistar, Robin Roefs tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting yang menjaga peluang tim tamu tetap hidup.
Pelatih Régis Le Bris menurunkan skuad utama berisi Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Daniel Ballard, Lutsharel Geertruida, dan Reinildo. Di lini tengah, Bertrand Traoré, Granit Xhaka, Noah Sadiki, serta Enzo Le Fée mengatur tempo permainan, sementara Wilson Isidor menjadi ujung tombak.
Selain itu, tiga pemain pengganti—Talbi, Chris Rigg, dan Brian Brobbey—berperan besar dalam membalik keadaan di babak kedua. Robin Roefs pantas dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan, sedangkan Reece James tampil paling menonjol di kubu Chelsea.
BERAKSI: Wing-back Chelsea berusaha menghadang pergerakan supersub Chemsdine Talbi dari Sunderland AFC, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. (Sumber foto: X/@SunderlandAFC)
Data Tambahan: Awal Mengejutkan Sunderland
Kemenangan dramatis ini memperpanjang tren positif Sunderland di Liga Primer Inggris. Dengan total 17 poin dari sembilan pertandingan, The Black Cats menorehkan awal musim terbaik tim promosi sejak Hull City pada musim 2008–2009.
Lebih jauh, Sunderland kini mencatat 14 laga tandang tak terkalahkan di London, rekor terpanjang mereka di ibu kota Inggris. Catatan luar biasa ini menunjukkan bahwa skuad Le Bris bukan sekadar tim promosi, melainkan kekuatan baru yang siap bersaing di papan atas Liga Primer Inggris. (MR-02)







