Mataredaksi.com, BOGOR – Real Madrid Club de Fútbol kembali meraih kemenangan dalam rangkaian pramusim setelah menundukkan Ferencváros Torna Club dengan skor 2-1 di Stadion Groupama Aréna, Budapest, Hungaria, Minggu (9/8/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut memang memberi tambahan kepercayaan diri bagi Los Blancos setelah sebelumnya membuang keunggulan dua gol ketika menghadapi Associazione Calcio Firenze Fiorentina. Namun, kemenangan atas klub Hungaria itu belum sepenuhnya memberikan kesan meyakinkan.
Real Madrid membutuhkan waktu cukup lama untuk menciptakan ancaman serius. Mario Rivas akhirnya membuka skor melalui sundulan pada menit ke-41, sedangkan Carlos Espí menggandakan keunggulan empat menit setelah babak kedua berjalan.
Kenan Kodro kemudian memperkecil jarak pada menit ke-57. Setelah gol tersebut, Ferencváros beberapa kali mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi Real Madrid mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
José Mourinho tentu masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum memasuki kompetisi resmi. Dari pertandingan tersebut, setidaknya terdapat tiga catatan penting yang bisa menjadi bahan evaluasi sang pelatih.
Vinícius Júnior Belum Menemukan Sentuhan Terbaik
Vinícius Júnior kembali tampil setelah Real Madrid memperpanjang kontraknya selama enam tahun. Pemain asal Brasil itu masuk pada babak kedua dan menjalani penampilan perdananya dalam rangkaian pramusim.
Ekspektasi terhadap Vinícius cukup tinggi. Namun, penampilannya di Budapest belum menunjukkan performa terbaik yang biasa ia tampilkan.
Vinícius memang mampu menciptakan dua peluang bagi rekan-rekannya. Akan tetapi, ia hanya menghasilkan satu tembakan dan gagal menyelesaikan aksi dribel yang dilakukannya. Ia juga tidak memenangkan duel perebutan bola selama berada di lapangan.
Sentuhan pertama Vinícius bahkan berakhir dengan operan yang justru mengarah kepada pemain lawan. Situasi tersebut menggambarkan bahwa sang penyerang masih membutuhkan waktu untuk menemukan kembali ritme permainannya.
Vinícius juga belum terlihat menyatu dengan Álvaro Carreras di sisi kiri. Keduanya beberapa kali berada dalam posisi yang belum ideal ketika Real Madrid mencoba membangun serangan dari sektor tersebut.
Meski begitu, Mourinho tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan. Vinícius baru menjalani latihan kurang dari sepekan setelah masa liburan. Kondisi fisiknya tentu belum mencapai level pertandingan kompetitif.
Cuaca panas di Budapest juga ikut memengaruhi intensitas permainan. Karena itu, penampilan kurang maksimal tersebut lebih tepat menjadi bahan evaluasi daripada alasan untuk menimbulkan kekhawatiran.
Mourinho masih memiliki waktu untuk membangun kembali koneksi Vinícius dengan para pemain di sekitarnya. Menarik pula melihat bagaimana kerja sama tersebut berkembang ketika Marc Cucurella bergabung dengan skuad.
Lini Tengah Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Persoalan yang lebih serius justru terlihat dari lini tengah. Real Madrid masih mencari formula terbaik setelah kehilangan figur besar seperti Toni Kroos dan Luka Modrić.
Situasi tersebut semakin menarik setelah Rodrigo Hernández atau Rodri disebut lebih memilih Barcelona daripada Real Madrid. Gelandang Manchester City itu sebelumnya sempat masuk dalam pembicaraan mengenai kemungkinan kembali ke Madrid.
Kehadiran Rodri sebenarnya bisa memberikan profil berbeda di lini tengah Los Blancos. Ia memiliki kemampuan mengatur tempo, menjaga keseimbangan, sekaligus mengalirkan bola dari area dalam.
Kini Mourinho harus mencari solusi dari pemain yang tersedia. Dalam pertandingan melawan Ferencváros, sang pelatih kembali mengandalkan Federico Valverde dan Eduardo Camavinga sebagai double pivot.
Duet tersebut belum memberikan jawaban meyakinkan. Valverde dan Camavinga memang mampu menghasilkan beberapa aksi individu menarik, tetapi permainan Madrid tetap kesulitan menghasilkan kreativitas dari tengah lapangan.
Real Madrid bahkan membutuhkan waktu hingga menit ke-37 untuk menciptakan tembakan tepat sasaran. Sirkulasi bola juga beberapa kali berjalan terlalu horizontal tanpa perkembangan berarti menuju area pertahanan lawan.
Ferencváros asuhan Balázs Borbély mampu menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin. Situasi itu membuat Madrid kesulitan menemukan celah melalui kombinasi antarlini.
Mourinho kemudian melakukan perubahan pada babak kedua. Bernardo Silva masuk menggantikan Camavinga untuk menambah kreativitas di lini tengah.
Perubahan tersebut memberikan dampak. Hanya empat menit setelah babak kedua dimulai, Valverde bergerak lebih maju dan memberikan umpan yang membantu Espí mencetak gol kedua Real Madrid.
Mourinho kemudian menempatkan Silva lebih dekat dengan posisi nomor 10 setelah Jorge Cestero masuk untuk mendampingi Valverde. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih masih mencari komposisi paling ideal.
Dengan waktu pramusim yang tersisa, Mourinho kemungkinan akan terus mencoba berbagai kombinasi. Namun, pertandingan di Budapest memberikan sinyal bahwa duet Camavinga-Valverde belum menjadi jawaban final.
Talenta Castilla Mulai Mencuri Perhatian
Di tengah sejumlah persoalan tersebut, Mourinho mendapatkan kabar positif dari pemain-pemain muda Real Madrid.
Alexis Ciria menjadi salah satu sosok yang paling mencuri perhatian. Pemain berusia 18 tahun itu selalu masuk starting XI dalam tiga pertandingan persahabatan pramusim yang sudah dijalani Madrid.
Ciria sebelumnya mencetak gol ketika menghadapi Fiorentina. Kali ini, ia menjalankan peran berbeda dengan memberikan assist untuk gol pembuka Madrid.
Pada menit ke-41, Ciria mengirim umpan silang akurat dari situasi sepak pojok. Mario Rivas kemudian menyambut bola tersebut dengan sundulan dari jarak dekat dan membawa Los Blancos unggul 1-0.
Kepercayaan diri Ciria terlihat jelas sepanjang pertandingan. Pemain muda tersebut berani mencoba berbagai variasi teknik, termasuk aksi rabona yang menarik perhatian penonton.
Dalam tiga laga pramusim, kontribusinya sudah mencapai satu gol dan satu assist. Catatan tersebut membuat Ciria layak mendapat perhatian lebih dari Mourinho.
Rivas juga menikmati malam yang penting. Bek tengah jebolan Castilla itu mencetak gol senior pertamanya sekaligus membayar kesalahan pada pertandingan sebelumnya.
Ketika menghadapi wakil Serie A Italia, Fiorentina, Rivas sempat terlibat dalam proses terjadinya dua gol lawan. Kali ini, ia tampil lebih tenang dan membantu Madrid menjaga gawang tetap aman sepanjang babak pertama.
Namun, situasi berubah setelah Mourinho mengganti Rivas dan Joan Martínez dengan Dean Huijsen serta Antonio Rüdiger. Pertahanan Real Madrid justru terlihat lebih mudah ditembus.
Ferencváros memanfaatkan celah tersebut untuk memperkecil ketertinggalan melalui Kodro pada menit ke-57. Gol itu menjadi pengingat bahwa Madrid masih perlu meningkatkan koordinasi pertahanan, terutama ketika lawan mulai meningkatkan tekanan.
Kemenangan yang Belum Menjawab Semua Persoalan
Skor 2-1 tetap memberikan hasil positif bagi Real Madrid. Namun, kemenangan tersebut belum cukup untuk menutupi sejumlah pekerjaan rumah Mourinho. Vinícius membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi terbaik.
Lini tengah masih mencari formula yang mampu memberikan keseimbangan sekaligus kreativitas. Di sisi lain, para pemain Castilla seperti Ciria dan Rivas justru memberikan alasan untuk melihat masa depan dengan optimistis.
Karena itu, pertandingan melawan Ferencváros sebaiknya tidak hanya dinilai dari hasil akhir. Bagi Mourinho, laga tersebut menjadi kesempatan penting untuk membaca perkembangan pemain, menguji komposisi tim, dan menentukan formula terbaik sebelum musim baru benar-benar dimulai. (MR-02)







