Mataredaksi.com, TASIKMALAYA – TaylorMade Academy of Flag Football (TAFF) memperluas pembinaan flag football dengan membidik talenta-talenta muda di berbagai daerah Indonesia.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya TAFF membangun jalur pembinaan atlet sejak level akar rumput. Akademi ini ingin membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kemampuan dalam olahraga flag football.
Coach Dana Taylor II atau Coach 22 mendirikan TAFF bersama Pelatih Kepala Timnas Flag Football Putri Indonesia, Windra Thio, pada pertengahan 2025.
Keduanya membawa visi membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang. Mereka ingin mengawal perkembangan pemain sejak tahap awal hingga mampu menembus persaingan di tingkat nasional dan internasional.
TAFF kemudian membawa program tersebut ke berbagai wilayah. Salah satunya melalui roadshow, di Stadion Wiradadaha, Desa Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 29-30 Agustus 2026.
Roadshow TAFF di Priangan Timur
Melalui kegiatan itu, TAFF bertemu langsung dengan komunitas flag football di wilayah Priangan Timur. Mereka sekaligus memperkenalkan program serta pola pembinaan yang telah disiapkan untuk mendukung perkembangan olahraga tersebut.
Bidik Potensi Atlet Muda
Dalam roadshow tersebut, peserta mempelajari berbagai teknik dasar permainan flag football. Para pelatih TAFF juga membagikan pengalaman serta wawasan mengenai perkembangan olahraga tersebut di level internasional.
Coach Dana Taylor II yang akrab disapa Coach 22 atau Two Two melihat daerah sebagai salah satu sumber penting bagi lahirnya atlet-atlet flag football masa depan Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta potensial. Namun, para pemain muda membutuhkan pembinaan yang konsisten agar kemampuan mereka terus berkembang.
Coach 22 menilai sistem pembinaan yang terarah dapat membantu pemain melewati setiap tahapan perkembangan. Karena itu, TAFF ingin menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet muda.
“Potensi atlet flag football Indonesia itu sangat besar, tapi selama ini belum ada sistem pembinaan yang konsisten dan terarah. Itu yang ingin kami bangun lewat TAFF, supaya Indonesia bisa bersaing di level regional, bahkan internasional”, ujar Coach 22 dalam keterangannya.
Coach 22 juga membawa pengalaman dari level nasional ke dalam program pembinaan TAFF. Saat ini, ia bertugas sebagai Assistant Coach Tim Nasional Women’s Flag Football Indonesia.
Melalui pengalaman tersebut, ia bersama tim TAFF menyusun pola latihan yang lebih terarah. Mereka berharap para atlet muda dapat mengembangkan kemampuan sejak awal dan memiliki jalur menuju persaingan yang lebih tinggi.
Bangun Ekosistem dari Akar Rumput
Sementara itu, Coach Windra Thio menegaskan TAFF tidak hanya mengejar prestasi di lapangan. Menurutnya, akademi tersebut juga ingin membangun ekosistem flag football yang kuat dan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda.
“TAFF bukan cuma soal mencetak atlet berprestasi. Kami ingin memperkuat fondasi olahraga ini dari level akar rumput sampai ke tim nasional, supaya lebih banyak talenta muda yang punya akses ke pembinaan berkualitas”, kata Windra.
TAFF memilih Tasikmalaya sebagai salah satu titik awal untuk memperkenalkan program pembinaan di daerah. Setelah menyambangi Priangan Timur, TAFF berencana melanjutkan roadshow serupa ke sejumlah kota lainnya.
Program tersebut akan mempertemukan TAFF dengan komunitas-komunitas flag football sekaligus mencari potensi atlet muda di berbagai wilayah. TAFF ingin memperluas jangkauan pembinaan agar perkembangan flag football tidak hanya bertumpu pada daerah tertentu.
Semakin banyak wilayah yang terlibat, semakin besar pula kesempatan bagi Indonesia untuk menemukan bibit-bibit baru. Para pemain muda itu kemudian dapat mengikuti proses pembinaan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan masing-masing.
TAFF juga menyiapkan sistem pembinaan berkelanjutan untuk mengawal perjalanan atlet. Program tersebut akan membantu pemain sejak pertama kali mengenal flag football hingga memasuki jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Melalui pembinaan usia muda, penguatan komunitas, dan standar kepelatihan yang terstruktur, TAFF ingin memperluas fondasi flag football Indonesia.
Perluas Pembinaan ke Berbagai Daerah
TAFF berharap langkah tersebut dapat melahirkan lebih banyak atlet potensial dari berbagai daerah. Pada saat yang sama, akademi ini ingin membantu Indonesia memperkuat daya saing dan menembus persaingan flag football di level regional hingga internasional. (MR-03)






