Ribuan Pesilat Ramaikan “Tegar Beriman Championship 2026” di GOR Laga Satria Kabupaten Bogor

Memperebutkan Piala Bupati Bogor

Beradu Kemampuan – Dua pesilat beradu kemampuan dalam “Tegar Beriman Championship 2026”, di Gelanggang Olahraga (GOR) Laga Satria, Jalan Raden Ipik Gandamana, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kamis (1/10/2026). Kejuaraan memperebutkan Piala Bupati Bogor diikuti 2.361 peserta dari 15 provinsi dan 161 kontingen. (Sumber foto: Dok. Humas Pemkab Bogor)

Mataredaksi.com, BOGOR – Kabupaten Bogor menunjukkan komitmennya dalam pembinaan pencak silat melalui penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional “Tegar Beriman Championship 2026”.

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Bogor tersebut mempertemukan 2.361 pesilat dari 15 provinsi dan 161 kontingen, di Gelanggang Olahraga (GOR) Laga Satria, Jalan Raden Ipik Gandamana, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kamis (1/10/2026).

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para pesilat muda. “Tegar Beriman Championship 2026” juga menjadi sarana mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta mengevaluasi hasil latihan para atlet.

PB IPSI Apresiasi Pembinaan Pencak Silat

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Indra Wardhana, mengapresiasi pelaksanaan “Tegar Beriman Championship 2026”. Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan pencak silat.

“Kami dari Pengurus Besar IPSI mengapresiasi selamat pencak silat. Melalui kegiatan ini, pencak silat semakin dikenal dan dipromosikan”, kata Indra. Ia menilai kejuaraan seperti Tegar Beriman Championship membuka peluang bagi proses regenerasi atlet pencak silat.

Melalui kompetisi tersebut, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi mereka. “Kami melihat akan ada bibit-bibit baru atlet yang bisa membawa nama pencak silat”, ujarnya.

Ia juga mendorong para peserta menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum membangun mental bertanding. “Kepada para peserta, kalian sudah berani berdiri di atas matras. Tunjukkan bahwa kalian adalah insan muda yang memiliki mental kuat dan mampu mendalami pencak silat”, tutur Indra.

Diikuti Ribuan Peserta dari 15 Provinsi

Ketua Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional “Tegar Beriman Championship 2026”, Yan Purnama, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti ajang tersebut melampaui perkiraan panitia.

Menurutnya, panitia mencatat sebanyak 2.361 peserta dari 15 provinsi dengan jumlah 161 kontingen. “Semua peserta yang hadir hari ini cukup luar biasa. Kami mencatat ternyata ada 2.361 peserta dari 15 provinsi dan 161 kontingen”, ujar Yan Purnama.

Selain jumlah peserta yang besar, Yan menilai kejuaraan tersebut juga menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan. Para peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memanfaatkan pertandingan sebagai bahan evaluasi setelah menjalani latihan selama beberapa bulan.

Menurut Yan, setiap pertandingan memberikan pengalaman bagi atlet untuk melihat perkembangan kemampuan masing-masing. Hasil kejuaraan tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi peserta dan pelatih dalam mempersiapkan agenda berikutnya.

“Harapannya mereka bisa menjaga sportivitas dan bisa mengevaluasi kemampuan. Mungkin mereka sudah latihan tiga bulan, empat bulan, dan inilah proses yang sedang mereka jalani”, katanya.

Pesilat Muda Uji Kemampuan di Ajang Nasional

Salah satu peserta dari perguruan Karuhun Padjadjaran Cimande Sahbandar, Darren Fauzan Widianto, mengaku senang mengikuti Tegar Beriman Championship 2026. Menurutnya, kejuaraan tersebut memberikan pengalaman karena mempertemukan atlet dari berbagai daerah.

“Perasaan cukup senang karena event ini menyenangkan. Banyak juga atlet luar daerah yang bergabung. Kami dari Karuhun Padjadjaran Cimande ikut meramaikan kegiatan ini”, ujar Darren.

Selain bertemu atlet dari berbagai daerah, Darren menilai kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi pesilat muda untuk menguji kemampuan dan mental bertanding.

Ia berharap pencak silat terus melahirkan atlet berprestasi sejak usia dini. Menurutnya, olahraga bela diri tersebut tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membangun mental dan kedisiplinan.

“Motivasi saya, anak murid itu berprestasi. Dari dini kita sebagai guru harus membimbing mereka untuk berprestasi”, kata Darren Fauzan Widianto.

Dukungan Sekolah dan Orang Tua Jadi Motivasi

Sementara itu, peserta lainnya, Sherly dari Bina Satria, mengaku sempat merasa tegang saat menghadapi pertandingan. Namun, rasa gugup tersebut hilang setelah mulai bertanding. “Awalnya tegang, tapi setelah masuk pertandingan sudah biasa”, kata Sherly.

Dalam “Tegar Beriman Championship 2026”, Sherly berhasil meraih juara kedua. Ia menyebut hasil tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih baik. “Motivasinya ingin berprestasi, dari dukungan sekolah sampai orang tua”, ujarnya. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *