Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Skotlandia menutup laga ketiga Phase League B Grup B1 UEFA Nations League atau Liga Bangsa-Bangsa UEFA 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas Makedonia Utara, di Stadion National Arena Toše Proeski, Skopje, Minggu (4/10/2026) dini hari WIB.
Kieron Bowie membuka keunggulan pada menit kedelapan, sebelum John McGinn menggandakannya melalui titik penalti pada menit ke-69. Kemenangan tersebut sekaligus memberi warna istimewa bagi Andrew Henry Robertson yang lebih dikenal sebagai Andy Robertson.
Kapten Timnas Skotlandia itu menjalani penampilan ke-100 bersama tim nasional dalam pertandingan tersebut. Andy Robertson pun menjadi pemain pria kedua yang mencapai satu abad caps untuk Skotlandia setelah legenda negara tersebut, Sir Kenny Dalglish.
Robertson Capai 100 Caps untuk Skotlandia
Pemain yang kini berusia 32 tahun itu mencatat tonggak penting tersebut saat memimpin Skotlandia meraih kemenangan. Robertson telah menjadi kapten sejak 2018 dan memegang rekor sebagai pemain yang paling sering mengenakan ban kapten Skotlandia.
Dalam periode tersebut, Robertson juga memimpin negaranya tampil di tiga turnamen besar. Pencapaian 100 caps semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain penting dalam sejarah sepak bola Skotlandia.
Robertson kini hanya berjarak dua penampilan dari catatan caps milik Dalglish. Legenda tersebut masih berada di posisi teratas dalam daftar penampilan pemain pria Skotlandia.
Perjalanan Robertson Dimulai dari Bangku Cadangan
Perjalanan Andy Robertson bersama tim nasional dimulai 12 setengah tahun lalu. Saat itu, ia melakukan debut dari bangku cadangan dalam pertandingan persahabatan melawan Polandia ketika baru berusia 19 tahun.
Dua bulan kemudian, Robertson mendapat kesempatan sebagai starter saat Skotlandia menghadapi Nigeria di Craven Cottage. Ia kemudian mencetak gol internasional pertamanya dalam penampilan kelima ketika menghadapi Inggris pada pertandingan persahabatan di Celtic Park.
Robertson mulai memperkuat posisinya sebagai pemain inti dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia 2018. Pada September 2018, Alex McLeish mempercayakan ban kapten kepadanya.
Jadi Kapten di Era Steve Clarke
Robertson tetap memimpin Skotlandia setelah Steve Clarke mengambil alih posisi pelatih. Ia langsung memberi dampak dalam pertandingan pertama Clarke dengan mencetak gol spektakuler dari jarak sekitar 25 yard.
Setahun kemudian, Robertson menjadi bagian dari sejarah Skotlandia ketika tim memastikan tiket UEFA Euro 2020. Skotlandia mengamankan kelolosan setelah melewati drama adu penalti melawan Serbia di Beograd.
Robertson kembali memimpin tim di turnamen tersebut. Setelah Skotlandia gagal mendapatkan tiket Piala Dunia 2022, ia kembali membawa negaranya menuju UEFA Euro 2024 di Jerman.
Gol Dramatis Robertson di Warsawa
Salah satu momen paling dramatis dalam karier Robertson bersama Skotlandia terjadi pada akhir 2024. Ia mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 saat menghadapi Polandia dalam pertandingan UEFA Nations League di Warsawa.
Momen tersebut terasa semakin istimewa karena terjadi tepat sepuluh tahun setelah Robertson menjalani debut internasionalnya di kota yang sama.
Kapten Skotlandia di Piala Dunia
Robertson kemudian menjadi kapten saat Skotlandia menjalani salah satu malam paling dramatis dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Ia memimpin tim meraih kemenangan 4-2 atas Denmark yang memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA.
Ia juga memimpin The Tartan Army, julukan Timnas Skotlandia, dalam tiga pertandingan pada kampanye Piala Dunia FIFA 2026, turnamen pertama negara tersebut dalam 28 tahun di Amerika Serikat.
100 Caps Ditutup dengan Kemenangan
Robertson mengaku pencapaian 100 caps terasa semakin spesial karena Skotlandia berhasil memenangkan pertandingan. Para pemain dan staf bahkan memberikan presentasi khusus kepadanya sebelum laga.
“Para pemuda dan semua staf melakukan presentasi untuk saya sore ini. Saya ingin mencoba dan menikmati hari itu, tetapi saya pikir sebagai pemain sepak bola, hari-hari ini selalu dibuat lebih istimewa jika Anda memenangkan pertandingan”, ujar Robertson.
“100 caps luar biasa tetapi telah diakhiri oleh kinerja yang fantastis oleh para pemain. Clean sheet, dua gol dan yang paling penting, tiga poin”, lanjut bek kiri klub Liga Utama Inggris Tottenham Hotspur tersebut.
Robertson Serahkan Penalti kepada McGinn
Robertson juga bercerita tentang momen ketika para suporter meneriakkan namanya setelah Skotlandia mendapat hadiah penalti. Namun, sang kapten memilih menyerahkan kesempatan tersebut kepada McGinn yang akhirnya mencetak gol kedua.
“Ketika para penggemar mulai menyanyikan nama saya ketika kami mendapat penalti, saya berpikir – tidak ada kesempatan! Kami hanya unggul 1-0. Aku tidak melakukan itu. Aku akan menyerahkannya kepada (John) McGinn. Mungkin jika kami unggul 2-0 atau 3-0. Aku mungkin sudah memikirkannya. Tapi tidak, saya pikir tiga poin itu paling penting”, ucapnya.
Robertson juga merasa senang karena pencapaian tersebut beriringan dengan kemenangan pertama manajer Skotlandia dalam pertandingan tersebut. “Saya senang manajer mendapatkan kemenangan pertamanya juga, jadi hari istimewa bagi kita semua”, sambungnya.
Robertson Kenang Awal Perjalanan
Mengenang perjalanan panjangnya bersama Skotlandia, Robertson kembali mengingat debutnya melawan Polandia. Saat itu, ia tidak menyangka akan mendapat kesempatan tampil.
“Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya ingat debut saya di Polandia ketika saya melakukan pemanasan, tidak berpikir saya akan naik dan Gordon Strachan memberi saya anggukan”, kenang Robertson.
Sejak momen tersebut, Robertson mengaku selalu berusaha hadir dan memberikan komitmen untuk negaranya.
“Dan ini adalah perjalanan panjang sejak saat itu. Seperti yang saya katakan, saya selalu muncul. Aku selalu tidak menghindar. Saya mungkin tidak selalu 100 persen ketika saya datang ke sini dan saya tidak berpikir saya pernah menghindar dari fakta bahwa negara ini sangat berarti bagi saya”, katanya.
100 Caps Sangat Berarti bagi Robertson
Bagi Robertson, membela Skotlandia bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia merasa hubungan dengan rekan-rekan setim, suporter, dan keluarganya membuat tonggak 100 caps terasa jauh lebih bermakna.
“Anak-anak di sana sangat berarti bagi saya. Mewakili para penggemar dan semua orang di seluruh keluarga saya untuk Skotlandia sangat berarti bagi saya”, ujar Andy Robertson.
“Jadi untuk melakukan itu seratus kali, untuk menjadi satu-satunya pemain pria kedua yang melakukan itu, saya mencoba membiarkan yang satu ini meresap karena itu adalah salah satu yang sangat berarti bagi saya”, tambah Robertson. (MR-01)






